Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Di Mesir, Jenggot dan Cadar jadi Sasaran Amuk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2013 10:32 10:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2013 10:32
Bagikan
Bagikan

ABDUL SALAM BADR tak punya pilihan selain mencukur jenggotnya untuk menyelamatkan diri dari sasaran pemerintah dan militer Mesir yang kini memburu para pendukung presiden terguling Mohamad Mursy.

Hari-hari belakangan ini, tanda-tanda kesalehan yang jelas, sudah cukup untuk menarik kecurigaan pasukan keamanan di tempat-tempat pemeriksaan ibukota Kairo dan milisi sipil yang ingin menyerang kaum Islamis.

“Saya sedang menumpang taksi menuju kamar mayat, mengangkut mayat teman saya yang terbunuh dalam demonstrasi,” kata Badr dikutip DW. DE.

“Saya diberhentikan oleh sekelompok milisi karena saya berjenggot,” tambah laki-laki 29 tahun itu, yang mengaku bukan anggota setia kelompok organisasi politik manapun.

“Satu-satunya yang menyelamatkan saya adalah kenyataan bahwa saya sedang membawa mayat.”

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Dan kemudian, di sebuah salon kecil berdebu, ia mencukur jenggotnya, “karena hidup akan lebih aman tanpa jenggot.”

Perburuan jenggot

Penggulingan Mursy, yang didukung kelompok al Ikhwan al Muslimun, telah memicu sebuah perburuan atas mereka yang dianggap sebagai para pengikutnya.

Kampanye ini dipupuk oleh media lokal Mesir, yang sepanjang hari menyiarkan gambar-gambar lelaki bersenjata yang dituduh melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan selama demonstrasi. [baca juga: Pakar Heran Media Mesir dukung Militer Gunakan Kekerasan]

Salah satu video yang memperlihatkan laki-laki berjenggot dengan bendera jihad menyerang laki-laki muda setelah mereka dilempar dari atap sebuah blok apartemen di Alexandria, telah menambah hiruk pikuk.

Media lokal dan pemerintah juga memberi label keras dengan menggeneralisir Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris“.

Apa yang disebut sebagai “Komite Rakyat“ — milisi yang tumbuh di lingkungan warga – telah menambah hidup semakin buruk, dengan memberi kesempatan warga untuk melampiaskan kemarahan, khususnya di Kairo setelah jam malam diberlakukan.

Laki-laki berjenggot atau perempuan dengan cadar penuh menutupi wajah atau niqab, sering dikaitkan sebagai Muslim relijius, dan dihubung-hubungkan sebagai pendukung Ikhwanul Muslimin.

Menanggung Kekerasan Ikhwanul Muslimin

Sejumlah pemimpin Ikhwan selama ini berusaha mempromosikan pemakaian cadar selama satu tahun masa kekuasaan Mursy.

Tapi kini, simbol-simbol agama itu telah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan.

Menurut seorang professor politik di Universitas Kairo, mereka yang terkena dampak berkisar mulai dari anggota Ikhwanul Muslimin yang sebenarnya hingga mereka yang tidak punya afiliasi dengan kelompok itu tapi kebetulan menyukai jenggot.

Seorang fotografer Barat memutuskan mencukur jenggotnya setelah berulangkali ditegur di jalanan dan bahkan diancam oleh orang Mesir yang salah mengira dirinya sebagai seorang anggota Ikhwanul Muslimin.

Seorang sopir taksi berjenggot, mengakui bahwa para pelanggan semakin enggan menggunakan jasanya.

“Ini mungkin awal kampanye untuk memboikot para sopir taksi berjanggur,“ kata dia.

Mohammed Ibrahim, seorang apoteker yang berjenggot, terpaksa mengubah rute dan waktu perjalanannya ke tempat kerja untuk menghindari “ketegangan dengan komite rakyat.”

Kompensasi Relijius

Seiring dengan tindakan keras, berbagai laporan menyebutkan bahwa sejumlah ulama telah memberikan ‘kompensasi relijius‘ kepada mereka yang ingin mencukur jenggot untuk menghindari sasaran kemarahan.

“Kebencian orang-orang bahkan lebih buruk dari pelecehan yang dilakukan polisi,” kata Mohamed Tolba, seorang pengikut Salafy.

“Kami sedang menjalankan prinsip Islam, tapi kami menghadapi kebencian masyarakat,” kata Tolba, yang baru-baru ini meluncurkan komik online yang mencoba membongkar stereotip yang sering dilekatkan kepada kelompok Salafy.

“Menyasar mereka yang berjenggot adalah perilaku tercela yang mengancam kehidupan bersama yang damai di antara orang Mesir,” demikian peringatan Nivine Messad, seorang ahli politik lainnya dari Universitas Kairo.

“Itu adalah tanda-tanda buruk bagi masa depan, dan sebuah indikasi perpecahan diantara warga Mesir,” kata dia.

“Kepala dingin harus masuk untuk mengakhiri kekerasan dan hasutan.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ikhwanul Musliminjenggot dan cadarMesirsalafysasaran amuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miss World Miliki Misi Tersembunyi terhadap Perempuan Indonesia
Tulisan selanjutnya Da’i jangan Campurkan Urusan Pribadi dan Urusan Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?