Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berbekal Curiga, Tentara AS Bantai 97 Orang Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juni 2003 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2003 07:12
Bagikan
Bagikan

Dari jumlah tersebut, 70 orang tewas di tempat yang disebut AS sebagai kam teroris di 150 km barat laut Bagdad. Sedangkan 27 lainnya di utara Bagdad.

Juru bicara militer AS dengan mata berkilat dan menyunggingkan senyum puas mengumumkan pembantaian itu. Ia mengatakan seorang tentara AS cedera dan 70 orang Iraq tewas dalam suatu operasi yang masih berlangsung. Divisi Lintas Udara Ke-101 ikut dalam serangan tersebut.

Pihak militer sebelumnya mengatakan serangan tersebut bagian dari usaha-usaha berkelanjutan untuk menghancurkan para pendukung Partai Baath, kelompok-kelompok paramiliter, dan unsur-unsur subversi lainnya. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih jauh tentang kamp tersebut.

Operasi itu dimulai Kamis (12/6) pagi dengan serangan udara terhadap kam tersebut. Para komandan AS mengatakan para pendukung mantan Presiden Saddam Hussein berada di belakang gelombang serangan maut terhadap pasukan AS dalam pekan-pekan belakangan ini.

Sekitar 40 tentara AS tewas dalam serangan sejak Presiden Saddam digulingkan dua bulan lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam perkembangan terpisah di utara Bagdad, Jumat, pasukan AS membunuh 27 warga Iraq yang menyerang satu patroli tank.

Para pejuang Iraq itu menembakkan senjata-senjata antitank ke patroli AS di Kota Balad. Tank-tank membalas tembakan itu, menewaskan empat orang Irak. Kendaraan-kendaraan lapis baja yang didukung helikopter-helikopter tempur mengejar sisa kelompok itu, menewaskan 23 orang.

Para pejabat AS mengatakan Operasi Serangan Semenanjung, operasi terbesar AS di Iraq sejak akhir perang, melibatkan sekitar 4.000 tentara yang menjelajahi satu daerah sekitar Sungai Tigris timur laut Kota Balad yang tegang.

Di sisi lain, kantor berita Itar-Tass melaporkan satu kelompok para ahli independen dari Inggris dan Amerika Serikat (AS) telah melaksanakan satu penyelidikan yang mengungkapkan antara 5.000 hingga 7.000 warga sipil tewas dalam perang koalisi pimpinan AS di Iraq.

Menurut pendapat mereka, angka tersebut mungkin segera bertambah mencapai jumlah 10.000.

Sementara itu, jalur utama pipa minyak dari ladang-ladang minyak di utara Iraq, Juamt, diledakkan. Penduduk setempat mengatakan dua bom menghajar pipa minyak itu dengan tujuan untuk menghentikan ekspor minyak lewat Turki.

Seorang saksi mata mengaku melihat dua kebakaran terpisah pada jalur pipa yang terletak sekitar 15 kilometer dari kota pengilangan utama Baiji, tak jauh dari jalan utama antara Bagdad dan ibu kota Iraq utara Mosul.

Helikopter AS terbang mengelilingi tempat yang terbakar itu. Para penduduk di kedai Al-Amin yang berada tak jauh dari tempat itu mengatakan pipa pengiriman tersebut diserang rakyat Irak dengan menggunakan bahan peledak, Kamis (12/6) sekitar pukul 20.45 (23.45 WIB). Ledakan itu terjadi di hari pertama kontrak ekspor minyak Iraq pascaperang.

“Kami mendengar dua ledakan dan berlari,” kata pemilik kedai kopi Abu Ala. “Kami melihat api keluar dari pipa tersebut di dua tempat. Tak lama kemudian dua helikopter Amerika tiba.”

Para pengunjung lainnya mengatakan serangan itu merupakan aksi sabotase. “Beberapa orang Irak datang dan meledakkannya,” kata Kazem Ibrahim. “Itu untuk menghentikan Amerika membawa minyak kami ke Turki,” kata Khidr Aziz.

Dalam melaksanakan investigasi, para ahli dan sosiolog tersebut mengunjungi rumah sakit-rumah sakit dan kota-kota di Iraq. Mereka menanyai para penduduk lokal mengenai keluarga mereka yang tewas dalam pertempuran.

Menurut informasi mereka, antara 1.700 hingga 2.300 orang tewas dalam perang menaklukkan Kota Bagdad saja.

Di Baiji yang berjarak sekitar 225 kilometer di utara Bagdad terdapat sebuah kilang dan pembangkit listrik utama. Kilang itu memproses minyak dari ladang-ladang minyak di sekitar Kota Kirkuk.

Listrik yang dihasilkan dari pembangkit di Baiji dengan minyak mentah dari Kirkuk ini sangat penting bagi penduduk di utara-tengah Iraq dan ibu kota Iraq yang juga didominasi Sunni dan sejumlah penduduk menyatakan memusuhi pasukan pendudukan AS.

“Rakyat Irak tidak berubah. Satu Saddam hilang, akan muncul 20 lagi setiap hari,” kata Hussein Abu Ali.

Kamis lalu, pemerintahan pendudukan AS di Iraq memberikan kontrak kepada beberapa perusahaan minyak internasional untuk mengangkut minyak mentah Irak. Kontrak itu adalah yang pertama sejak perang yang menggulingkan Saddam Hussein berakhir April lalu. (MI/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Diminta Cegah 1500 Pelacur Anak di Abu Dhabi
Tulisan selanjutnya Powell Ajak Dunia Arab Perangi Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?