Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesti: Iran Negara dengan Eksekusi Terbanyak per Kapita di Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2012 06:16
Bagikan
sebuah eksekusi di Iran
Bagikan

Hidayatullah.com–Organisasi HAM geram oleh meningkatnya eksekusi disiden, blogger dan aktivis di Iran. Kejahatan ringan dapat diganjar hukuman mati.

Situasi HAM di Iran memburuk dalam beberapa bulan terakhir, demikian menurut sebuah laporan PBB dikutup Deutsche Welle, Jerman.

Kabar mengenai hukum gantung 10 individu bulan Oktober lalu di sebuah penjara di Teheran atas tuduhan penyelundupan obat-obatan terlarang memicu kritik dari berbagai penjuru dunia. Hukum gantung tersebut melanggar hukum internasional yang mendikte bahwa hukum gantung harus dibatasi pada ‘kejahatan-kejahatan yang paling serius.’ Ini jelas bukan kasusnya di Teheran. Juga timbul keraguan mengenai keadilan dalam sidang terhadap para terdakwa, ungkap laporan yang disusun Komisi HAM PBB (UNHCR).

Organisasi HAM Amnesty International menyebut rangkaian eksekusi itu sebagai ‘pembunuhan massal oleh negara,’ seraya mengangkat bahwa 344 orang telah dieksekusi di Iran sejak Maret lalu.

Polisi di Teheran menyerang penyelundup dan pecandu narkoba Polisi di Teheran menyerang penyelundup dan pecandu narkoba

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Eksekusi terbanyak per kapita

Koresponden khusus PBB Ahmad Shaheed mengkonfirmasi angka Amnesty dalam laporan terakhirnya mengenai Iran akhir Oktober lalu. Lebih dari 300 eksekusi dilancarkan sejak awal tahun 2012 menurutnya. Angka tersebut mencapai 670 pada tahun 2011, membawa Iran sebagai negara dengan eksekusi terbanyak per kapita di dunia.

Namun dari 670 eksekusi di tahun 2011, 249 diantaranya dilaksanakan di balik layar.

Organisasi HAM khawatir bahwa eksekusi rahasia terhadap warga Iran termasuk proporsi yang cukup signifikan terhadap aktivis politik atau mereka yang tergabung dalam kelompok minoritas agama atau etnis.

Kalangan pengamat juga mencermati semakin meningkatnya jumlah eksekusi dalam hanya 2 bulan terakhir – yang tidak terbatas pada penyelundupan obat-obatan terlarang. Dalam periode 2 pekan, antara 30 hingga 80 warga Iran dieksekusi, ungkap koresponden khusus PBB Shaheed – mendasarkan perkiraannya pada informasi dari keluarga individu yang dieksekusi dan juga aktivis HAM di Iran.

Intimidasi 

Shirin Ebadi, pemenang Nobel Perdamaian dari Iran yang telah hidup di pengasingan di Inggris sejak tahun 2009, memandang rangkaian eksekusi akhir-akhir ini sebagai upaya pemerintah Iran untuk mengintimidasi rakyat dan mencegah mereka berdemonstrasi secara politik. Rezim di Teheran juga ingin mengirimkan sinyal kepada oposisi bahwa mereka siap untuk menggunakan kekerasan dan kebrutalan, ujar Ebadi kepada Deutsche Welle.

Abdolkarim Lahiji, wakil presiden Federasi Internasional untuk Liga HAM, juga melihat meningkatnya angka eksekusi sebagai upaya intimidasi.

Supresi media juga dinilai terus meningkat di Teheran. Salah satu dari banyak kasus adalah pembredelan surat kabar independen ‘Sharg’ setelah menerbitkan kartun yang mengkritik pemerintah. Sebagai tambahan, menurut laporan Shaheed, sekitar 40 jurnalis saat ini menginap di hotel prodeo.

Keluarga Beheshti mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana ia tewas Keluarga Beheshti mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana ia tewas.

Sesuatu yang baru bagi Iran adalah “polisi internet.” Organisasi yang disebut FATA tersebut terus mengawasi blogger yang kritis dan ‘tidak bermoral’ sejak dibentuk tahun 2011. Blogger Sattar Beheshti, yang dijebloskan ke penjara pada 30 Oktober lalu, tewas 3 hari kemudian dalam tahanan unit polisi ini. Kasus ini mengundang perhatian elit politik di Iran sehingga berujung pada penyelidikan parlemen dan komisi investigasi. Kepala FATA dipecat dan sejumlah anggota polisi lainnya diskors.

Jaksa Agung mengakui Beheshti dipukuli selama ditahan – namun menurutnya ini bukan menjadi penyebab kematian.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMiranold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dakwah Berliku Anak Kepala Suku
Tulisan selanjutnya Ponpes Darul Ulum Madura Tetap Serukan Qunut untuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?