Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Di Mesir, Taufiq Ismail Menyindir Ariel

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 20 April 2013 07:23
Bagikan
Bagikan

AWAL April 2013 lalu, sastrawan ternama Taufiq Ismail berkunjung ke Mesir untuk memenuhi undangan Seminar Internasional Studi Naratif ke-5 dengan tema “Naratif dan Metoda Penulisan Modern”. Acara ini diselenggarakan Egyptian Institute for Narrative Studies berkerja sama dengan Fakultas Sastra Universitas Terusan Suez, Mesir.

Memanfaatkan kedatangan Taufiq Ismail, Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Indonesia (PPMI) Mesir lantas menggagas acara talkshow dan sarasehan “Budaya, Sastra, dan Baca Puisi”. Acara ini diikuti banyak mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Mesir.

“Saat melihat kalian wahai para pemuda dan mahasiswa, saya seperti melihat masa depan Indonesia,” ujar Taufiq mengawali pembicaraannya di depan hadirin yang menyesaki Aula Limas, Kota Nasr, Kairo, Mesir (13/04/2013).

Taufiq menilai, masa depan bangsa itu berada pada pundak pemuda. Sejatinya, kata dia, perilaku pemuda dan mahasiswa sekarang bisa menjadi cermin seperti apa masa depan suatu bangsa tersebut.

Dalam acara bertajuk “Mengenal Lebih dekat kebudayaan Minang dan Sulawesi” ini, Taufiq mengupas novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dengan suasana keakraban yang melekati peserta, menjadikan Taufiq tak ragu melempar senyum dan guyonannya kepada peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Sastrawan senior kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini secara fasih lalu menceritakan riwayat kehidupan Buya Hamka, Buya Hamka tak lain masih sahabat karib dari mendiang  ayah Taufiq, KH Abdul Gaffar Ismail. Seperti biasa, di penghujung acara ia lalu didaulat membacakan sebuah puisi untuk para hadirin.

Menyindir Ariel

Tak berbeda dengan acara sebelumnya, sarasehan tersebut juga dipadati oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia, khususnya para pecinta sastra. Di antara mereka bahkan ada yang mengaku nge-fans berat Taufiq.

“Saya mencintai sastra sejak masa sekolah dulu. Terutama dengan puisi-puisi Taufiq Ismail,” ujar Fathinah, mahasiswi jurusan Ushuluddin, Universitas Al-Azhar Mesir.

Taufiq juga memaparkan hubungan antara sastra dan budaya Islam. Dia lalu membacakan sebuah puisi berjudul “Ariel, Cut Tari dan Luna Maya”. Puisi ini mengkritisi kebiasaan para selebritis tanah air menampilkan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai moral masyarakat.

Mendengar suara lantang Taufiq, suasana Aula Limas menjadi hening. Seluruh peserta lalu menyimak dengan seksama. Para peserta tampak semakin antusias dengan adanya diskusi dan tanya jawab.

Di penghujung acara, Taufiq juga mengapresiasi karya tulis mahasiswa yang masih eksis dalam dunia kuliah mereka. Terlebih beberapa buletin mahasiswa juga sempat diperlihatkan kepada Taufiq.

Sebagai tanda syukur, Taufiq memberi kabar gembira akan kumpulan puisinya “Debu di Atas Debu” telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Arab dengan judul “Turaab Fauqa at-Turaab” setebal 250 halaman.

Rencananya, buku tersebut diterbitkan oleh Lembaga Tinggi Kebudayaan Mesir dalam waktu dekat. Mendengar hal ini, para hadirin tak segan berkali-kali berucap takbir dan ucapan syukur.

“Alhamdulillah, dijamin cita rasa puisi itu makin terasa dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab,” sambut Qalbi, mahasiswi Universitas Al-Azhar Tingkat Satu asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Di penghujung acara, Taufiq menitip harapannya kepada seluruh mahasiswa Indonesia yang hadir. Ia berpesan agar mahasiswa tidak terlena dengan kemajuan teknologi yang kian canggih.

“Teknologi adalah sarana buat kita mendapatkan ilmu. Bukan justru menjadikan mahasiswa malas belajar,” pesan Taufiq mengingatkan.

“Selamat menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Sebab negeri kita membutuhkan kalian semua,” pungkasnya, diiiringi pekikan takbir dari seluruh mahasiswa.*/Kiriman Nurul Muhammad, Mahasiswi Universitas Al-Azhar Mesir 

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penolakan Miss World Bukan Soal “Bikini”
Tulisan selanjutnya Sekjen PBB: Hizbullah Membahayakan Kedaulatan Libanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?