Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Penelitian: Karakter Virtual Bantu Anak Autis Berinteraksi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Maret 2013 12:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penelitian terbaru di Inggris menunjukan anak-anak autis dapat meningkatkan kemampuan mereka lewat interaksi dengan karakter virtual di komputer, yang bereaksi pada gerakan, sentuhan dan suara, demikian dikutip dw.de.

Banyak anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang sekitarnya. Namun perangkat teknologi terbaru dari Laboratorium Pengetahuan London di Inggris, membantu anak-anak di sekolah dasar untuk meningkatkan interaksi anak-anak tersebut di ruang kelas.
Proyek penelitian “ECHOES” memungkinkan anak-anak autis untuk berkomunikasi dengan karakter virtual bernama “Andy“, lewat layar sentuh monitor televisi.

Pimpinan proyek “ECHOES” Dr. Kaska Porayska-Pomsta mengatakan, “Ada banyak kemampuan penting yang dibutuhkan anak-anak untuk dapat berinteraksi sosial. Misalnya kemampuan untuk menatap mata orang lain, untuk memahami kemungkinan yang orang lain pikirkan. Ini benar-benar dasar komunikasi.“

Mengaplikasikan Kemampuan Virtual

Gagasan di balik proyek  “ECHOES” ini adalah mengajak anak-anak autis untuk berinteraksi dengan karakter virtual “Andy“. Bersama Andy mereka mempelajari kemampuan sosial, sehingga bisa mengaplikasikannya dalam dunia nyata, demikian dijelaskan Dr. Kaska Porayska-Pomsta.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Interaksi dengan lingkungan buatan dan Andy, difasilitasi lewat layar sentuh selebar 42 inci. Anak-anak dapat memainkan berbagai obyek dalam lingkungan buatan ini,“ ujar Dr. Kaska Porayska-Pomsta.

“Contohnya, ada pot-pot yang dapat mereka tumpuk, atau bunga yang dapat mereka pilih. Di layar sentuh itu, mereka seolah bisa menggoyang-goyangkan awan sehingga terjadi  hujan dan menumbuhkan tanaman. Idenya di sini adalah obyek-obyek tersebut diharapkan memancing interaksi social,“ lanjutnya.

Program komputer bekerja seperti konsol game modern Nintendo Wii dan Kinect untuk Xbox. Anak-anak bereaksi atas apa yang terjad di layar monitor, sementara program komputer bereaksi pada gerakan anak-anak itu, sentuhan dan suara mereka.

Eksplorasi Kemampuan Sosial

Teknologi yang dikembangkan ECHOES diuji coba di sekolah dasar Topcliffe di Birmingham. ada sekitar 50 dari 250 murid yang menderita autis. Hasil uji coba mendapat sambutan positif dari guru dan orang tua murid.

“Anak autis sangat tertutup dan berada di dunianya sendiri,” kata Sarah Quickenden, guru di Topcliffe. “Anak-anak yang tertutu sulit untuk dimotivasi mengeksplorasi kemampuan sosialnya. Mereka perlu punya kesempatan untuk menerapkannya dengan seseorang yang memang mereka inginkan sebagai pasangan berinteraksi.”

Autisme adalah masalah global

Quickenden dan koleganya terkesan dengan cara anak-anak bermain dengan obyek di layar. “Kurikulum biasa yang kami pakai tidak memberi tempat bagi mereka untuk mendemonstrasikan kemampuan tersebut,” ujarnya.

Integrasi Anak Autis

“Teknologi baru bukanlah obat penyembuhan untuk autis. Tapi mampu membantu anak untuk berkomunikasi. Anak-anak yang kesulitan berkomunikasi bisa berinteraksi dengan tokoh Andy. Bahkan saat Andy tidak lagi tampil di layar, anak-anak mencarinya,” jelas kepala sekolah Topcliffe Ian Lowe. “Mereka menaruh kepercayaan terhada karakter Andy. Dan cara berkomunikasi dengan Andy mereka bawa ke ruang kelas.”

Beberapa negara di Eropa tertarik untuk mengadopsi teknologi ECHOES. India juga siap menerapkannya. Selanjutnya, teknologi tersebut akan dirilis dalam bentuk aplikasi smartphone dan tablets. Sehingga murid bisa lebih mudah berinteraksi dengan “Andy”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Jurnalis Berdakwahlah untuk Kemuliaan Islam
Tulisan selanjutnya Terkait Tayangan “Yahudi” KAMMI akan Bertemu Metro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?