Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

PPI Wilayah Hadramaut Gelar Diskusi Toleransi Beragama

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Oktober 2012 14:23
Bagikan
bahasa yang tepat digunakan adalah “bertoleransi secara islami”
Bagikan

Hidayatullah.com–Mengawali kiprah perdananya dalam mengembangkan intelektualisme para pelajar yang berada di Negara Yaman khususnya wilayah Hadhramaut, Departemen Pendidikan dan Dakwah DPW Hadramaut Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Yaman menggelar program diskusi Fikroh yang merupakan salah satu dari sekian program kerja kepengurusan DPW periode 2012-2013. Dengan semboyan “kanal penajam intelektual”.

Diskusi yang telah menjadi program tahunan ini mencoba menghidupkan kembali semangat intelektual serta menggali potensi-potensi yang dimiliki pelajar Indonesia di Yaman agar lebih peka dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di zaman sekarang.

Zainal Fanani, selaku Ketua Departemen Pendidikan dan Dakwah DPW Hadramaut PPI Yaman periode 2012-2013 serta Abdul Basith selaku Koordinator Diskusi Fikroh mengaplikasikan gebrakan-gebrakan barunya dalam menghidupkan semangat para peserta dalam mengikuti diskusi.

Jika tahun-tahun sebelumnya acara diskusi dipusatkan di kantor DPW Hadramaut PPI Yaman, namun kali ini Departemen Pendidikan dan Dakwah mencoba mencari nuansa baru dengan mengadakan diskusi disetiap institusi yang ada di wilayah Hadramaut khususnya wilayah Tarim, di antaranya Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthofa, Pesantren Ribath Tarim dan Perguruan Darul Ghuroba’.

“Dengan begini diharapkan minat diskusan (peserta diskusi, red.) dalam menghadiri diskusi semakin besar,” ujar Zainal Fanani.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Acara diskusi perdana yang dihelat pada Rabu di auditorium Universitas Al-Ahgaff Yaman mendapat respon yang luar biasa dari para peminat kajian intelektual.

Dalam sambutannya, Pandi Yusron selaku ketua DPW Hadramaut PPI Yaman sangat mengapresiasi adanya terobosan-terobosan baru dalam mengembangkan minat intelektual para pelajar.

“Semoga forum diskusi Fikroh DPW Hadramaut PPI Yaman ini mampu berkontribusi dalam dunia pendidikan,” lanjut Pandi Yusron.

Tampil dalam forum diskusi Fikroh perdana yang dihadiri sekitar 80 peserta diskusi, M. Fuad Mas’ud mahasiswa asal Kuningan yang kali ini mengangkat tema “Non-Muslim dan Kebebasan Beragama dalam Kacamata Islam”.

Dalam presentasinya, M. Fuad Mas’ud menjelaskan bahwa benih-benih toleransi itu sebenarnya sudah ada semenjak diutusnya Rasulullah. M. Fuad Mas’ud menandaskan argumentasinya pada surat Al-Baqarah ayat 256 yang menyatakan bahwa tidak ada pemaksaan dalam beragama. Menurutnya, ayat tersebut merupakan pondasi utama dalam Islam tentang kebebasan beragama. Selain menguraikan argumentasi dari Al-Quran dan As-Sunnah, ia juga mengutip statemen dari pakar sejarah Barat, Gustav Labon yang mengatakan, “Apa yang saya teliti dari ayat-ayat Al-Quran menunjukan, sesunggunya konsep toleransi yang diusung Muhammad terhadap orang Nasrani dan Yahudi sangatlah luar biasa. Dan secara spesifik, tidak ada agama lain yang melakukan hal tersebut.”

Acara diskusi semakin seru manakala pembanding yang diundang Departemen Pendidikan dan Dakwah, M. Mahrus Ali (Ketua Organisasi Perkumpulan Pelajar Madura) mengkritisi isi makalah yang disampaikan pemateri.

Dalam penyampaiannya, M. Mahrus Ali mengajak para audien untuk merubah stigma yang tengah berkembang saat ini, di mana banyak dari para pemikir dan intelektual saat ini yang menyerukan untuk “berislam secara toleran”.

M. Mahrus Ali menjelaskan bahwa penggunaan kata ini kurang tepat. Karena dengan begitu berarti yang menjadi hakim adalah toleransi. Akibatnya, maka atas nama toleransi segala sesuatu yang dinilai berlawanan dengan konsep toleransi akan ditolak.

Ia mencontohkan, larangan mendirikan gereja di tengah masyarakat Muslim, konsep jihad, hukuman mati bagi orang murtad, dan lain-lain. Masih menurut M. Mahrus Ali, bahasa yang tepat digunakan adalah “bertoleransi secara islami”. Dengan begitu, maka konsep toleransi tidak mungkin berbenturan dengan ajaran agama Islam.

Diskusi tidak hanya berhenti disitu. Berbagai pertanyaan, sanggahan yang masuk serta perdebatan antar peserta diskusi begitu ramai dengan mengeluarkan argumentasinya masing-masing, menandakan bahwa diskusi kali ini memang benar-benar hidup.

Tapi, lagi-lagi semua berjalan atas dasar perhitungan waktu. Karena waktu yang tak lagi memungkinkan, acara diskusi terpaksa harus diakhiri meskipun semangat para peserta diskusi begitu menggebu bahkan sebagian besar dari mereka menginginkan agar diskusi tetap dilanjutkan.

Rangkaian acara diskusi diakhiri tepat pukul 23.00 malam waktu Yaman. Hadir pula dalam acara tersebut para pelajar dari Universitas Al-Ahgaff, perwakilan pelajar Ribath Tarim dan Pesantren Darul Ghuroba’.*/Kiriman Muhammad Fadhlillah, mahasiswa jurusan syariah dan hukum Universitas Al-Ahgaff, Hadhramaut-Yaman

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratePPItoleransiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belajar dari Haji: Bergerak Dalam Kebaikan
Tulisan selanjutnya Awad-awadan dan Kabsyah, Tradisi Idul Adha di Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?