Hidayatullah.com-Lembaga meteorologi dan lingkungan Arab Saudi memperkirakaan suhu di Makkah dan Madinah dan sejumlah kota lainnya akan mencapai derajat yang cukup tinggi selama bulan Ramadhan mendatang.
Dilansir Arab News (30/6/2012), Ramadhan tahun, ini yang diperkirakan mulai tanggal 20 Juli, bertepatan dengan puncak musim panas.
“Temperatur pada musim panas kali ini akan lebih tinggi dari rata-rata di sebagian besar wilayah negara. Pada siang hari bisa mencapai 50 derajat Celsius,” kata Murad Hashim, asisten wakil menteri untuk urusan iklim dan studi terapan di Pusat Regional Pemantauan Kekeringan dan Peringatan Dini.
Suhu tinggi akan terjadi di hari-hari pertama bulan Ramadhan pada tengah hari hingga pukul 2 petang di bagian provinsi Makkah dan Madinah sampai ke bagian utara dan selatan Provinsi Timur. Suhu akan turun sekitar 7 derajat pada akhir bulan Ramadhan di Makkah dan Madinah, sementara di Provinsi Timur suhu akan turun sekitar 5 derajat.
Abdul Rahman Mushtaq, direktur jenderal di Pusat Regional, menyarankan agar warga tidak membiarkan diri mereka terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang lama, terutama di waktu antara pukul 11 siang sampai 3 petang.
Menurut catatan, suhu tertinggi di Makkah sejak tahun 1980 adalah 49,7 derajat Celsius yang terjadi pada 7 Agustus 2010. Sementara di Madinah, suhu tertinggi sejak 1980 tercatat 49 derajat Celsius yang terjadi pada tanggal 20 Juli 2005.
Sementara untuk suhu terendah yang tercatat sejak tahun 1980, di Makkah mencapai 23,4 derajat Celsius pada 15 Agustus 2010. Dan di Madinah 23 derajat Celsius pada 2 Agustus 1984.
Pada hari Senin lalu, lembaga meteorologi dan lingkungan Saudi (PME) juga membantah laporan-laporan media yang menyatakan bahwa suhu musim panas tahun ini akan melebihi 70 derajat Celsius, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu tidak berdasar. PME juga memperingatkan agar tidak melaporkan berita-berita semacam itu, sebab dapat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat yang seharusnya tidak terjadi.*