Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Nuh: Tingkat Pendidikan Punya Korelasi Terhadap kesejahteraan

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 25 Juni 2012 10:35
Bagikan
Mantan Mendikbud, Dr Muhammad Nuh
Bagikan

Hidayatullah.com–Pernyataan itu dilontarkan Dr Muhammad Nuh dalam sarasehan pendidikan yang digelar Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jatim dalam rangka pelantikan perhimpunan KB PII Jatim di gedung Bank Jatim Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, belum lama ini.

Mantan Rektor Institut Teknologi 10 November (ITS) memaparkan hasil penelitian bahwa ada koefisien korelasi  0,93 persen antara wajib belajar dengan pendapatan per kapita. Sementara antara wajib belajar dengan daya saing koefisien korelasi 0,96 dan wajib belajar dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 0,99 persen.

“Ini berarti, kalau kita ingin meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, ya harus meningkatkan pendidikan. Dan jawabannya tidak ada kata lain selain sekolah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini.

Jika dikaitkan dengan kondisi demografi (kependudukan) dimana mulai tahun 2010 hingga 2012 usia produktif lebih besar, menurut Nuh tantangan terbesar bangsa ini adalah meningkatkan pendidikan untuk mencapai kemakmuran bangsa beberapa tahun ke depan.
Sebagai pembanding dalam acara tersebut, Sholahudin Wahid memaparkan lebih banyak menyampaikan masalah kejujuran. Menurut Gus Solah yang juga Ketua dewan kehormatan Keluarga Besar PII, mengatakan kejujuran adalah kunci kesuksesan.

“Pendidikan kita sekarang ini sudah memasuki era ketidakjujuran dan keseriusan dalam penyelenggaraan pendidikan. Ada pengkikisan kejujuran dan moral di dalam dunia pendidikan. Dan ada pula penyelenggara pendidikan tidak serius dalam penggarapan anak didik alias asal jalan,” tambahnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pendidikan  belum serius

Gus Solah juga memaparkan kondisi pendidikan swasta yang belum mendapatkan perhatian serius pemerintah. Dari datanya, saat ini ada 90 persen SD milik pemerintah (negeri) namun MI milik pemerintah hanya 10 persen. Sementara SMP negeri 80 persen, tapi MTs negeri hanya 20 persen. Begitu juga dengan SMA negeri yang jumlahnya 70 persen dari SMA yang ada, namun MA negeri hanya 30 persen.

Sementara itu, Soetrisno Bachir, Ketua perhimpunan KB PII Pusat sebagai pembanding terakhir membenarkan adanya korelasi kuat antara pendidikan dan kesejahteraan secara makro. Namun secara mikro, hal itu harus diurai lagi karena kenyataannya mereka yang berpendidikan tinggi banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena minimnya lapangan kerja. Karena itu, menurut Soetrisno solusi yang bisa diambil adalah dengan meningkatkan kewirausahaan.

“Kewirausahaan ini bisa dari keturunan seperti orang Minang, Bugis dan Tionghoa. Tapi juga bisa dilatih dari lingkungan dan wirausaha ini salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan,” tutur Soetrisno.

Jadi kesejahteraan amat tergantung dari tingkat pendidikan dan ketrampilan seseorang dalam bekerja.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratePII
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kita Adalah Apa Yang Kita Bicarakan
Tulisan selanjutnya FUI: Kaum LGBT Harus Didakwahi, Bukan Difasilitasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Berita
5 September 2026 16:51
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?