Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Wanita Afghanistan Setir Mobil, Para Pria Ternganga

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2012 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di Ghor, Afghanistan, dari hari ke hari semakin banyak wanita yang memutuskan untuk menyetir mobil sendiri, sebuah tren yang masih sulit diterima oleh budaya setempat.

Angela Sharifi belajar mengemudi satu tahun lalu. Dia bilang sekarang dirinya sudah mulai terampil mengendalikan kopling.

“Jauh lebih mudah dari perkiraan awal,” katanya sambil tersenyum. Di negara-negara lain, seorang wanita berada dibalik kemudi Toyota Corolla berwarna abu-abu adalah pemandangan biasa. Namun di Afghanistan kata Angela, itu pemandangan langka.

“Anda akan melihat para pria berjajar di pinggir jalan, menatap dengan mulut menganga. Mereka sangat terkejut, sehingga mereka hanya bisa berdiri diam di sana dan menatap,” kata Angela, dikutip Deutsche Welle (31/8/2012).

“Mereka melihat kami seperti melihat hantu. Sebagian pria bahkan mengatakan bahwa ini pertanda akhir zaman segera datang,” katanya sambil tertawa.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Angela adalah salah satu anggota dewan provinsi di Ghor. Dia tahu bagaimana membawa diri di lingkungan yang didominasi pria. Untungnya, orang-orang yang menatapnya bukan hanya dari kalangan laki-laki, dan setidaknya mereka tidak mengganggu atau melecehkannya, kata Angela.

Wanita itu mengatakan, suaminya mendukung dan mengajarinya cara mengemudi.

Chaghcharan, ibukota Provinsi Ghor, bukanlah kota yang tergolong maju. Kota itu masih tradisional dan hanya memiliki jalan beraspal kurang dari dua kilometer. Negara Afghanistan memiliki sekitar 12.350 kilometer jalan beraspal. Di kota itu tidak ada rambu lalulintas.

Sayed Muhammad Hasin Khan, kepala dinas perizinan kendaraan dan mengemudi, mengatakan bahwa dua kilometer jalan lagi akan diaspal sebelum musim gugur tahun ini. Disamping itu, rambu-rambu lalulintas akan dipasang.

Hasin Khan yakin, pada akhirnya kota itu akan memiliki infrastruktur jalan yang maju untuk kendaraan bermotor. Peraturan lalulintas nantinya akan diuji coba dahulu sebelum diimplementasikan.

“Tes untuk mendapakan surat izim mengemudi akan sama bagi pria maupun wanita, mereka akan diperlakukan sama,” jelas Hasin Khan.

“Setelah sekian lama, wanita-wanita Afghanistan membangun identitas baru mereka. Satu dekade terakhir membawa perkembangan positif yang menguntungkan masyarakat secara umum dan wanita, bahkan di provinsi-provinsi,” kata Dr Aql Sharifi.

Meskipun demikian, kata penanggungjawab masalah pembangunan dan perlindungan wanita di Komisi HAM Ghor itu, sebagian orang masih memandangnya sebagai fenomena baru. Sebagian lain bahkan menganggapnya sebagai tanda akhir zaman, dan sebagian lain menuding adanya penyusupan budaya asing atau westernisasi.

Menurut Sharifi, jumlah mahasiswa yang memiliki SIM semakin bertambah, dan bahkan mereka mengendarai mobil miliknya sendiri.

Di Kabul, ibukota negara Afghanistan, fenomena itu lebih menghebohkan.Dilansir Reuters (16/4/2012), tahun lalu Kabul mengeluarkan 312 SIM untuk wanita.

Sementara di Herat jumlah SIM untuk wanita yang dikeluarkan pihak berwenang berjumlah 64 dan di Mazar-e-Sharif jumlahnya mencapai 48 lembar SIM.

Suami-istri warga Kabul, Naderi dan Iqbal Khan, mellihat tren itu sebagai peluang membuka usaha. Keduanya mendirikan kursus mengemudi yang diberi nama ‘Naderi’.

Pada awal sekolah itu dibuka, mereka mendapatkan serangan verbal. Namun sekolah mengemudi itu kini memiliki setidaknya 80 siswa. Sebagian siswa bahkan berasal dari provinsi tetangga.

Mengingat angka buta huruf yang tinggi di kalangan wanita Afghanistan–sekitar 80% dari jumlah penduduk perempuan—Naderi dan Iqbal harus membacakan buku petunjuk kendaraan kepada para siswanya.

Sekolah mengemudi Nederi sudah mendapatkan pengakuan pemerintah. Bahkan pemerintah meminta para pegawai wanitanya untuk belajar mengemudi di tempat itu. Meskipun demikian, papan iklan sekolah mengemudi Naderi seringkali dirusak oleh orang tidak dikenal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanold migratewanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peduli Dai : Menjadi Guru Ngaji, Pilihan Mulia
Tulisan selanjutnya Hasyim Muzadi: “Kunci penyelesaian Sampang di tangan ulama”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?