Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Cabut Dakwaan Atas 1 Warga Kuwait di Guantanamo

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 1 Juli 2012 09:52
Bagikan
Kandari (ki) dan Odah (ka)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pentagon telah membatalkan tuntutan hukum atas seorang warga negara Kuwait yang didakwa melakukan kejahatan perang, Jumat kemarin, di tengah-tengah kabar perundingan tentang repatriasi 2 warga Kuwait.

Sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (30/6/2012), parlemen Kuwait mengecam Amerika Serikat terkait penahanan atas Faiz Al Kandari dan Fawazi Al Odah di Guantanamo yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Kantor berita resmi KUNA yang mengutip keterangan dari Dubes Kuwait untuk AS Salem Abdullah Al Jaber melaporkan bahwa delegasi Kuwait sedang mengadakan pembicaraan dengan pejabat AS guna mengupayakan pemulangan kedua warganya itu. Perundingan-perundingan lanjutan akan digelar dalam pekan-pekan mendatang.

Kandari didakwa AS tahun 2008 dengan tuduhan bekerjasama dengan Al Qaidah. Pentagon menudingnya sebagai penasehat Usamah bin Ladin di Afghanistan, perekrut anggota Al Qaidah dan instruktur latihan di kamp Al Qaidah di Afghanistan dari Juni sampai Desember 2001.

Namun tuduhan itu tidak pernah disidangkan. Dan Pentagon akhirnya menyuruh pensiunan admiral Bruce MacDonald untuk membatalkannya, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jurubicara Pentagon Letkol AD Todd Breasseale mengatakan bahwa tuntutan itu dibuat berdasarkan undang-undang tahun 2006 yang diamandemen pada tahun 2009.

“Oleh karena adanya perubahan-perubahan hukum, penting bagi para jaksa agar mengevaluasi ulang kasus itu. Di masa depan, bisa jadi jaksa memutuskan untuk memperkarakannya kembali berdasarkan undang-undang tahun 2009,” jelasnya.

Kandari, kini berusia 37 tahun, membantah semua tuduhan dan mengatakan bahwa ia bekerja untuk sebuah lembaga amal ketika berada di Afghanistan.

Sementara Odah, berusia 35 tahun, yang namanya tercantum sebagai Fouzi Al Awda dalam dokumen-dokumen Guantanamo, tidak pernah didakwa dengan tuduhan kejahatan apapun.

Dalam dokumen militer AS disebutkan bahwa Odah diduga sebagai anggota Al Qaidah dan terkait dengan Taliban, yang membawa senapan AK-47 dan ditangkap pihak berwenang Pakistan saat berusaha meninggalkan Afghanistan melalui Pegunungan Tora Bora pad Nopember 2001.

Kepada sebuah panel yang mengkaji penjara Guantanmo, Odah mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal siapapun yang terkait dengan Al Qaidah dan tidak pernah bertempur melawan siapapun, serta tidak akan pernah sanggup membunuh orang, karena ia adalah seorang “pengecut,” tulis Reuters.

Kandari dan Odah mengajukan tuntutan ke pengadilan distrik atas penahanan mereka, namun keduanya kalah. Mereka berdua merupakan bagian dari 169 penghuni penjara Guantanamo. Sepuluh warga Kuwait lainnya sudah dipulangkan ke rumah mereka.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LDII Hadiri Ijtima Ulama MUI di Cipasung
Tulisan selanjutnya Ramadhan di Saudi Suhu 50 Derajat Celsius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?