Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Google Akui Palestina

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Mei 2013 08:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mesin pencari di dunia maya, Google, mengambil langkah politis terhadap Palestina, dengan mengubah tagline wilayah yang semula tertulis “Palestinian Territories” menjadi “Palestine”.

Perubahan itu dilakukan sejak tanggal 1 Mei 2013 ini, di mana untuk alamat Google.ps di kanan bawah logo Google tertulis “Palestina” dalam bahasa Inggris atau Arab.

Dalam pernyataannya kepada BBC (3/5/2013), jurubicara Google Nathan Tyler mengatakan bahwa perusahaannya mengubah “Palestinian Territories” yang tercantum dalam semua produknya menjadi “Palestine”, setelah berkonsultasi dengan sejumlah sumber dan pihak berwenang.

“Dalam kasus ini, kami mengikuti petunjuk PBB, ICANN [Internet Corporation for Assigned Names and Numbers], ISO [International Organization for Standardization] dan organisasi-organisasi lainnya,” kata Tyler.

Keputusan Google itu disambut baik Otoritas Palestina.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Sabri Saidam jurubicara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya pernah meminta Google mengubah nama untuk negara Palestina. Menyusul pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa 29 Nopember 2012, pemerintah Palestina mengirim surat tertulis kepada organisasi-organisasi internasional guna mengubah penggunaan “Wilayah Palestina” menjadi “Palestina”.

Sementara itu dilansir AFP, Zionis Israel lewat jurubicara Kementerian Luar Negeri Yigal Palmor mempertanyakan keputusan Google tersebut dan dasar dari sikap perusahaan swasta itu dalam politik internasional, yang dianggapnya mengejutkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:googleold migratepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masuk Musim Kebakaran, California Mulai Dilalap Api
Tulisan selanjutnya Umat Islam Minta Pemimpin Buddha Indonesia Tekan Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?