Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Serangga Pun Mengamati Galaksi [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Desember 2015 11:11 11:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2015 12:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Allah menciptakan satwa dengan beragam bentuk, warna, perilaku, maupun makanan dan cara makannya. Salah satunya adalah kumbang tinja atau kumbang tahi. Dari namanya, bisa ditebak bahwa kehidupan kumbang ini terkait erat dengan kotoran hewan maupun manusia.

Ya, serangga ini adalah pemakan kotoran hewan lain. Tinja binatang bagi mereka sungguhlah nikmat dan lezat, meski menjijikkan bagi manusia, dan tidak menarik bagi hewan lain.

Sekilas mungkin manusia berpikir, untuk apa Allah ciptakan satwa mungil dengan kebiasaan sedemikian menjijikkan hingga melahap kotoran satwa lain? Namun, pertanyaan inilah yang justru sebenarnya terdengar aneh.

Mengapa demikian? Sebab Allah adalah Pencipta Sempurna, Maha Berilmu. Maka sudah pasti Allah tidak akan menciptakan sesuatu, kecuali pasti ada hikmah, manfaat, dan tujuan yang sangat luar biasa dari ciptaan itu. Tidak terkecuali kumbang tinja. Reaksi manusia sesaat yang seketika mempertanyakan keberadaan hewan semenjijikkan kumbang tinja itulah yang merupakan bukti bahwa manusia sangat dangkal pengetahuannya dibandingkan kemahaluasan ilmu Allah. Manusia banyak tidak mengetahui hikmah di balik penciptaan oleh Allah.

Namun, Allah tidak membiarkan kebodohan hamba-Nya. Allah berkehendak mengungkap kebesaran-Nya di balik ciptaan di langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya. Tak terkecuali tentang kumbang tinja.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Kemahapenciptaan serta Kekuasaan Allah atas segala sesuatu dapat tersingkap manakala manusia mengikuti seruan Allah untuk meneliti alam ini dengan sungguh-sungguh sebagaimana seruannya-Nya:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Ahqaaf, 46:33)

Satu Menu, Tiga Cara Santap

Allah ciptakan kumbang tinja dengan beragam cara menyantap menu kesayangannya, kotoran hewan. Ada kelompok dwellers (pemukim) yang menyantap langsung kotoran yang didapatkannya di tempat sang binatang membuang hajat. Para kumbang ini umumnya menaruh telurnya pada kotoran itu tanpa membuat sarang. Yang kedua adalah kelompok tunnelers (pembuat terowongan).

Anggota kelompok ini menggali terowongan di bawah tahi hewan, lalu mengangkut tahi tersebut ke terowongannya dan menggunakannya sebagai hidangan super-enak dan tempat berkembang biak. Yang terakhir adalah rollers. Disebut demikian karena kelompok ini berperilaku membuat bola-bola berbahan baku tinja. Bola itu lalu mereka gelindingkan ke tempat tertentu untuk selanjutnya mereka benamkan ke dalam tanah.

Orientasi Supercanggih

Menggiring bola melewati lintasan lurus menjauhi asal timbunan tinja bukanlah hal sederhana bagi kumbang tinja. Ini mengingat ukuran bolanya bisa jauh lebih besar dari tubuhnya sendiri. Sang kumbang perlu menggelindingkan bola tinja secepat mungkin dengan arah menjauhi tumpukan tinja agar terhindar dari “pesta” berebut tinja antarsesamanya. Sudah pasti kecepatan dan kekuatan menggiring bola tidaklah cukup tanpa ada penentuan arah gerak bola tinja, alias orientasi. Sebab jika salah arah, bisa-bisa kembali ke tempat semula.

Bagaimana kumbang tinja melakukan orientasi arah gerak bolanya? Allah Yang Maha Penyayang sudah pasti tidak begitu saja membiarkan kumbang tinja berjalan ke sana kemari dalam kesesatan. Allah ciptakan sistem orientasi atau penentuan dan pemanduan arah hebat bagi serangga yang disayanginya itu. Menurut temuan para ilmuwan, kumbang tinja mengendalikan arah gelindingan bola dengan cara memanjat ke atas bola tahi mereka, lalu berputar untuk menjaga arah lintasan agar tetap lurus. Mereka paling sering melakukan “tarian orientasi” ini setidaknya dalam tiga keadaan: (1). sebelum meninggalkan tempat asal timbunan tinja, (2). saat menemukan rintangan, atau (3). ketika mereka kehilangan kendali bola tinja. Saat melakukan “tarian orientasi” di atas bola, mereka mencari dan memastikan keberadaan letak sumber cahaya. Letak sumber cahaya ini lalu mereka gunakan sebagai patokan untuk penentuan arah.

Kumbang tinja perlu sesuatu yang dapat mengarahkan mereka agar tetap bergerak dalam lintasan lurus. Apa itu? Ilmuwan sungguh terkesima dan takjub saat menemukan bahwa ciptaan Allah yang mungil itu, yang berotak superkecil dan berdaya pikir sangat sederhana, ternyata menggunakan Galaksi Bima Sakti saat menggiring bola tahinya menjauhi tempat asal tinja! Ya, si mungil itu mengamati pola penyebaran bintang-gemintang di galaksi kita agar tidak salah arah dan agar lintasan gelindingannya tetap lurus. Tak peduli, ke mana arah lurus itu membawanya, yang penting menjauhi timbunan tinja tempat bola tahinya berasal, agar tidak berebut tahi dengan kumbang lain.

Meski matanya terlalu lemah untuk dapat membedakan masing-masing rasi bintang secara terpisah, kumbang tinja dapat mengenali gradien atau pola perubahan kekuatan cahaya dari terang ke redup ke gelap yang dimiliki hamparan galaksi Bima Sakti. Dengan melihat gradien intensitas cahaya ini sang kumbang dapat memastikan arah menggelindingnya agar senantiasa tetap berupa garis lurus, tidak salah arah sehingga berbalik ke tempat timbunan tahi semula.

Selain galaksi, ilmuwan juga mendapati sebelumnya bahwa kumbang tinja menggunakan mentari, bulan, dan cahaya terpolarisasi untuk menentukan arah. Kesimpulan ini mereka ambil melalui serangkaian percobaan di mana mereka memakaikan “topi” pada sang kumbang. Topi ini menghalangi cahaya agar tidak mengenai mata kumbang. Beberapa hewan lain telah terbukti menggunakan bintang sebagai pemandu arah. Namun kumbang tinja adalah yang pertama dibuktikan menggunakan galaksi sebagai penentu arah.*/ Catur Sriherwanto …(BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:galaksiseranggatahitinja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Norbani Akui Islam di Indonesia Bisa Berkontribusi Secara Global
Tulisan selanjutnya Sejarawan: Sunda Sejalan dengan Islam, Kalau Kesunden Menyimpang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?