Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Peduli Dai : Menjadi Guru Ngaji, Pilihan Mulia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 September 2012 22:16
Bagikan
Bagikan

Sebagian orang menganggap menjadi guru mengaji bukanlah profesi yang menjanjikan. Bahkan orang cenderung menganggap remeh pekerjaan ini. Mereka rela mengeluarkan biaya mahal untuk kursus Bahasa Inggris, tetapi tidak untuk belajar al-Qur`an.

Padahal al-Qur`an adalah pedoman hidup. Di dalamnya terdapat kunci bagaimana memahami kehidupan dan mencapai kebahagiaan. Tanpa petunjuk al-Qur`an, manusia bagaikan berjalan dalam kegelapan. Karenanya, mengajarkan al-Qur`an merupakan pekerjaan mulia. Mengajar al-Qur`an berarti memberi cahaya bagi kehidupan manusia.

Alhamdulillah, di zaman yang serba materialistik ini, masih banyak anak-anak muda yang memilih jalan hidup menjadi guru mengaji. Salah satunya bernama Maswiyana. Pemuda kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini menjadi guru ngaji di Suku Dayak Punan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.

Maswiyana masuk Hidayatullah Cilacap tahun 1998 setelah lulus SD sampai 2005. Setelah lulus Aliyah (2009) masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan. Lulus tahun 2009, ia kemudian ditugaskan  membina masyarakat Suku Dayak Punan, yang terkenal dengan kebiasannya hidup di tengah-tengah hutan dan berpindah-pindah.

Mereka sebagian besar masih mengikuti agama nenek moyang yang disebut Kaharingan. Sebagian lainnya sudah masuk Islam dan tinggal menetap di perkampungan-perkampungan di tepi hutan.

Baca Juga

(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Tantangan yang dihadapi Maswiyana selama bertugas di sana terutama karena karakter suku Dayak Punan yang sensitif dan cenderung liar. Sehingga harus melakukan pendekatan kepada kepala suku agar anak-anaknya diperbolehkan belajar mengaji. Biasanya pada musim nanam manunggal kegiatan mengaji diliburkan karena seluruh warga Dayak Punan pergi ke hutan untuk menanam padi.

Alhamdulillah, dengan pendekatan yang baik, dakwah Islam kini semakin berkembang dan jumlah muallaf semakin bertambah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Carrefour akan Keluar dari Turki dan Indonesia
Tulisan selanjutnya Wanita Afghanistan Setir Mobil, Para Pria Ternganga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

24 Mei 2013 09:38

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

16 Mei 2013 10:55

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?