Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

NU, Indonesia dan Pejuang Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2015 13:16 1:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2015 08:40
Bagikan
Mangal Hussein dan Janbaz Safaraz Mohammad Rasoul itu bertemu dengan Menko Kesra Alamsjah Ratu Prawiranegara
Bagikan

Oleh: Muhammad Cheng Ho

DUKA menyelimuti Suriah belakangan ini. Setelah ratusan ribu orang dibunuh secara kejam dan angkuh oleh rezim Bashar Al Assad, kini, suasana di sana semakin mencekam lantaran intervensi militer Rusia.

Intervensi yang berdalih memerangi kelompok Daulah Iraq wa Syam (DAISY/ISIS) ini oleh Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill, disebut pertempuran suci itu, nyatanya telah menewaskan 370 orangdi berbagai wilayah Suriah, yang mayoritas korbannya bukan ISIS, melainkan pejuang oposisi rezim. [Baca: Uskup Rusia Berkati Misil Sebelum Serang Kelompok Oposisi Suriah]

Membayangkannya saja sudah berat, apalagi bahu yang memikul. Semakin menderitanya kondisi Suriah –sampai PBB menyebutnya sebagai tragedi kemanusiaan terbesar abad ini- tentu membutuhkan dukungan dan pembelaan dari negara-negara muslim, terutama Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.

Kasus Afghanistan

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Serangan umat Islam di Suriah oleh koalisi Israel-Rusia-Iran mengingatkan kita atas kasus serupa di Afghanistan. Sebab sejarah pernah mencatat, ketika komunis Uni Soviet (sekarang Rusia, red) mengintervensi Afghanistan, lalu membom umat Islam Afghanistan, memporak-porandakan pemukiman-pemukiman penduduk, serta membantai penduduk-penduduk sipil, pemerintah Indonesia beserta aktivis Islam, tokoh Islam, dan Ormas Islam membela pejuang Afghanistan oposisi rezim.

Kala itu, sebagaimana dituturkan oleh H. Abdullah Ghalib dalam Warta NU, Ketua Presidium Komite Setiakawan Rakyat Indonesia-Afghanistan (KSRIA), Drs. Lukman Harun, menyeru masyarakat Indonesia untuk membantu perjuangan pengungsi Afghanistan secara nyata.

Lebih dari itu, lanjutnya, ia menyeru kalangan pemuda Islam untuk meningkatkan rasa solidaritas terhadap perjuangan umat Islam yang sedang diserang tentara Uni Soviet -yang jumlahnya menurut pengamat Barat sekitar 115 ribu orang yang mendukung pemerintah Kabul pro Uni Soviet- di Afghanistan

Dukungan secara politis kepada pejuang Afghanistan juga diberikan oleh pemerintah Indonesia. “Hal itu tercermin dari penerimaan bersahabat pemimpin negeri ini terhadap dua wakil pejuang Afghanistan di Jakarta bulan Februari 1987,” ungkapnya. [H.Abdullah Ghalib, dalam Warta NU No. 1/TH. IV/Maret 1988/Rajab 1408 H, hlm. 12]

Selama delapan hari di Indonesia, dua pejuang Afghanistan yang bernama Mangal Hussein dan Janbaz Safaraz Mohammad Rasoul itu bertemu dengan Menko Kesra Alamsjah Ratu Prawiranegara, Menteri Agama Munawir Sjadzali, Ketua MPR/DPR Amirmachmud, Dirjen Hubsosbudpenlugri R. Adenan, pimpinan Golkar, dan MUI.

Di akhir kunjungannya, Mangal Husein mengungkapkan “terimakasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Soeharto atas dukungan yang diberikan kepada kaum Mujahidin dalam perjuangannya melawan Uni Soviet. Demikian juga atas sumbangan yang diberikan masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Afghanistan di Pakistan.” [Kompas,Sabtu 7 Februari 1987, Dua Pejuang Afghanistan di Jakarta Penyelesaian Hanya Lewat Mundurnya Soviet dan Gantinya Pemerintahan, hlm. 8]

Mangal Hussein (kanan) dan Janbaz Safaraz Mohammad Rasoul (kiri) saat kunjungan ke Jakarta. Sumber foto: Kompas Sabtu, 7 Februari 1987

Tak ketinggalan, tokoh Masyumi Mohamad Roem, turut mendukung pejuang Afghanistan lewat Media Dakwah. “Kami mendukung dengan segala jiwa kami kekuatan-kekuatan di Afghanistan yang melawan agresi Rusia (Uni Soviet-pen), dan mengulangi bahwa ‘untuk seorang pejuang di jalan Allah, tidak ada akhirnya.’” [Mohamad Roem, Intervensi Militer Rusia di Afghanistan, Majalah Media Dakwah Rabiul Akhir 1400 H/ Februari 1980 No. 68, hlm. 27]

Hati nurani NU pun tersentuh dan tergerak menyaksikan saudara-saudaranya di Afghanistan dianiaya.

Dipasanglah judul “Mujahidin Afghanistan:Berjuang Mendobrak Benteng Komunis” dalam Warta NU. Di dalamnya, diajaklah umat Islam membantu sesama.

“Bagi umat Islam adalah keharusan untuk mengatakan saudara bagi muslim yang lainnya. Dari sudut manapun kita melihat, intervensi Soviet di Afghanistan sebagai salah satu yang mewakili bentuk imperialisma dengan corak yang lebih baru dan modern. Bisa jadi tragedi Afghanistan akan berakhir dengan lenyapnya ummat Islam dan muncul dunia baru, dunia komunisme yang akan mengubur semua kejayaan Islam di Afghanistan. Sementara kita sebagai bagian integral dari dalam solidaritas Islam hanya sampai pada tingkat keterpakuan meliput drama tragis yang menyayat tanpa sedikitpun berbicara dengan apa yang bisa dan harus kita perbuat.

Seharusnya jeritan rakyat Afghanistan bisa lebih jauh menembus dinding ketergopohan program abad modern, minimal di telinga seluruh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia tentunya bisa terdengar lebih keras ketimbang reputasi Live Aids atau perjuangan Argentina di arena World Cup dengan rivalnya dari Jerman Barat. Dan itupun dengan wujud yang lebih kongkrit.” [Warta NU No. 11/Th.I Juli 1986/ Dzulqo’dah 1406 H, Mujahidin Afghanistan: Berjuang Mendobrak Benteng Komunis, hlm. 8]

Lebih dari itu, dikutuklah rezim komunis Afghanistan dan komunis Uni Soviet, “Bagi pejuang Muslim Afghanistan, Najibullah adalah sama saja dengan Karmal, seperti mereka memandang Uni Soviet sebagai wabah komunis yang harus dibasmi. Mereka berupaya mengembalikan citra Islam di bumi Afghanistan seperti semula. Uni Soviet secara perlahan menggali kuburannya sendiri di tanah Afghanistan dengan kekuasaan militernya yang dibangun sejak Brezhnev berkuasa.” [Warta NU No. 11/Th.I Juli 1986/ Dzulqo’dah 1406 H, Mujahidin Afghanistan: Berjuang Mendobrak Benteng Komunis, hlm. 8]

Seperti kita ketahui bahwa pada akhirnya bendera Uni Soviet terkulai kalah dan negerinya terpecah belah menghadapi pejuang Afghanistan.

Kini pun mulai tampak Rusia secara perlahan menggali kuburannya sendiri di tanah Suriah, Bumi Syam.

Saatnya kita menunggu kemesraan persaudaraan NU, Indonesia, dan pejuang Suriah bersemi kembali layaknya pejuang Afghanistan 27 tahun lalu.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur.” [HR.Muslim]

Penulis adalah pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanNahdhatul UlamaNUrusiasuriahUni Soviet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusril: Pemerintahan Jokowi-JK Terjebak Pembangunan Proyek Ambisius Berlebihan
Tulisan selanjutnya Innalillah… Perintis Hidayatullah Ustadz Usman Palese Berpulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?