Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kuatkan Jati Diri, Tata Ulang Keimanan [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2015 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2015 08:00
Bagikan
Salah satu sisi Masjid Muhammad Ali, Kairo yang kokoh [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Shalih Hasyim

Memperbaiki tauhid/keimanan pada diri kita itu sangatlah penting. Ini adalah persoalan ashlul islam. Tauhid adalah mabdaul Islam ( prinsip keislaman). Prinsip adalah landasan berpikir dan bergerak kita.

Tauhid memiliki dimensi yang sangat luas dan jauh. Baik aspek ideologi, sosial, politik, ekonomi, pertahanan keamanan, dan kebudayaan. Ketika tauhid mengalami disfungsi. Tidak bekerja sebagaimana mestinya sama dengan menyediakan diri untuk dijajah (qabiliyyah littaghallub).

Menyediakan diri untuk menjadi mangsa peradaban yang didominasi oleh syubhat (kesalahan pola pikir) dan syahwat (kerusakan hati).

Keislaman yang tidak melahirkan produktifitas amal sama jeleknya dengan amal yang tidak didasari iman (tauhid).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Tuntutan Tauhidullah adalah: Taqwallah (bertakwa kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Dengan menjalankan segala perintah Allah & menjauhi segala larangan-Nya dengan kesadaran dan kesabaran yang dimilikinya. Berikutnya ‘ibadatullah ( beribadah hanya kepada Allah).

Muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah). Ihsanullah (merasakan kebaikan Allah). Kemudian tho’atu hukmillah (mentaati hukum Allah). Terakhir, al ihtimam bi umuril muslimin (mengedepankan urusan kaum muslimin).

Bangunan keislaman yang tidak dikuatkan dengan ruhul iman seperti membangun permukaan balon. Akan cepat meletus, karena tidak memiliki, manna’ah (daya imunitas) menahan tekanan internal dan eksternal.

Nama Islam yang demikian indah, pemberian dari Allah, sesungguhnya melahirkan kata pecahan (mustaqqat) yang menggambarkan sistem kehidupan yang utuh. Pertama, salim (kemurnian niat, tanpa campuran kepentingan). Kedua, al istislam wat taslim (ketundukan secara total). Ketiga, silm (damai). Tidak ada kebaikan bagi mukmin yang tidak mudah harmonis dan tidak mudah diharmoniskan (al Hadits). Keempat, salam (sejahtera).

Simaklah pidato politik Rasulullah ketika memasuki Yatsrib, kemudian dirubah menjadi Madinah (tempat untuk mengamalkan dan menyempurnakan praktek dinul Islam):

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, perkuat jalinan silaturrahim, lakukanlah shalat lail ketika manusia tidur, kalian akan masuk surga dengan damai.” ( HR. Tirmidzi).

Kelima, salamah (menjaga keselamatan lingkungan sosial).

Sesungguhnya perumpamaan mukmin bagaikan lebah, jika ia makan berupa putik bunga, jika ia mengeluarkan sesuatu berupa madu, jika ia hinggap di daun tidak rusak, jika ia diganggu ia siap menyengat (al-Hadits).

Sesungguhnya kerusakan moral bangsa jahiliyah klasik diawali dari kerusakan pola pikir. Sebagaimana kebaikan, kejahatan jahiliyah beranak- pinak. Mengajak kepada kejahatan- kejahatan berikutnya (yang lain).

Syaikh Abdul Malik Ramadhani hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya memperbaiki tauhid bagi agama – seseorang – seperti kedudukan perbaikan jantung bagi badan.” (Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, Hal. 16)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak/sakit, maka sakitlah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah jantung.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu).

Jika fisik kita penuh dengan luka, tetapi hati masih sehat, maka masih ada peluang besar untuk memperoleh petunjuk.

Sebaliknya, sekalipun pisik sehat, tetapi hati penuh dengan noda hitam, tertutup untuk memperoleh sinar iman ( nurul iman).* (BERSAMBUNG)

Penulis tinggal di Kudus, Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahbangunanImanKeislamantauhid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musibah Kebakaran di Sebuah Rumah Sakit Saudi, 31 Meninggal
Tulisan selanjutnya Cracking The Code – Food Security [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?