Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Veteran Angkatan Udara Amerika Bantah Tuduhan Berusaha Gabung ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2015 13:31 1:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2015 13:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang veteran Angkatan Udara Amerika Serikat yang dituduh berusaha untuk bergabung dengan kelompok ISIS/ISIL muncul di pengadilan di New York dan membantah semua dakwaan.

Tairod Nathan Webster Pugh, mantan mekanik angkatan udara asal New Jersey, berbicara di persidangan itu hanya untuk mengulangi namanya dihadapan hakim.

Pengacaranya, Michael K. Schneider, yang berbicara menyampaikan sikap kliennya atas dakwaan yang diajukan.

Pugh didakwa berusaha memberikan dukungan material kepada sebuah kelompok teroris dan menghalangi proses hukum.

Pria berusia 47 tahun itu dicegat di sebuah bandara di Turki pada Januari lalu, dengan laptop berisi informasi terperinci mengenai perlintasan perbatasan ke Suriah, serta video-video kelompok ‘jihadis’, demikian menurut dokumen pengadilan dikutip BBC Kamis (19/3/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebuah surat yang ditulis Pugh kepada seorang wanita yang diduga adalah istrinya menyebutkan, “Aku akan menggunakan talenta dan keahlian yang diberikan Allah kepadaku untuk menegakkan dan membela Negara Islam.”

Jaksa penuntut mengatakan Pugh adalah seorang warganegara Amerika yang dilahirkan dan dibesarkan di AS.

Menurut sebuah pernyataan dari Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur New York, Pugh dulu pernah bertugas sebagai spesialis avionik dan mekanik di Angkatan Udara Amerika Serikat.

Setelah meninggalkan dinas kemiliteran, dia melakukan pekerjaan yang sama untuk beberapa perusahaan di Amerika Serikat dan Timur Tengah.

Hakim Nicholas Garaufis menetapkan sidang selanjutnya pada bulan Mei untuk memeriksa bukti-bukti perkara dan membahas pengakuan bersalah/ tidak terdakwa.

Berikut cuplikan kronologi menjelang deportasi Pugh yang dirilis Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York seperti dikutip BBC:

1986-1990: Bertugas di AU Amerika Serikat sebagai spesialis avionik dan mekanik.

1998: Pindah ke San Antonio, Texas, di mana dia memeluk agama Islam.

2001: Bekerja sebagai mekanik untuk American Airlines, di mana ketika itu FBI mendapatkan laporan dari seorang rekan kerjanya bahwa Pugh bersimpati kepada Usamah bin Ladin dan mengatakan pemboman atas sejumlah kedutaan AS tahun 1998 dapat dibenarkan.

2002: FBI menanyai seorang rekan kerjanya yang mengatakan bahwa Pugh tertarik pergi ke Chechnya untuk melakukan jihad.

Oktober 2009-Maret 2010: Bekerja sebagai avionik untuk DynCorp di Iraq.

10 Januari 2015: Mengatakan kepada otoritas di Turki bahwa dia sedang berlibur di negara itu, kemudian dikirim ke Mesir di mana dia ditahan sambil menunggu proses deportasi ke Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes AS Untuk PBB: Hampir Semua Masjid Di Afrika Tengah Dihancurkan
Tulisan selanjutnya Yordania Tangkap Ribuan Pengemis, yang Dewasa Diproses Kriminal Mampu Bayar Tebusan 1,8 M

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?