Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mau Dikubur di Mana Mayat Pelaku Serangan Paris?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Desember 2015 12:59 12:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Desember 2015 12:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Apakah mayat-mayat pelaku serangan Paris akan dikubur secara diam-diam, diserahkan kepada keluarga atau dikembalikan ke negara asal masih membingungkan para pejabat Prancis.

Menurut kepala dinas pemakaman kota Paris, Francois Michaud-Nerard, jika ditilik dari peraturan yang berlaku ada beberapa skenario.

“Keluarga bisa meminta jasadnya atau tidak. Jika keluarga meminta jasadnya, si mayat memiliki hak untuk dimakamkan di tempat tinggal mereka, atau di mana mereka mati, atau di mana keluarga memiliki lokasi pemakaman,” kata Michaud-Nerard seperti dikutip AFP Sabtu (5/12/2015).

Jika keluarga tidak mau menyelenggarakan pemakaman, maka pihak berwenang setempat yang mengurusnya. Dan Meskipun tidak ada keharusan untuk membuat makam tak dikenal, tapi jika untuk kepentingan bersama maka hal itu dapat dilakukan, kata Michaud-Nerard.

Para pejabat Prancis khawatir kuburan pelaku-pelaku serangan di Paris nantinya akan “dikeramatkan”, menjadi tempat ziarah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ada tujuh pelaku serangan Paris yang tewas pada 13 November, tetapi sejauh ini hanya empat yang sudah resmi diidentifikasi.

Satu dari tiga orang yang meledakkan diri di luar stadion nasional Stade de France, diidentifikasi sebagai Bilal Hadfi, 20, pria kelahiran Prancis yang tinggal di Belgia. Dua lainnya masih belum teridentifikasi resmi, meskipun mereka membawa paspor Suriah yang terdaftar masuk ke Yunani pada bulan Oktober dengan nama Ahmad Al-Mohammad dan Mohammad Al-Mahmod.

Tiga pelaku tewas dalam serangan atas tempat pertunjukan konser di Bataclan. Dua diidentifikasi sebagai Samy Amimour, 28, dan Omar Ismail Mostefai, 29. Keduanya warganegara Prancis. Orang ketiga belum teridentifikasi.

Seorang pelaku lain yang juga warganegara Prancis, tapi bermukim di Belgia, Brahim Abdeslam, 31, meledakkan dirinya di luar sebuah bar di Boulevard Voltaire.

Tiga orang tewas dalam serangan polisi di sebuah flat di kawasan Saint-Denis, pinggiran Paris. Satu tercatat sebagai warga Belgia benama Abdelhamid Abaaoud, 28, yang diduga sebagai pimpinan jaringan pelaku serangan Paris. Seorang lainnya diidentifikasi sebagai wanita keturunan Maroko kelahiran Prancis bernama Hasna Aitboulahcen, 26, yang merupakan sepupu Abaaoud. Orang ketiga, lelaki yang meledakkan diri saat dikepung polisi, belum teridentifikasi.

Ketika ditanyai oleh AFP, walikota Drancy, Courcouronnes dan Saint-Dennis, daerah tempat tinggal atau kelahiran tiga dari para pelaku serangan Paris, mengatakan bahwa mereka belum diberitahu perihal rencana penguburan mayat-mayat itu.

Alexandre Luc-Walton, pengacara keluarga Amimour, mengatakan kliennya “masih menunggu kabar dari lembaga forensik. Mereka belum diizinkan untuk menguburkannya.”

Kecuali para pelaku yang belum teridentifikasi atau warganegara Prancis yang tinggal di Belgia, mayat-mayat pelaku bisa saja dikuburkan di sebuah pemukiman Muslim di Paris. Misalnya, di kompleks pemakaman sebelah selatan Paris tempat dikuburkannya Amedy Coulibaly, pelaku serangan supermarket Yahudi Januari lalu.

Namun, menurut AFP, pengurus makam tersebut mengatakan mereka “belum menerima permintaan untuk menguburkan para teroris itu.”

Riva Kastoryano, penulis buku “Que Faire des Corps des Djihadistes?” (Mau diapakan mayat-mayat jihadis?), mengatakan bahwa pelaku-pelaku serangan sebelumnya “dimakamkan di Prancis, tempat di mana mereka tercatat sebagai warganegara, dan di mana para orangtua mereka tinggal.”

Jika ada negara lain terlibat, “semuanya tergantung pada hubungan kedua negara itu,” yang mana mereka saling tuduh “bertanggung jawab atas teradikalisasinya” para pelaku,” kata Kastoryano, pimpinan lembaga French National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dalam kasus Mohammed Merah, penembak mati tiga pelajar Yahudi, seorang guru dan tiga tentara pada tahun 2012, baik kota Toulose tempat tinggalnya, maupun Aljazair negara asalnya, tidak ada yang mau menguburkan mayat pemuda itu.

“Walikota ingin menunda pemakamannya, tetapi meninggalkan jasadnya di kamar mayat justru menjadikannya sebagai sesuatu yang penting dan terus dibicarakan orang,” kenang Abdallah Zekri, seorang tokoh dari Masjid Raya Paris yang diminta ibu Merah untuk menyelenggarakan pemakaman putranya.

“Saya (kala itu) ingin dia segera dikuburkan sehingga orang berhenti membicarakannya,” kata Zekri.

Kekhawatiran bahwa makamnya akan menarik perhatian ekstrimis-ektrimis lain terbukti tidak memiliki dasar, imbuh Zekri.

“Tidak ada orang yang mendatangi makamnya,” kata pemuka Muslim Paris itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Luhut Undang Pengusaha Media, Adhie: Tak Ada yang Mampu Kendalikan Sosial Media
Tulisan selanjutnya Kisah si Tukang Sedekah Buah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?