Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lagi, Kebrutalan Pemuda Amerika Tewaskan Puluhan Orang

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Desember 2012 08:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penembakan di sebuah sekolah dasar di Newton, negara bagian Connecticut, Amerika Serikat, pada hari Jumat (14/12/2012) telah menewaskan 20 anak, 6 orang dewasa dan seorang lainnya terluka.

Sebanyak 16 orang anak dinyatakan tewas ditempat kejadian di Sekolah Dasar Sandy Hook. Sementara dua orang lainnya meninggal dunia di rumah sakit, demikian dikatakan oleh jurubicara Kepolisian Connecticut Letnan Paul Vance dalam siaran persnya, lansir Xinhua.

Pembunuh ditemukan berada di sekolah itu, kata Vance, seraya menambahkan bahwa kejadian terkonsentrasi di dua ruang kelas sekolah dasar tersebut.

Kematian lain dilaporkan terjadi di tempat kejadian kedua di Newton, sehingga total korban tewas menjadi 28 orang.

Seorang korban lain menderita luka-luka namun selamat, kata Vance. Menurut laporan media, orang yang terluka itu adalah wakil kepala sekolah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam laporan-laporan media sebelumnya disebutkan bahwa pelaku adalah pemuda berusia 24 tahun Ryan Lanza. Namun polisi kemudian mengkonfirmasi bahwa pembunuhnya adalah adiknya, Adam Lanza yang berusia 20 tahun. Ryan Lanza dilaporkan masih dalam tahanan polisi.

Berbagai laporan mengatakan, ibu kedua pemuda itu, Nancy Lanza, juga ditemukan tewas di antara korban di sekolah. Namun, berita itu tidak dikonfirmasi oleh polisi.

Pelaku juga dilaporkan oleh berbagai media telah menembak salah satu saudara kandung laki-lakinya di New Jersey. Namun, kabar itu dibantah polisi.

Insiden penembakan yang kesekian kalinya terjadi di sekolah di Amerika Serikat itu membuat Presiden Barack Obama ikut berkomentar.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantor pers Gedung Putih, Obama mengatakan Amerika Serikat perlu untuk “mengambil tindakan yang berarti,” tanpa mempedulikan masalah politik, guna mencegah tragedi semacam itu terulang kembali. Obama menyoroti insiden penembakan yang sudah terjadi berkali-kali sepanjang tahun 2012 ini.

Obama memerintahkan bendera Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang di Gedung Putih, gedung pemerintah dan militer guna menghormati para korban penembakan.

Kejadian di sekolah dasar itu hanya 3 hari setelah terjadi penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Oregon yang menewaskan tiga orang, termasuk si pelaku.

Tahun 2007, insiden penembakan di perguruan tinggi Virginia Tech oleh seorang mahasiswa bersenjata telah menewaskan 32 orang.

Tahun 1999, di sebuah sekolah menengah di Littleton, Denver, dua remaja belasan tahun membunuh 13 orang dan melukai 24 orang lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaanakObamaold migratesekolah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswi Saudi Dilarang Pakai Celana Panjang
Tulisan selanjutnya PM Iraq Minta UE Tidak Mendesak Kristiani Keluar Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?