Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kekerasan dan Penelantaran Anak Meningkat di Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2013 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2013 08:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah laporan mengungkapkan kurangnya jumlah pekerja perlindungan anak di negara bagian New South Wales telah meningkatkan kekhawatiran terhadap kekerasan dan penelantaran nasib anak anak di seluruh Australia.

Menurut angka dari Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia (AIHW ), menyatakan bukti kuat kekerasan dan penelantaran anak telah meningkat, demikian dikutip Radio Australia.

Laporan yang dirilis pada Maret, berjudul “Perlindungan Anak Australia 2011-12” menemukan jumlah anak anak yang menjadi subyek kekerasan meningkat dari 31.500 ke 37.800 orang.

Laporan kekerasan terhadap anak didukung oleh sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas perlindungan anak dan menyimpulkan terdapat sejumlah alasan anak anak dilecehkan, diabaikan dan disakiti.

Temuan tersebut terbalik dari tren penurunan dengan kenaikan di semua negara bagian dan teritori kecuali Tasmania dan Australia Selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan itu mengingatkan, di samping meningkatnya angka kekerasan dan menelantarkan anak anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kepedulian masyarakat dan perubahan di legislatif.

Temuan itu menunjukkan anak balita lah yang menjadi subjek kekerasan dan penelantaran.

Pada tahun 2011-2012, balita di bawah satu tahun menjadi bukti subjek penelitian 13.2 dari 1000 anak anak.

Sebaliknya, juru bicara AIHW Tim Beard mengatakan anak-anak dari usia 15 sampai 17 yang paling mungkin untuk menjadi subyek pembuktian dengan tingkat 3,2 per 1.000 anak di 2011-12.

Secara terpisah, AIHW menyatakan perintah untuk memberikan perlindungan dan perawatan untuk anak usia nol hingga 12 tahun pada perawatan meningkat dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2011, naik 4 sampai 8 per 1.000 anak .

Laporan itu sekaligus menunjukan peningkatan jumlah keluarga yang dianggap tidak mampu untuk merawat anak-anak, tetapi hal itu juga dapat mencerminkan perubahan standar masyarakat tentang keselamatan anak .

Jumlah anak anak yang diperintahkan mendapat perlindungan dan perawatan bertambah tiga oersen dari 2011 sampai 2012 atau dari 13.830 ke 14.191 anak.

Hampir setengahnya adalah balita.

Angka anak anak yang keluar masuk rumah asuh meningkat dari 7,3 per 1.000 anak di 2011 dan 7,7 anak pada 2012.

Mayoritas dari 39.621 anak-anak yang keluar masuk di rumah asuh, ditempatkan selama lebih dari setahun.

Pada 30 Juni 2012 terdapat hampir 40.000 anak keluar masuk dari rumah asuh. Sebanyak 90 persen berada di bawah kuasa perintah perlindungan dan perawatan.

Di seluruh Australia sebagian besar anak-anak yang keluar masuk rumah asuh ditempatkan dalam perawatan rumahan seperti dengan penjaga maupun keluarga asuh. Lebih dari separuh rumah tangga wali asuh memiliki beberapa anak asuh.

Sementara itu, anak warga Aborigin dan Torres Strait tetap menjadi yang tertinggi dari angka temuan itu.

Pada 2011-12, anak warga Aborigin dan Selat Torres Strait a hampir delapan kali lebih mungkin untuk menjadi subjek yang bisa dibuktikan terkait kekerasan dan penelantaran.*  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiakekerasan anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saat Ini 210 Anak Palestina Disekap, Kenapa Aktivis HAM Diam
Tulisan selanjutnya Panduan MUI Madura: Hotel Harus Dilengkapi Mushalla

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?