Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Selamat Tinggal Facebook, Selamat Datang Google Plus!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2012 08:10
Bagikan
Selamat tinggal Facebook. Selamat datang Google Plus
Bagikan

DI AKHIR bulan Ramadhan kemarin, saya memutuskan untuk menutup (deactivate) account saya di Facebook.

Pada saat ini, tentu saja tindakan tersebut dilihat sebagai suatu hal yang aneh. Banyak yang bingung & mempertanyakannya kepada saya.

Alasannya ada banyak, yaitu karena berbagai problem di seputar Facebook itu sendiri. Setelah lama mengalaminya, maka akhirnya saya putuskan untuk berhenti / menutup account saya di Facebook tsb : http://facebook.com/sufehmi.

Beberapa kawan lainnya juga sudah menyuarakan ketidak sukaan mereka dengan masalah-masalah seputar Facebook.

Apa saja masalah-masalah tersebut ?

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Masalah-Masalah di Facebook

Invisible / tidak muncul di Search Engine : Saya sudah menulis di blog saya sejak tahun 2001. Karena saya senang berbagi apa yang saya ketahui dengan siapa saja. Dan tulisan-tulisan tersebut pun bebas untuk dipublikasikan ulang dimana saja (selama diberikan credit/acknowledgement)

Bayangkan bagaimana kagetnya saya ketika menyadari bahwa posting-posting saya di Facebook ternyata tidak muncul di search engine, seperti Google.

Padahal, privacy levelnya sudah di set ke “Public”. Alhasil, jadinya tidak banyak yang bisa menarik manfaat dari berbagai tulisan saya di Facebook.

Ini karena sifat Facebook adalah seperti “blackhole”. Dia menyedot semua orang dan informasi ke dalamnya, tapi yang sudah berada di dalam kemudian sulit untuk bisa diakses dari luar Facebook. Dengan cara ini, maka Facebook jadi tumbuh besar dengan kecepatan yang cukup fenomenal.

Seperti internet di dalam internet. Tapi internet yang di dalamnya ini, Facebook, bersifat tertutup, menutup diri dari Internet di luarnya.

Saya tidak senang dengan cara-cara seperti ini. Ini adalah tulisan dan konten saya, bukan milik Facebook. Saya berhak untuk membaginya dengan siapa saja yang saya inginkan. Saya membuatnya bukan untuk digunakan dengan semau Facebook.

Maka mulai sekarang saya akan berhenti menambah konten saya di Facebook, dan akan mulai untuk memindahkannya satu per satu ke blog saya.

Ada beberapa jenis konten yang bisa diakses dari luar Facebook dengan bebas / tanpa login. Contoh: notes & pages yang di set Public.

Too much noise / junk : istilah para engineer adalah, “bad signal-to-noise ratio“. Pada saat ini di Facebook, sudah terlalu banyak konten sampah. Saya bisa browsing ratusan posting dalam waktu beberapa menit, dan hanya ada beberapa saja yang bermanfaat.

Ini kontras total dengan Google Plus. Mayoritas posting yang muncul di stream Google Plus saya mengandung informasi yang sangat bermanfaat.

Hal ini adalah karena prinsip Facebook, yaitu “consumption of content”. Kita didorong untuk “mengkonsumsi” konten sebanyak-banyaknya, apapun konten itu 🙂 Karena ini jadi meningkatkan nilai Facebook ke para pemasang iklan dan partner bisnis mereka yang lainnya juga.

Facebook juga membatalkan rencananya memasang tombol “Dislike”, karena tombol Dislike ini bisa mengurangi tingkat konsumsi konten di Facebook.

Google Plus konsisten dengan konsepnya, yaitu berusaha memberikan kontrol semaksimal mungkin ke tangan kita. Dengan fitur “circles”-nya, maka kita jadi bisa mengatur sumber konten yang kita inginkan.

Bisa Anda coba sendiri dengan membuka halaman depan Google Plus.

Perhatikan bahwa di sebelah kiri atas ada 4 tombol, yaitu “All”, “Friends”, “Family”, dan “More” – dimana tombol-tombol tersebut akan menampilkan hanya konten di Circles / kelompok tersebut saja. Mudah sekali.

Sebenarnya dulu Facebook juga punya fitur serupa, mungkin masih ada yang ingat, yaitu “Lists”. Namun kini entah kenapa fitur tersebut pelan-pelan sudah lenyap dari muka Facebook….

Facebook: “Content Consumption Is King”.
Google Plus: (Quality) “Content Is King”.

Nampaknya kira-kira demikian satu lagi perbedaan Facebook dengan Google Plus. Dan tentu saja saya akan pilih yang lebih menguntungkan diri saya sendiri.

Privacy problems: untuk hal ini, soal privacy kita dan perlindungannya, track record Facebook jauh lebih buruk dibandingkan dengan Google Plus. Dari catatan FTC, jadi jelas bahwa bagi Facebook, privacy kita tidak dihargai.

Dikutip dari http://www.ftc.gov/opa/2011/11/privacysettlement.shtm :

    # In December 2009, Facebook changed its website so certain information that users may have designated as private – such as their Friends List – was made public. They didn’t warn users that this change was coming, or get their approval in advance.

    # Facebook represented that third-party apps that users’ installed would have access only to user information that they needed to operate. In fact, the apps could access nearly all of users’ personal data – data the apps didn’t need.

    # Facebook told users they could restrict sharing of data to limited audiences – for example with “Friends Only.” In fact, selecting “Friends Only” did not prevent their information from being shared with third-party applications their friends used.

    # Facebook had a “Verified Apps” program & claimed it certified the security of participating apps. It didn’t.

    # Facebook promised users that it would not share their personal information with advertisers. It did.

    # Facebook claimed that it complied with the U.S.- EU Safe Harbor Framework that governs data transfer between the U.S. and the European Union. It didn’t.

    # Facebook claimed that when users deactivated or deleted their accounts, their photos and videos would be inaccessible. But Facebook allowed access to the content, even after users had deactivated or deleted their accounts.

    Sangat keterlaluan sekali. Apalagi poin yang terakhir — ternyata konten milik kita tetap disimpan & dibukakan oleh Facebook, bahkan setelah kita menutup / menghapus account kita 🙁

Dan setelah kena hukum oleh FTC ini pun tetap saja Facebook tidak berubah. Misal: mungkin sebagian kita masih ingat ketika tiba-tiba alamat email di halaman Profile kita di Facebook mendadak berubah menjadi alamat email di Facebook, contoh: [email protected].

Tanpa izin atau bahkan sekedar pemberitahuan sama sekali, dengan seenaknya Facebook mengubah halaman profile pribadi kita.

Saya merasa sudah cukup muak diperlakukan seenaknya oleh Facebook. No more.

Security: dalam soal ini, lagi-lagi sejarah Facebook cukup buruk dibandingkan dengan Google Plus. Bahkan sampai foto pribadi Mark Zuckerberg sendiri pun sampai sempat bocor di Internet karenanya.

Sulit mengambil data milik kita sendiri: Facebook menyediakan fasilitas agar kita bisa mendownload seluruh data & konten kita yang ada di Facebook. Namun, proses downloadnya tidak lancar & sulit, seperti yang dialami juga oleh seorang kawan. Ukurannya besar, dan proses downloadnya lambat. Terkesan bahwa ini, akses ke data milik kita sendiri, bukanlah prioritas bagi Facebook.

Di Google Plus adalah kebalikannya. Dengan gagah, Google mencantumkan menu berjudulkan “Data Liberation“. Dari menu ini, kita bisa dengan mudah men download data-data milik kita sendiri.

Salut sekali untuk Google atas legowonya.

Menilik semua problem ini, maka saya memutuskan untuk menutup account saya di Facebook.

Apa yang Terjadi?

Well…tiba-tiba account saya aktif kembali di sekitar pertengahan bulan September 🙂
Saya bingung ketika menerima kembali notifikasi via email, seputar berbagai aktifitas kawan-kawan saya di Facebook.

Diskusi mengenai hal ini akhirnya tidak juga memberikan kepastian, karena ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Di lain sisi, Facebook memang sudah dihukum oleh FTC karena hal ini (account yang sudah non-aktif ternyata tetap dihidupkan oleh Facebook)

Bagaimana Selanjutnya?

Setelah menimbang beberapa hal, seperti posisi saya sebagai Admin di beberapa group & pages, maka saat ini saya belum bisa langsung meinggalkan Facebook. Maka saya akan lakukan beberapa hal berikut ini :

    -Berhenti posting konten di Facebook, kecuali link ke artikel blog saya.
    -Menggunakan Facebook sebagai sarana komunikasi. (message / chat)
    -Mulai memindahkan konten-konten yang sudah telanjur ada di Facebook ke blog saya.
    -Terakhir, setelah semua ini selesai (pemindahan konten & delegasi administrasi   group/page), maka saya bisa menutup account Facebook ini.

Selamat tinggal Facebook. Selamat datang Google Plus. Merdeka!*/Herry Sufehmi, pengamat IT, tinggal di Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:facebookold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejuta Yahudi Hengkang dari Israel Menuju AS dan Eropa
Tulisan selanjutnya Empat Santri Lolos Al Azhar, Anak Petani Bingung Biaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?