Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Yarmuk yang Menentukan (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2015 16:41 4:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2015 16:41
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abu Fatah Grania

PERSIAPAN Pasukan perang pun tak terhindarkan. Mahan membagi pasukannya dalam 4 satuan regular yang menyebar dari Yarmuk sampai daerah selatan perbukitan Jabiya sepanjang 12 mil (sekitar 20 km, sangat panjang).

Sayap kanan dipimpin oleh Gregory, sayap kiri oleh Qanateer dan pasukan tengah tersusun oleh satuan Dairjan dan pimpinan satuan Mahan sendiri. Pasukan kavaleri dibagi pada semua satuan, dimana pasukan infantri pada barisan depan dan pasukan kavaleri bagian belakang sebagai cadangan. Barisan terdepan terdiri dari pasukan Jabalah dengan kekuatan kuda dan untanya.

Khusus pasukan Gregory, ia menggunakan rantai yang mengikat antar pasukannya untuk meredam serangan kavaleri persis dengan taktik Hurmuz dalam Perang Rantai di Irak Persia sebelumnya. Sejumlah 30.000 pasukan Bizantium dipimpin Gregory dimana rantai-rantainya mengikat tiap 10 orang.

Khalid ra. sang penakluk Iraq, memimpin rapat dewan perang. Ia membagi pasukannya menjadi satuan infantri dan kavaleri. Jumlah kavalerinya hanya seperempat dari seluruh pasukan. Kemudian ia membagi seluruhnya menjadi 36 resimen infantri dan 4 resimen kavaleri serta pasukan khusus dinamis (mobile guard) sebagai cadangan.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Pasukan tengah dipimpin Abu Ubaidah (bagian kiri) dan Syurahbil (bagian .kanan). Sayap kiri dipimpin Yazid dan sayap kanan dipimpin Amru bin Ash, sehingga terbagi menjadi 4 batalion.

Barisan sayap kanan dan kiri membawahi 1 resimen kavaleri yang Dipersiapkan sebagai counter-attack atas tekanan Bizantium. Di belakang barisan tengah disiapkan 1 resimen kavaleri cadangan dan mobile guard di bawah komando Khalid ra. langsung. Jika Khalid ra. sibuk memimpin pertempuran,maka mobile guard dipimpin Dhirar.
Tiap-tiap batalion terdiri dari 9 resimen infantri. Pembagian resimen dibagi berdasarkan kesukuan, sehingga member motivasi khusus bagi tiap-tiap resimen untuk menunjukkan kemampuannya.

Jika barisan Bizantium terdiri dari sekitar 30 baris sepanjang 20 KM, sementara muslimin hanya sekitar 4 baris pasukan memanjang mengimbangi panjangnya pasukan musuh, cukup signifikan perbedaan kekuatan pasukan antar kedua belah pihak.

Selama satu bulan lamanya tidak terjadi pertempuran antara kedua belah pihak selain hanya saling menunggu. Pasukan Muslimin tidak mau gegabah melakukan serangan karena jumlahnya musuh yang terlampau besar.

Sementara pihak Bizantium juga belum memiliki keberanian besar untuk lebih dulu menyerang Muslimin. Masa senggang ini justru membantu kekuatan Abu Ubdaiah dengan datangnya 6.000 pasukan baru yang datang dari Yaman.

Ratusan sahabat Rasul juga tidak mau ketinggalan dalam ajang perang hidup mati yang menentukan nasib Islam ke depan. Terdapat di dalam pasukan baru tersebut seperti Zubair bin Awwam, Abu Sufyan dan istrinya, Hindun.

Akhirnya, pada pekan ketiga Agustus 636 M, Perang Yarmuk mengguncang Timur Tengah, goncangan yang bergetar sampai pedataran Eropa, Afrika, bahkan Asia pada dekade berikutnya. Perang yang direkam oleh seluruh sejarawan dan menjadi salah satu referensi strategi perang bagi Jendral-jendral saat ini.

Menjelang perang bergema, Mahan kembali mengundang muslimin untuk negoisasi, dan Abu Ubaidah mengutus Khalid ra.

“Kami mengetahui, bahwa yang mendorong kalian keluar dari negeri kalian tak lain hanyalah kelaparan dan kesulitan. Jika kalian setuju, saya beri masing-masing kalian 10 dinar lengkap dengan pakaian dan makanan, asalkan kalian pulang kembali ke negeri kalian. Di tahun yang akan datang saya kirimkan sebanyak itu pula…!” tawar Mahan.

“Sebenarnya, yang mendorong kami keluar dari negeri kami, bukan karena lapar seperti yang anda sebutkan tadi, tetapi kami adalah satu bangsa yang biasa minum darah. Dan kami tahu benar, bahwa tak ada darah yang lebih manis dan lebih baik dari darah orang-orang Romawi, karena itulah kami datang!” jawab Khalid ra. menteror lawan. (Ibnu Katsir, 7/14)

Selama satu hari penuh kedua belah pihak kembali mengatur posisi dan formasi. Masing-masing pihak berupaya membangun semangat dan doa mengharap kemenangan dari Allah. Para mujahidin memanjatkan impian untuk memperolah mati syahid atau kemuliaan. Sementara pasukan Kristen juga tidak ketinggalan meminta pertolongan pada patung Yesusnya. Mereka jugabersumpah untuk bertempur sampai mati dan tidak lari pertempuran.

Khalid berinisiatif untuk meminta amanah kepada Abu Ubaidah sebagai pimpinan umum Muslimin dalam Perang Yarmuk, “Wahai Jendral, mintalah kepada semua pimpinan resimen untuk mengikuti semua perintahku.”

Dengan senang hati Abu Ubaidah memberinya kesempatan untuk kembali menjadi Pedang Allah yang terhunus kepada orang-orang kafir.

Semua pimpinan Muslimin pun merasa puas dan lega dipimpin Khalid yang sampai saat itu belum pernah terkalahkan di medan perang.

Konsolidasi terus dilakukan sepanjang hari. Setiap detiknya berjalan dengan degup dan kegalauan. Abu Ubaidah dan Khalid terus melakukan kontrol dan menyemangati setiap mujahid yang dilewatinya.

“Genggam tiang tenda ditanganmu dan kumpulkan bebatuan,” ucap Abu Ubaidah kepada para wanita yang bertugas di bagian belakang barisan,”jika kita menang, maka itu sebuah kebaikan. Namun jika kalian melihat ada pasukan yang lari dari medan perang, serang wajahnya dengan tiang tenda dan lemparlah dengan batu. Tahan anaknya dan katakan padanya agar berperanglah demi istrinya, anaknya dan demi Islam!” (Al‐Waqidi, hal.129)

Seorang pasukan muda berseloroh ketika Khalid lewat di depannya, “Betapa besarnya pasukan Romawi dan betapa kecilnya kita.” Khalid berbalik dan menatap mata sang pemuda, “Begitu kecilnya Romawi dan begitu besarnya kita! Kekuatan pasukan perang bukan berdasarkan jumlah pasukan, tapi karena pertolongan Allah. Kita menjadi lemah kalau ditinggalkan Allah!” (At‐Thabari, 2/594).

Mereka lantas saling mengingatkan sebuah firman Allah, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al‐Baqarah : 249).

Malam harinya dijalani Muslimin dengan bertaqarub kepada Allah. Mereka berdoa mengharapkan hidup mulia atau mati syahid. Sebagian besar melakukan pembacaan dan perenungan surat al-Anfal yang banyak berisi tentang jihad, sehingga semakin bergemuruhlah semangat mujahidin dalam berjuang di jalan Allah. Esok harinya, Perang Yarmuk dimulai.* (BERSAMBUNG).

Penulis Buku Panglima Surga @nugrazee

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:matiperang yarmuksyahid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Ini Muslim Tolikara Laksanakan Shalat Jumat di Markas Koramil
Tulisan selanjutnya Ingin Pulang Mulus Dari Saudi, 26 WNI Nekat Gunakan Parpor Orang Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?