Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sutradara Serial Omar: Kontroversi itu Biasa

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Agustus 2012 15:34
Bagikan
Hatem Ali sutradara serial film "Omar".[Reuters]
Bagikan

Hidayatullah.com—Hatem Ali, sutradara serial televisi “Omar”, yang berkisah tentang sepak-terjang khalifah Islam kedua Umar bin Khaththab, mengatakan bahwa kontroversi seputar film yang digarapnya tidaklah mengejutkan, lansir Al Arabiya.

Kontroversi serial televisi itu bahkan sudah muncul sebelum serial ditanyangkan. Sebagian orang menolak personifikasi tokoh Umar, yang merupakan salah satu Sahabat Rasulullah paling utama, serta sejumlah Sahabat Nabi Muhammad yang lain.

Meskipun ratusan orang melalui media online menyeru agar film televisi itu tidak ditayangkan, namun hasil kerjasama MBC Group asal Dubai dan Qatar Television itu tetap mengudara selama bulan Ramadhan kemarin, seperti yang telah dijadwalkan.

Di kawasan Arab, Ramadhan memang menjadi kesempatan stasiun-stasiun televisi menayangkan berbagai program acara baru, terutama drama televisi atau sinetron.

MBC mengklaim serial televisi “Omar” merupakan produksi drama terbesar dalam sejarah pertelevisian Arab saat ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Serial ini memerlukan kru dalam jumlah besar yang mencapai 500 aktor, aktris dan figuran dalam sehari,” kata Ali dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Al Arabiya Senin pagi (27/8/2012). Dan semua itu terus berulang selama 180 hari sepanjang tahun dalam masa pembuatan serial tersebut, imbuh Ali.

Kesulitan lain dalam pembuatan film televisi itu adalah menghadirkan replika Masjidil Haram serta pemandangan di lingkungan sekitarnya di depan kamera. Tim produksi akhirnya memutuskan adegan dilakukan di sebuah lokasi di Maroko.

Merekam adegan yang menghadirkan kuda dan gajah dalam satu lokasi merupakan kesulitan tersendiri. Sebab, kuda memiliki sifat takut ketika harus berdekatan dengan gajah. Oleh karena itu, kuda-kuda yang didatangkan dari Eropa Timur tersebut harus dilatih bersama-sama dengan para gajah, agar mereka terbiasa berdampingan di tempat yang sama.

Sutradara asal Suriah itu menjelaskan, untuk merekam adegan pertempuran diperlukan 54 hari kerja dengan durasi 12 jam sehari dan melibatkan 500 orang pelakon.

“Adegannya dilakukan dengan sangat baik sampai-sampai kami mengalami luka sungguhan. Namun, ada tim medis yang selalu menemani kru setiap saat dan memberikan perawatan yang dibutuhkan pada aktor,” imbuhnya.

Film televisi “Omar” menceritakan kehidupan Umar bin Khaththab sejak usia 18 tahun sampai 63 tahun. Untuk menentukan aktor pemerannya, Ali harus memilih dengan cermat sesuai dengan karakter Umar yang diketahui, seperti tatapan yang tajam dan suara yang keras.

Setelah menyeleksi sejumlah orang lulusan akademi perfilman, Ali akhirnya memilih Samer Ismail untuk memerankan tokoh besar Islam itu.

Saat ditanya apakah Ali berkeberatan jika non-Muslim memerankan tokoh Umar, Ali menyatakan tidak.

Ali juga menyangkal rumor yang mengatakan bahwa ia memberikan sejumlah syarat kepada Ismail untuk bisa memerankan tokoh utama film tersebut.

“Tidak benar bahwa saya memintanya untuk tidak berakting selama lima tahun setelah serial ini. Kami hanya sepakat untuk dua tahun,” jelasnya.

Ali menyatakan sangat senang melihat film garapannya disulih suara ke dalam beberapa bahasa, seperti Turki dan Indonesia. Menurutnya, hal itu akan menambah popularitas filmnya, karena jumlah penonton semakin bertambah pula.

Selain itu “Omar” juga akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis, kata Ali. Dan sudah ada negosiasi untuk mengangkatnya menjadi film layar lebar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filmold migratesutradara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Alasan Iran Dukung Penuh Rezim Suriah
Tulisan selanjutnya Menag: Pemerintah Tidak Pada Kapasitas Menilai Sesat atau Tidak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?