Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2013 09:38
Bagikan
Bagikan

HATI  Robith begitu bahagia ketika melihat anak-anak didiknya bisa baca tulis  al-Qur’an.  Meski panas teri begitu menyengat, ia tak pernah letih dan tetap tegar mendampingi anak-anak agar bisa membaca al-Quran.  Robith adalah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammad Natsir Jakarta.

Robith ditugaskan pertama ke Pulau Kera Kabupaten Kupang  NTT beberapa bulan yang lalu. Meski baru pertama kali terjun di medan dakwah, baginya ini sebuah pengalaman sangat luar biasa yang tak akan pernah dia dapatkan di kampus.

“Apa yang saya rasakan sekarang adalah pelajaran hidup yang berharga, kebahagian yang sulit digambarkan oleh kata-kata. Saya serong menetes air mataketika melihat anak-anak bisamengaji. Apa yang selama ini saya dapatkan di bangku kuliah sangat sedikit, tapimanfaatnya begitu besar untuk mereka,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Baru beberapa bulan saja di Pula Kera, Robith mengaku kulitnya langsung berubah kehitam-hitaman.

“Mudah-mudahan Allah akan mengannti kulit saya kelak di yaumul qiyamah, ” ujar pria kelahiran Temanggung Jawa Tengah ini berharap. Maklum saja di Pulau Kera sulit untuk mendapatkan air bersih untuk mandi, cuci dan minum.

Baca Juga

(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Berbeda dengan Amanda Ikramatullah.  Lelaki asal Madura inipun punya kisah tidak kalah menarik. Perjalanan dakwah hingga sampai ke Pulau Kera sudah lebih 10 bulan. Awalnya, ketika pertama kali akan ditugaskan di pula ini, terbayang dalam benaknya  pulau ini banyak monyet, sesuai namanya. Akan tetapi saat kakinya mendarat tak seekor monyet yang nampak berkeliaran.

Yang ada justru terdengar suara anak-anak mengaji dari sebuah mushollah kecil yang sederhana. Kala itu ia memperhatikan anak-anak tampak asyik mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Qur’an (TPA) yang dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Semangat dan ketekunan yang selalu ditunjukan anak-anak Pulau Kera membuat  lulusan pesantren Abu Hurairah Sepeken, Madura Jatim ikut menjadi ceria dan gembira. Terutama ketika melihat anak didiknya menampakkan semangat dan ketekunan belajar.

Tidak heran jika tadinya anak yang kurang menangkap pelajaran saat diterangkan bacaan panjang  dan pendek huruf hijaiyah, merekapun cepat menangkap pelajaran yang diterangkan.

“Suatu kesyukuran saat anak-anak itu bisa cepat menangkap apa yang dijelaskan,” ucap Amanda. Lain hal kalau anak-anak yang menangkap pelajaran agak lambat, biarpun dijelaskan dengan bahasa setempat tetap saja ada yang kurang paham, tambahnya.

Yang menarik menurut Amanda, mayoritas masyarakat yang mata pencaharian adalah nelayan membuat watak dan tutur katapun terdengar keras  seolah kasar. Namun hatinya sangat lembut.

Selain Robith dan Amanda ada pula pengalaman Muhammad Saharuddin. Saharuddin, kelahiran Pulau Gili Genting, Madura Jatim adalah lulusan STAIL PP Hidayatullah Surabaya.

Saat pertama kali akan dibacakan penugasannya untuk dakwah,  Sahar, demikian panggilan akrab Saharuddin tidak mengetahui sama sekali di mana dia akan ditugaskan. Pikirnya dia akan ditugaskan di Sumatra, Jawa atau Sulawesi.

Namun ketika dibacakan Surat Keputusan (SK) penugasan ke Kupang   Barat, NTT, saat itu juga gema takbir keluar dari lisannya memekkikan ruangan wisuda.

Setelah dibacakan SK, diapun berpamitan sama para guru dan keluarganya di Pulau Gili Genting Madura dan segera menuju tempat tugas.

Setiba di Kupang ia dijemput Ustad Aldo. Sudah  menjadi tradisi saat tamu yang hadir di Kampus Hidayatullah Kupang Barat selalu dipersilahkan memperkenalkandiri. Saat akan memperkenalakan diri, Saharuddin menatap wajah para santri. Tapi betapa kagetnya, menurutnya wajahnya hampir mirip semua.

“Hampir semua wajah santri sama danmirip-mirip,” ujarnya mengenang.

Sudah satu tahun lebih Sahar ditugaskan di Kota Karang, banyak pengalaman menarik yang didapatkan di antaranya, saat dirinya diamanahkan mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas VII, VIII, IX MTs dan XI MA  ia lenih suka membawa para siswanya keluar ruangan sekaligus melihat alam semesta ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebenarnya, membawa anak-anak ke luar ruangan dilakukannya mengingat kondisi buku panduan belajar di daerah itu sangat minim.  Karena itu Sahar berharap ada pihak-pihak yang ikut memperhatikan nasib anak-anak ini dengan menyumbangkan buku-buku yang menunjang pengetahuan mereka.

Meski terbatas, Sahar bukan tipe yang pesimis. Dia yakin, suatu hari nanti di tempatnya mengabdikan ilmu ini akan menjadi sekolah bermutu di daratan Timor dan sekitarnya.Tidak hanya itu  ia bahkan berharap di tempat ini akan lahir generasi Islam yang melahirkan ilmuwan-limuwan Muslim yang memumpuni dan melanjutkan estafeta perjuangan Islam di NTT ke depan.*/Usman Aidil Wandan, kontributor hidayatullah.com Kupang NTT

Rubrik ini adalah kanal khusus lembaga Persaudaraan Dai Nusantara (Pos Dai). Dukung dakwah para dai nusantara melalui rekening donasi Bank BSM: 733-30-3330-7 atau BNI 0254-5369-72 a/n Pos Dai atau Yayasan Dakwah Hidayatullah Pusat Jakarta. Ikuti juga program, kegiatan dan kiprah dakwah dai lainnya serta laporan donasi di portal www.posdai.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:da'idakwahkupangold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Berusaha Bunuh Pasien Gaza Dengan Racun
Tulisan selanjutnya Diteror Ular, Puluhan Warga Iraq Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

16 Mei 2013 10:55

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32

Dauroh Muallim Dai se-Nusantara

2 Mei 2013 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?