Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sungguh! Masa Tidur Telah Habis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2015 10:46 10:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2015 10:34
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

SAAT Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam berselimut, turunlah wahyu(Qs. Al-Muddatsir: 1-7). Beliau pun bergegas bangun dari ranjang. Khadijah sebagai istri yang melihat suami tercinta terlihat letih, segera menganjurkannya tidur kembali supaya hatinya tenang. Jawaban sang suami sungguh dahsyat dan tak pernah diprediksi:

“Wahai Khadijah! Masa tidur dan istirahat telah habis. Jibril telah memerintahkanku memperingatkan dan berdakwah pada manusia.”(Muhammad Husain Haikal, Hayāt Muhammad, 1/192).

Sejak saat itu, memang terbukti. Hari-hari Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam –selama dua puluh tiga tahun lamanya- padat dengan kegiatan dakwah.

Pernyataan itu bukan menunjukkan beliau tidak tidur sama sekali, tapi waktu tidur untuk hal-hal yang mubah, dikurangi.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Waktunya lebih banyak digunakan untuk hal bermanfaat. Bukan 24 jam tidak pernah tidur. Beliau sendiri menganjurkan melakukan sesuatu secara seimbang serta memberikan hak-haknya.

Suatu saat beliau pernah menegur orang yang bertekad tidak tidur dan ingin shalat tahajud selamanya. Di akhir hadits beli berkata: “Barangsiapa benci sunnahku maka bukan dari (golongan) ku.”(HR. Bukhari Muslim).

Beliau diutus sampai dua puluh tiga tahun. Tugasnya sangat berat. Di samping sebagai nabi dan rasul, beliau juga seorang ayah, suami dari sembilan istri, imam masjid, sewaktu di Madinah hampir tiga bulan sekali memimpin ekspedisi militer. Jadi sangat wajar jika beliau sangat sedikit tidurnya. Di samping itu, bukankah dalam Al-Qur`an disebutkan bahwa ciri-ciri orang muhsin(baik) di antaranya: Pertama, sedikit tidur di malam hari. Kedua, istighfar di waktu sahur(Ad-Dzariyat: 17-18).

Beliau benar-benar mempraktikkan ayat tersebut, karena menurut Ibunda Aisyah, ‘Akhlaknya adalah Al-Qur`an’(HR. Ahmad).

Para ulama pun ternyata memiliki kebiasaan yang sama. Muhammad bin Al-Hasan sangat sedikit tidurnya di malam hari karena sibuk dengan kegiatan keilmuan (31). Abu Bakar Al-Baqalani, tidak akan tidur malam sebelum menulis tiga puluh lembar(87). Qadhi Iyadh juga memperingatkan agar penuntut ilmu sedikit makan dan tidur (109-110).(Abdul Fattah Abu Ghuddah, dalam Qīmatu al-Zaman `Inda al-`Ulamā).

Ibnu Rusyd pengarang kitab Bidāyatu al-Mujtahid –dalam sejarah- tidak pernah meninggalkan malam-malamnya, kecuali membaca buku. Beliau selalu begitu, kecuali dua malam saja:

Pertama, waktu ayahnya wafat. Kedua, waktu malam kemantin. (baca: Kaifa Tushbinu `Āliman, Rāghib al-Sirjāni). Imam Syafi`i membagi waktu malamnya menjadi tiga: untuk ilmu, tidur dan beribadah. Jadi porsi untuk tidur hanya spertiga malam. (Imam Ghazali dalam Ihya Ulumiddin, 1/24).

Karena itu, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan: “orang-orang besar di dunia, waktu tidurnya rata-rata sedikit.” Waktu mereka tidak pernah disia-siakan untuk tidur kalau tidak mengantuk benar.

Imam Ghazali pernah mengalkulasikan, jika umur rata-rata manusia ialah enam puluh tahun, seandainya setiap hari tidur selama delapan jam, maka selama hidup ia akan tidur selama dua puluh tahun. (Ihyā `Ulūmi al-Dīn, 1/339).

Bayangkan! Sepertiga hidup hanya untuk tidur. Lalu bagaimana dengan yang tidur lebih dari delapan jam perharinya. Betapa banyak waktu terbuang sia-sia hanya untuk tidur?

Kalau kita hendak mengukur diri, ada baiknya mengalkulasi sudah berapa tidur kita selama. Kalau ternyata, waktu tidur lebih bayak dari pada waktu-waktu yang bermanfaat, maka percayalah bahwa kita masih jauh dari kesuksesan. Beranikah kita berkomitmen seperti Nabi: “Waktu tidur telah habis!”. Wallahu a`lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al muddatsirbangun malamibnu rusydtahajud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HAMAS Umumkan Pelarangan Gerakan Syiah ‘Ash-Shabirin’ di Jalur Gaza
Tulisan selanjutnya Menag Mengklaim Islam Nusantara Implementasi Ajaran Islam di Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?