Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Era Tinta Dinilai Tak Relevan, Newsweek Akhiri Edisi Cetak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2012 05:17
Bagikan
era cetak dan tinta sudah berakhir, katanya
Bagikan

Hidayatullah.com—Kabar terbaru, majalah berita terkemuka, Newsweek, akan berhenti menerbitkan edisi cetak dan beralih ke digital. Majalah yang bermarkas di New York ini akan menerbitkan edisi cetak terakhirnya pada 31 Desember mendatang setelah berusia 80 tahun.

“Era cetak majalah dengan tinta akan berakhir di Newsweek pada 31 Desember 2012,” kata editor Newsweek, Tina Brown, seperti dikutip Huffington Post, 18 Oktober 2012. Sebagai penggantinya adalah versi internet dengan nama Newsweek Global yang mulai tersedia pada awal tahun depan.

Barry Diller, kepala perusahaan yang memiliki Newsweek, bulan Juli lalu telah mengumumkan bahwa penerbitan itu telah melakukan evaluasi mengenai masa depan majalah berita mingguan.

Pengumuman mengenai perpindahan dari cetak ke online itu diumumkan pada hari Kamis (18/10/2012).

Menurut  Tina Brown, percetakan dengan tinta serta kertas tidak lagi relevan digunakan majalah pada saat ini. Dengan format digital, menurutnya Newsweek dapat bisa menggapai banyak pembaca di seluruh dunia. Apalagi sudah banyak orang yang melek teknologi dan menggunakan telepon seluler pintar untuk mengakses informasi. “Tapi semuanya dapat berdampak pada pemecatan karyawan,” ujarnya dikutip AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pihak Newsweek mengatakan keputusan diambil untuk menanggapi tantangan ekonomi dalam percetakan dan distribusi.

“Kami mengalihkan Newsweek, tidak menyatakan selamat tinggal,” seperti tertulis dalam pernyataan Tina Brown, pemimpin redaksi dan pendiri situs internet Newsweek Daily Beast Company dikutip BBC.

“Keputusan ini bukan tentang kualitas merek atau jurnalistik, karena masih akan tetap kuat selamanya. Ini merupakan tantangan ekonomi dalam percetakan dan distribusi,” tambahnya.

Sebelumnya, selama berpuluh-puluh tahun, Newsweek  bersaing dengan TIME  namun belakangan ini keduanya menghadapi penurunan pendapatan secara terus menerus.

Tina Brown mengakui bahwa penggabungan edisi cetak dengan internet Daily Beast menjadi Newsweek Global akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja.

“Disesalkan kalau kami mengantisipasi pengurangan staf serta perampingan dari operasi redaksional dan bisnis, baik di Amerika Serikat maupun internasional,” tulisnya dalam memo yang disebarkan kepada para staf.

Ditambahkan bahwa versi internet nantinya akan berupa satu edisi tunggal untuk pasar internasional dengan sasaran para pengguna yang bergerak tinggi dan merupakan pembentuk opini yang ingin mengetahui peristiwa-peristiwa di dunia dengan isi yang canggih.

Edisi tersebut akan tersedia untuk komputer meja, tablet, dan telepon genggam berdasarkan sistem berlangganan.

Para wartawan mengatakan rencana penutupan Newsweek ini mencerminkan kecenderungan yang terus berlangsung di dunia surat kabar dan majalah untuk pindah ke internet sejalan dengan berkurangnya pemasukan iklan di edisi cetak.

Pada tahun 2003, sirkulasi majalah ini di seluruh dunia mencapai lebih dari 4 juta, termasuk 2,7 juta di Amerika. Tahun 2010, oplah majalah itu turun menjadi 1,5 juta. Majalah ini selain terbit dalam edisi internasional bahasa Inggris, juga terbit dalam edisi sejumlah bahasa antara lain Jepang, Korea, Polandia, Spanyol, Arab dan Turki. Edisi Rusia majalah ini ditutup pada Oktober 2010.

Setelah serangan 11 September, majalah ini mengeluarkan laporan utama berjudul “Why They Hate America?”, liputan terkenal dan menjadi kontroversi yang mengungkapkan kebencian di banyak belahan dunia muslim atas Amerika Serikat. Edisi ini adalah salah satu yang paling banyak dibaca orang di dunia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateonline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Pertimbangkan Serang Suriah
Tulisan selanjutnya KNRP Sumatra Barat Kirim 1.000 Hewan Kurban ke Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?