Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Prancis Kecewa dengan Menteri Urusan Wanita

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2012 20:05
Bagikan
Menteri Urusan Wanita Prancis Najat Vallaud-Belkacem dan Presiden Francois Hollande.
Bagikan

Hidayatullah.com—Muslim di Prancis menaruh harapan banyak ketika presiden baru negeri mode itu menunjuk seorang wanita kelahiran Maroko sebagai menteri urusan wanita dan jurubicara resmi pemerintah, yang diharap akan memperbaiki perlakuan pemerintah atas Muslim di negara itu. Namun, sepertinya harapan itu akan sia-sia.

Enam juta Muslim yang tinggal di Prancis berharap, Najat Vallaud-Belkacem akan mengoreksi kebijakan larangan burqa yang disahkan pada masa pemerintah Nicolas Sarkozy.

“Sejak larangan itu diberlakukan, kami mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan dari polisi. Dan yang menjadikannya lebih buruk adalah pandangan benci orang lain [terhadap kami],” kata Salima Kader, ibu tiga anak berusia 38 tahun kepada Guardian, sebagaimana dikutip Al Arabiya (17/7/2012).

“Mereka pikir larangan itu merupakan otorisasi untuk menghina, meludahi dan bahkan melakukan serangan fisik. Larangan itu sudah menjadi simbol kebencian terhadap seluruh komunitas Muslim,” papar Salima.

Bukannya memberikan perhatian terhadap masalah wanita Muslim dan cadar, Vallaud-Belkacem memilih untuk lebih fokus kepada masalah mengakhiri prostitusi –yang oleh negara Prancis sampai saat ini dilegalkan. Vallaud-Belkacem sepertinya enggan mengambil tindakan yang lebih realistik seperti kebijakan pendirian masjid dan jam kolam renang khusus wanita di kolam umum, yang lebih kemungkinan untuk mendapat dukungan dari komunitas yang berlatarbelakang sama dengannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Padahal jajak pendapat yang dilakukan oleh majalah terkemuka Le Figaro menunjukkan, mayoritas Muslim di Prancis memilih partai sosialis asal Presiden Francois Hollande dalam pemilihan umum. Termasuk dukungan dari wanita Muslim, yang berharap pemerintahan Hollande akan menghapuskan kebijakan yang mengucilkan Muslim, seperti larangan cadar.

“Sosialis dapat menghapuskan larangan burqa hanya dengan satu coretan pena. Mereka memiliki mayoritas yang besar di parlemen,” kata Sonia Choukri seorang mahasiswi berusia 23 tahun dari Marseille.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burqacadarMuslimold migratewanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nyaris Tumbang, Assad Tak Ragu Gunakan Senjata Kimia
Tulisan selanjutnya Dilempari Tomat Hillary Clinton Tidak Tersinggung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Kolom
24 Juni 2026 17:31
Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT

Terbaru

  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?