Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Santun (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2015 07:16 7:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2015 07:10
Bagikan
Bagikan

PARA salaf shalih senantiasa bersikap santun kepada yang kecil, sebagaimana kepada yang besar. Santun kepada yang jauh, sebagaimana kepada yang dekat. Demikian juga mereka bersikap santun kepada yang bodoh, sebagaimana mereka bersikap santun kepada yang pintar.

Allah Ta`ala berfirman kepada Musa dan Harun a.s., “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut”, padahal Fir’aun adalah seorang kafir yang paling fasik.

Para salaf sepakat bahwa kedudukan yang tinggi hanya bisa dicapai dengan etika yang semakin baik. Dan pokok kesantunan ini adalah memperhatikan kekurangan diri serta melihat kesempurnaan pada orang lain, kebalikan dari orang yang tidak santun. Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam tidak menyukai orang yang memandang sebelah mata kepada yang lain.

Jika menghadiri suatu walimah, Maimun ibnu Mahran lebih suka duduk bersama anak-anak dan orang-orang miskin, serta menjauhi orang-orang kaya.

Sa`id ibnu `Amir berkata, “Barangsiapa menyifati seseorang dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, malaikat akan melaknatnya.” Suatu hari, seseorang berkata kepada Sa`id ibnu `Amir, dan ia tidak tahu siapa Sa`id, “Hai botak!” Said berkata kepadanya, “Wahai saudaraku! Dengan berkata seperti itu, tentu engkau tidak menginginkan Malaikat melaknatmu.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

‘Ali ibnu Abi Thalib berkata, “Orang yang paling mengetahui Allah Ta`ala adalah orang yang paling menghormati ahli La ilaha illallah.”

Bakr ibnu `Abdullah al-Mazni berkata, “Jika engkau melihat orang yang berusia lebih tua darimu, hormatilah ia dan katakanlah dalam dirimu, `Sungguh ia telah mendahuluiku dalam Islam dan amal saleh.’ Dan, jika engkau melihat orang yang lebih muda darimu, hormatilah ia dan katakanlah dalam dirimu, ‘Sungguh aku telah mendahuluinya melakukan berbagai dosa.’ Jika orang-orang memuliakanmu, katakanlah, `Ini adalah karunia dari Allah Ta`ala atas diriku, aku tidak berhak atas pemuliaan itu.’ Dan jika mereka merendahkanmu, katakanlah, `Semua ini karena dosa yang telah kulakukan.’ Jika engkau melempar anjing tetanggamu dengan kerikil, berarti engkau telah menyakitinya.”

Wahb ibnu Munahbih berkata, “Ketika Bani Israil menambah lebih banyak persoalan kepada Musa a.s. dan mereka membuatnya bosan, maka dalam sehari Allah Ta`ala menurunkan wahyu kepada seribu Nabi, agar mereka menolong dan menghormati Musa. Namun orang-orang malah bergabung dengan mereka, dan Musa mendapati kecemburuan dalam dirinya, maka Allah Ta`ala pun mematikan mereka semua dalam satu hari itu.” Kecemburuan para Nabi a.s. itu terpuji, karena dengan ishmah (keterjagaan) mereka terjaga dari nafsu. Dan Allah Ta`ala mematikan para Nabi tersebut bukan sebagai siksaan bagi mereka, melainkan karena dalam ilmu-Nya. Ajal mereka telah sampai setelah menolong Musa a.s.

Muhammad Ibnu Wasi` berkata, “Seorang hamba tidak akan mampu mencapai maqam ihsan sebelum ia bersikap baik kepada setiap orang yang menemaninya, walaupun hanya sesaat.” Jika ibnu Wasi` menjual seekor domba, dengan domba itu ia berwasiat kepada pembelinya. Ia berkata, “Pada domba ini ada makna persahabatan.”

Hatim al-Ashamm berkata, “Akhlak manusia sangat minim dalam tiga hal berikut: menghormati perilaku saudara (sesama Muslim), menutupi aib mereka, dan ikut menanggung derita mereka.”

Yahya ibnu Mu`adz berkata, “Masyarakat Mukmin yang paling jelek adalah masyarakat yang jika salah seorang di antara mereka kaya, mereka memujinya. Dan jika ia jatuh miskin, mereka menghinanya. Hukuman bagi orang yang berjalan di depan orang yang lebih tua adalah tercegah dari berbagai kebaikan.”* [Tulisan berikutnya]

Dari buku Terapi Ruhani karya Syaikh ‘Abdul Wahhab asy-Sya’ani.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menghormatisantun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam Masjid Istiqlal: Syeikh Wahbah Ulama Produktif, Menulis 16 Jam Sehari
Tulisan selanjutnya Santun (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?