Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Netanyahu Kehilangan Dukungan Partai Kadima

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2012 16:30
Bagikan
Benjamin Netanyahu dan Shaul Mofaz
Bagikan

Hidayatullah.com—Saat Benjamin Netanyahu merayu Partai Kadima untuk masuk dalam koalisinya pada Mei lalu, koran-koran Israel menjuluki perdana menteri Israel itu dengan “Raja Bibi”. Kini sang raja sudah kehilangan pendukungnya.

Dilansir Euronews (8/7/2012), Kadima telah menarik diri dari koalisi mayoritas di parlemen, menyusul perdebatan tentang pengecualian Yahudi orthodoks dari kewajiban masuk dinas militer.

Kadima menguasai 28 kursi di Knesset yang memiliki 120 kursi. Netanyahu hanya kelebihan suara mayoritas 6, itu pun terdiri dari dukungan kelompok-kelompok sayap kanan yaitu orang-orang Orthodoks.

“Rakyat yang akan menjadi hakim bagi Benajamin Netanyahu, demikian pula sejarah. Sejarah tidak akan memandang ramah kepada mereka yang seharusnya bisa melakukan apasaja, tetapi memilih untuk tidak berbuat apa-apa,” kata pemimpin Partai Kadima Shaul Mofaz.

Yahudi ultra-Orthodoks –yang jumlahnya sekitar 60.000 orang– menentang upaya yang ingin mengharuskan mereka masuk wajib militer. Dan Kadima, salah satu sekutu penting Netanyahu di parlemen, tidak mau lagi memberikan dukungannya kepada undang-undang yang dianggap warga Israel sebagai diskriminasi itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Warga Zionis Israel baik pria maupun wanita, jika sudah mencapai usia 18 tahun diharuskan ikut wajib militer selama 2-3 tahun. Seseorang dapat terhindar dari dinas militer jika ia memutuskan untuk belajar kitab suci Yahudi di sekolah-sekolah agama. Dan orang-orang Yahudi Orthodoks sebagian besar memilih untuk sekolah agama daripada masuk dinas militer.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siswa Teladan dapat Hadiah dari BMH Ngawi
Tulisan selanjutnya Menjelang Ramadhan 492 H di al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?