Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Si Pengkhianat Hamas Kunjungi Israel

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Juni 2012 20:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Musab Yusuf, yang disebut sebagai putra pendiri Hamas yang membelot dan menjadi mata-mata Israel, datang untuk memberikan kuliah pro-Israel, kata pejabat Zionis hari Kamis, sebagaimana dilansir Al Arabiya (16/6/2012).

Musab Yusuf (Mosab Hassan Yousef) datang ke Israel dari Amerika Serikat atas undangan Ayub Kara, seorang anggota parlemen dari Partai Likud keturunan Arab penganut ajaran Druze.

Meskipun mendapat undangan resmi, Musab sempat ditahan di Bandara Ben Gurion selama lebih dari tiga jam, lapor Jerusalem Post.

“Mereka menanyai saya lama, tapi mereka memperlakukan saya dengan baik dan dengan hormat,” kata Musab.

Dua tahun lalu, Musab Yusuf menerbitkan otobiografi berjudul “Son of Hamas” (Putra Hamas), berisi tentang pengalamannya selama sepuluh tahun menjadi agen rahasia Israel.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Musab Yusuf disebut sebagai putra dari pendiri Hamas yang hingga kini masih dipenjara oleh Zionis, Syeikh Hassan Yusuf.

Musab pindah ke California, Amerika Serikat pada tahun 2007 dan murtad dari Islam lalu memeluk agama Kristen.

Menurut jurubicara Ayub Kara, Mendi Safadi, kunjungan Musab saat ini ke Israel merupakan kunjungan pertama sejak ia pindah ke Amerika. Musab akan berada di Israel selama satu bulan untuk memberikan kuliah di berbagai universitas dan tepat lainnya. Pekan depan ia juga akan melakukan konferensi pers di parlemen Israel.

Musab ditangkap pasukan Zionis setelah ia membeli senjata untuk Hamas. Ia dijebloskan ke penjara tahun 1996. Di dalam penjara itulah Musab berubah menjadi pembenci Hamas.

Setelah itu, Musab menjadi agen rahasia untuk dinas intelijen Zionis, Shin Bet. Secara rutin dia berusaha menjaring warga Palestina dari berbagai kelompok –termasuk yang mendekam di penjara Israel- untuk bekerja menjadi informan Zionis dengan cara memeras mereka atau mengiming-imingi targetnya dengan uang dan pekerjaan, serta izin perjalanan.

Shin Bet menjulukinya dengan sebutan “Pangeran Hijau”, merujuk pada bendera Hamas yang berwarna hijau. Shin Bet menganggap Musab sebagai aset yang luar biasa berharga.

Tahun 2010 Amerika Serikat memberikan suaka sementara bagi Musab. Gonen Ben-Itzhak, seorang pensiunan agen intelijen Israel yang menangani Musab, bersaksi secara langsung di Amerika dalam proses pemberian suaka tersebut.

Pemerintah Zionis belum mengomentari jasa-jasa Musab bagi Israel. Namun, para anggota Komisi Urusan Luar Negeri dan Pertahanan di Knesset menulis surat kepada Musab dan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukannya untuk Shin Bet.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Naif bin Abdulaziz Al Saud Wafat
Tulisan selanjutnya Pria Israel Pembenci Zionisme Ingin jadi Warga Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?