Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dosa Perdebatan dan Permusuhan (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2015 09:57 9:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2015 09:57
Bagikan
Bagikan

DIRIWAYATKAN dalam kitab milik Tirmidzi dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Cukuplah bagimu sebuah dosa jika kamu masih bersengketa.” (Hadits gharib).

Ali bin Abi Thalib berkata, “Sesungguhnya persengketaan menimbulkan kerusakan.”

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Barangsiapa mendebat (orang lain) dalam sebuah persengketaan tanpa ilmu senantiasa ia dalam kemurkaan (Allah) hingga meninggalkannya.” (Diriwayatkan Ibnu Abi Ad-Dunya dan AI-Ashbahani, namun di dalamnya terdapat Raja’, Abu Yahya di mana para ulama menilainya lemah).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Diriwayatkan Yazid bin Tirmidzi bahwa Abu Umamah Radhiyallahu Anhu meriwayatkan dari Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda,

“Tidaklah tersesat suatu kaum setelah mereka berada dalam petunjuk kecuali mereka melakukan perdebatan.” Kemudian beliau membaca, ‘Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk berdebat.’” (Az-Zukhruf: 58)

Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wasallam bersabda,

“Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah kesalahan seorang alim dan perdebatan orang munafik tentang Al-Quran serta dunia yang mematahkan leher kalian.” (Diriwayatkan Yazid bin Abi Ziyad dari Mujahid dari Ibnu Umar).

Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Berbantah-bantahan di dalam Al-Quran adalah haram.” (Diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam kedua kitab shahih, Shahih Bukhari dan Shahih Muslim mereka dari hadits Abu Hurairah. Juga diriwayatkan Thabrani dan lainnya dari hadits Zaid bin Tsabit).

Tidak diperkenankan mengubah sebuah pembicaraan menjadi tinggi dan kasar, atau memaksakan diri mengungkapkan kata-kata yang mengandung nilai sastra sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang sok nyastra. Sebab itu semua termasuk jenis pembicaraan yang kurang terpuji. Sebaiknya seseorang mengungkapkan kata-kata dengan bahasa yang mudah difahami dan tidak membingungkan lawan bicara.

Dalam kitab Tirmidzi diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah membenci seorang ahli sastra yang melenggak-lenggokkan lidahnya sebagaimana sapi melenggak-lenggokkan lidahnya.” (Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits hasan).

Diriwayatkan pula dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya di hari Kiamat adalah yang lebih akhlaknya. Dan sesungguhnya yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya di hari Kiamat adalah orang-orang yang banyak omong dan yang sering menyakiti orang lain dengan lisannya serta al-mutafaihiqun.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, kami sudah mengetahui apa itu tsartsarun (orang-orang yang banyak omong) dan mutasyaddiqun (orang-orang yang sering menyakiti orang lain dengan lisannya). Lalu apa yang dimaksud dengan al-mutafaiqihun itu?” Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang sombong.”

Ketahuilah bahwasanya yang tidak termasuk perkataan tercela adalah memperindah bahasa saat berkhutbah dan nasihat jika tidak dilebih-lebihkan dan banyak kata anehnya. Kecuali jika yang dimaksudkannya adalah menggiring hati agar taat kepada Allah Ta’ala. Memperbaiki pembicaraan dalam masalah ini terdapat dampak positif yang sangat jelas. Wallahu A’lam.*/Adz-Dzahabi, dalam bukunya Al-Kabair.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berbantahberdebatpermusuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dosa Perdebatan dan Permusuhan (1)
Tulisan selanjutnya Jamaah Haji Lansia Disiapkan Transportasi Khusus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?