Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lagi, Amerika Serikat Penjarakan Aktivis Internet

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2013 08:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang peneliti kemanan internet divonis 41 bulan penjara dan denda US$73.000 atas dakwaan mencuri data iPad. Andrew Auernheimer dianggap bersalah mengakses server perusahaan raksasa telekomunikasi AT&T secara ilegal dan mencuri lebih dari 100.000 alamat e-mail pengguna iPad pada tahun 2010.

Setelah menghajar Auernheimer dengan vonis berat, hakim federal mengatakan dia berharap hukuman itu akan membimbing terdakwa ke jalan yang benar. Bekas penduduk Arkansas itu, yang akan mendapatkan pembebasan bersyarat setelah 3 tahun dibui, mendapatkan waktu 10 hari untuk mengajukan banding.

Bulan Nopember lalu Auernheimer didakwa melakukan pencurian identitas dan konspirasi untuk mendapatkan akses ilegal terhadap komputer milik orang lain.

“Saya tidak datang ke sini hari ini untuk meminta pengampunan,” kata Auernheimer kepada jaksa distrik Susan Wigenton, dikutip Russia Today Senin (18/3/2014).

“Internet jauh lebih besar daripada yang bisa ditampung oleh hukum manapun. Banyak, banyak pemerintah yang berusaha membatasi kebebasan internet pada akhiranya digulingkan,” tegas Auernheimer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat Auernheimer beribicara, seorang petugas menyuruhnya untuk menyerahkan telepon seluler miliknya, sementara petugas lain memborgol tangannya.

Hakim kemudian menetapkan sidang ditunda sementara, lalu Auernheimer dibawa ke ruang tunggu. Saat dia kembali ke ruang sidang, tubuhnya sudah dirantai. Pinggangnya dililit rantai dan borgol di tangannya dikaitkan ke rantai tersebut. Auernheimer menyeringai kepada para pendukungnya, yang sebagian mengepalkan tangan memberi semangat kepadanya.

Sebelum menghadiri sidang vonis, Auernheimer melakukan jumpa pers singkat di tangga gedung pengadilan, di mana kepada orang yang berkerumun dia berkata, “Saya akan dipenjara karena mengerjakan aritmetika.” Dia berulang kali mengatakan kasusnya bermotif politik.

Jaksa penuntut mengatakan, peneliti keamanan jaringan internet itu merupakan bagian dari kelompok online yang mengakali situs AT&T sehingga membocorkan 114.000 alamat e-mail pada tahun 2010. Dari ribuan alamat e-mail itu terdapat milik Walikota New York Michael Bloomberg, produser film Harvey Weinstein dan orang-orang terkenal lainnya.

Kelompok itu membagikan hasil retasannya ke situs Gawker yang kemudian mempublikasikan informasi tersebut.

Tahun 2011 terdakwa kedua dalam kasus yang sama sudah mengaku bersalah, sementara Auernheimer masih bersikukuh tidak bersalah, dengan mengatakan bahwa dia sedang melindungi publik dari keamanan jaringan internet perusahaan yang rentan.

Kasus Aaron Swartz

Pengadilan atas Auernheimer, sekali lagi menyoroti kasus-kasus pemenjaraan para aktivis internet oleh pemerintah Amerika Serikat dengan tuduhan peretasan.

Dua bulan sebelum vonis atas Auernheimer ini ditetapkan, aktivis internet muda terkemuka lainnya, Aaron Swartz, melakukan bunuh diri pada usia 26 tahun setelah menghadapi dakwaan pengadilan yang sangat berat, karena dituduh secara ilegal mendownload dan merilis jurnal-jurnal yang tersimpan dalam server JSTOR dari jaringan internet di perguruan tinggi terkemuka MIT.

Seperti halnya Auernheimer, Swartz mengaku tidak bersalah dan bertindak atas kepentingan publik. Dia berkeyakinan, informasi publik harus disosialisaikan seluas-luasnya kepada masyarakat. Sebagaimana diketahui JSTOR memberikan akses laporan ilmiah yang tersimpan di servernya sebagian secara gratis dan sebagian lain secara berlangganan.

Pengunduhan atas 4,8 juta artikel oleh Swartz tersebut diketahui oleh JSTOR yang kemudian menyelesaikan kasus itu dengan musyawarah tanpa gugatan ke pengadilan, dan Swartz telah menyerahkan data-data yang berhasil didapatkannya.

Sementara masalah antara Swartz dengan JSTOR sudah selesai, pada bulan berikutnya aparat federal justru menciduk pemuda itu dengan tuduhan pencurian data, penipuan lewat internet, mencuri informasi dari komputer yang diproteksi, merusak komputer yang diproteksi dan lain sebagainya, yang mana tuduhannya berhubungan dengan kasus JSTOR yang sudah selesai di luar pengadilan.

Swartz menyerahkan diri kepada aparat dan menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan. Dia dibebaskan dari tahanan dengan uang jaminan US$100.000 atau sekitar satu milyar rupiah pada September 2012. Jaksa kemudian menambah dakwaan atas Swartz dari empat menjadi tigabelas dakwaan, dengan ancaman hukuman 35 tahun penjara dan denda US$1 juta.

Tidak tahan dengan masalah hukum yang menimpanya, pemuda aktivis internet yang ikut membidani kelahiran aplikasi internet RSS saat berusia 14 tahun dan diakui kejeniusannya oleh banyak rekannya itu memilih bunuh diri pada 11 Januari 2013.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hackerold migrateperetas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenang Khansa Palestina: Perjalanan Jihad dan Pengorbanan
Tulisan selanjutnya Menyoal Asas Ganda RUU Ormas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?