Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir Batalkan Izin Khotbah Puluhan Ribu Da’i

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 September 2013 08:34 8:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2013 08:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah sementara Mesir mencabut sertifikat khotbah milik puluhan ribu ulama, pekan ini. Pelucutan tersebut merupakan serangan paling agresif terhadap kebebasan beragama di Mesir sejak penggulingan Presiden Mohammad Mursy sepuluh pekan lalu.

Mohamed Mukhtar Jumaa, Menteri Wakaf yang mengurus masalah keislaman, Senin lalu mengumumkan 40 ribu ulama yang akan berkhotbah pada salat Jumat mesti mengajukan permohonan ulang untuk mendapat sertifikat.

Ulama yang tak mengantongi sertifikasi dari Universitas Al Azhar di Kairo tak diperbolehkan berkhotbah. Universitas yang sudah menjadi lembaga negara resmi itu adalah salah satu sekolah agama tertua sedunia, juga pusat pendidikan Islam beraliran Sunni.

Dengan langkah ini, pemerintah Mesir menempatkan Al Azhar yang moderat dan bebas politik sebagai penyetir dakwah keagamaan. Ini adalah bagian dari upaya agresif pemerintah dalam mengontrol pergerakan Ikhwanul Muslimin, kelompok yang menyokong kemenangan Mursy lebih dari setahun lalu. Ia diangkat sebagai Presiden melalui pemilihan secara bebas untuk pertama kalinya di Mesir.

Meski demikian, kebijakan dari pemerintah interim Mesir—yang disokong militer—menandai kemunduran tajam ke arah pengekangan religius. Pengekangan semacam ini merupakan salah satu ciri khas diktator militer yang bertahan berpuluh-puluh tahun di Mesir, sebelum revolusi tahun 2011 menggulingkan Presiden Mesir saat itu, Husni Mubarak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Mesir juga telah melakukan sejumlah tindakan keras lain. Sebelumnya, pemerintah menangkap pendukung Mursy. Pemerintah interim juga memperbarui pemantauan khotbah di sejumlah masjid serta mempertimbangkan larangan keras bagi partai politik religius dan kelompok-kelompok lain, termasuk Ikhwanul Muslimin.

Pada saat yang sama, pemerintah Mesir melancarkan serangan militer di Semenanjung Sinai untuk menumpas ekstremis di kawasan itu. Selasa kemarin, pasukan tentara didukung helikopter tempur menyerang tempat yang diduga persembunyian milisi, kata seorang pejabat militer seperti dikutip Associated Press. Serangan menewaskan sembilan orang. Korban tewas bertambah sejak Sabtu menjadi 29 orang.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk mendominasi sekaligus mengendalikan masjid. Tujuannya untuk mencegah penggunaan masjid sebagai tempat perekrutan dan mobilisasi kelompok Islam garis keras,” sahut Khalil Al Anani, pengamat politik Islam dan ilmuwan senior di Middle East Institute, Washington.

“Ini merupakan salah satu gelombang nasionalisasi, depolitisasi, dan pengawasan masjid terbesar sejak  kebijakan Jamal Abdul Nasser [Presiden kedua Mesir] pada 1950-an dan 1960-an,” ujarnya dikutip indo.wsj.com

Jumaa, menteri keislaman Mesir, menyebut aturan baru ini sebagai upaya “modernisasi” pengayaan keagamaan di Mesir sekaligus “membuat masjid penuh, bukan kosong.”

Sebelumnya, sekitar 55.000 da’i yang tidak memiliki izin akan dilarang berceramah di masjid-masjid Mesir, kata Kementerian Urusan Agama dan Wakaf hari Selasa (10/9/2013) dilansir Al-Arabiya.

Tindakan itu merupakan upaya terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Mesir hasil kudeta dalam melumpuhkan para simpatisan pendukung mantan presiden Muhammad Mursy.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AzhardaiizinkhutbahMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Roker Ajak Masyarakat Cegah Peredaran Miras
Tulisan selanjutnya Wamenag: Ada 212 Ribu Perceraian Setiap Tahunnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?