Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Minta Maaf, Penasihat Senior Partai Liberal Hina Menlu Marty di Twitter

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 November 2013 10:49 10:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 November 2013 10:49
Bagikan
Textor menghina Marty Natalegawa seperti bintang porno asal Filipina era tahun 1970-an
Bagikan

Hidayatullah.com–Saat Perdana Menteri Tony Abbott tengah berupaya meredam kemarahan Indonesia akibat ulah spionase yang dilakukan Badan Intelijen Australia (DSD), seorang penasihat senior Partai Liberal, Mark Textor, berkicau di akun Twitter dan menghina sikap Pemerintah Indonesia.

Textor menulis di akun Twitter nya dengan menyamakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dengan bintang porno asal Filipina era tahun 1970-an.

Laman Brisbanetimes, Kamis 21 November 2013 melansir komentar Textor dikhawatirkan malah semakin membuat panas ketegangan di antara kedua negara.

“Permintaan maaf yang dituntut dari Australia oleh seorang pria yang mirip dengan bintang porno Filipina tahun 1970-an dan secara etis memang sesuai,” tulis Textor yang diberi tanda pagar Fairfax menuntut peredaan.

Belum cukup sampai di situ, pria yang juga berprofesi sebagai ahli strategi kampanye dan pengumpulan suara bagi Partai Liberal itu, turut menghina cara komunikasi yang dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Twitter untuk murka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kepala Negara macam apa yang berkomunikasi dengaan seorang Kepala Pemerintahan negara tetangga melalui Twitter?” kicau Textor dikutip VIVAnews.

Dia pun turut menyindir SBY terlambat mengeluarkan uneg-unegnya, karena aksi penyadapan itu muncul dari dokumen milik mantan kontraktor NSA, Edward Snowden tahun 2009 lalu. “Mungkin SBY menggunakan kalender aneh,” imbuhnya.

Lantas dalam kicauan selanjutnya, ahli strategi kampanye jebolan Universitas Nasional Australia, Canberra, ini membela aksi spionase yang dilakukan DSD terhadap Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono dan delapan pejabat terdekat dengan orang nomor satu di tanah air itu.

Dia lantas menyindir Pemerintah Australia yang memperoleh keuntungan dengan hasil sadapan itu, karena jarang terjadi aksi pengeboman di Negeri Kanguru.

“Terakhir kali saya memeriksa, tidak pernah ada sebelumnya warga Indonesia yang jadi korban bom di Australia,” tulis Textor sambil mempublikasikan gambar pelaku bom Bali. Di bawah gambar itu diberi caption “tidak ada yang terlihat di sini”.

Sayang, saat dicek ke akun Twitternya, kicauan Textor mengenai hal itu tak lagi terlihat.

Mengetahui kicauan tersebut, Juru Bicara Urusan Luar Negeri kelompok oposisi, Tanya Plibersek, meminta Abbott dan Pemerintahannya tidak menanggapi pernyataan Textor.

“Komentar-komentar ini benar-benar memalukan. Perdana Menteri, Partai Liberal dan Pemerintah Australia harus menjauhi mereka secepatnya dan bersikap tegas,” ujar Plibersek.

Sementara mantan PM dari Partai Liberal, Malcolm Fraser, menuntut agar Textor segera dipecat sebagai ahli strategi kampanye partai tersebut.

Textor dianggap sebagai salah satu orang yang jitu dapat mempengaruhi warga di Australia. Sebelumnya dia pernah menyarankan agar para perusahaan yang ingin mempekerjakan karyawan baru untuk menengok akun Twitter calon pegawainya. Hal itu lebih jitu dan menggambarkan kepribadian diri seseorang ketimbang melihat lampiran riwayat hidupnya.

“Sudah tak dapat dihindari, pengguna Twitter mempublikasikan berbagai materi yang menurut mereka menarik. Jadi, ketimbang membaca sebuah CV dengan daftar minat yang biasa, seperti membaca, menonton film dan isu terbaru.”

“Anda dapat menilai apa yang sebenarnya mereka pikirkan mengenai isi sebuah buku atau anggukan persetujuan Anda melalui kicauan terbaru calon pegawai,” saran Textor.

Hal itu, lanjut Textor, jauh lebih membantu untuk menentukan apakah calon pegawai itu sesuai dengan posisi yang ditawarkan dan dengan kebudayaan kerja di tempat tersebut. 

Textor juga diketahui memiliki sebuah perusahaan konsultan yang menawarkan jasa riset pasar, strategi komunikasi dan eksekusi kampanye baik dalam bidang politik maupun perusahaan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAustraliaindonesiapenyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Komnas HAM Minta Dubes Indonesia di AS Dipulangkan Juga
Tulisan selanjutnya Media Australia: Darwin Paling Dirugikan Ketegangan RI-Ausralia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?