Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Virus Flu Burung Bisa Jadi Senjata Biologis

Dija
Terakhir diupdate: 27 November 2011 07:09 7:09 am
Dija
Dipublikasikan 27 November 2011 07:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap varian virus flu burung yang sangat mematikan “ciptaan” seorang profesor Belanda dan menunda penerbitan hasil penelitiannya, menunggu penyelidikan yang sedang dilakukan.

Para peneliti, lapor Radio Nederland yang mengutip koran de Volkskrant Jum’at (25/11/2011), takut kelompok teroris berhasil mendapatkan informasi tentang virus tersebut, lalu menggunakannya sebagai senjata biologis.

Ironisnya, penelitian yang dilakoni ilmuwan Belanda tersebut, justru prakarsai dan dibiayai oleh NIS, lembaga penelitian medis Amerika Serikat.

NIS meminta Ron Fouchier, profesor virologi molekuler dari Universitas Erasmus, Rotterdam, untuk meneliti apakah virus flu burung H5N1 dapat mengakibatkan pandemi.

Fouchier mematahkan skeptisisme para ilmuwan. Ia berhasil “menciptakan” virus flu burung yang mematikan, hanya dengan mengubah sedikit DNA virus H5N1.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Selama ini, virus flu burung jarang menular dari hewan kepada manusia. Namun, bila hal itu terjadi, maka akibatnya sangat fatal.

Dengan mengubah sedikit gen virus, Fouchier berhasil menularkan virus flu burung kepada musang, binatang yang biasa dipakai untuk meneliti transmisi virus flu antar manusia, karena kesamaan sistem imunnya dengan manusia.

Fouchier memasukkan artikel berisi penjelasan hasil penelitiannya ke jurnal ilmiah Amerika Serikat, Science. Tapi, sebelum mempublikasikan artikel itu, pihak redaksi menghubungi lembaga pemerintah Amerika yang mengurusi masalah bioterorisme, untuk meminta persetujuan.

Saat ini, The National Science Advisory Board for Biosecurity sedang menyelidiki apakah informasi tentang virus yang dimodifikasi itu berbahya jika disebarluaskan ke publik.

Menurut de Volkskrant, Fouchier menolak untuk memberikan komentar, sampai penyelidikan atas hasil peneltiannya selesai.

Penundaan publikasi hasil penelitian tersebut mendapat kecaman dari sejumlah ilmuwan dan menimbulkan perdebatan tentang kebebasan saintifik di kalangan peneliti.

Hasil penelitian serupa atas H5N1 oleh peneliti Jepang, juga sedang diselidiki.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Venezuela Tarik Emasnya dari Bank Eropa
Tulisan selanjutnya Waspada Separatis dan Pangkalan Militer AS Mengancam NKRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?