Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Food Security untuk Kita-Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2015 06:07 6:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2015 06:07
Bagikan
Pekerja angkut hasil padi di Garut
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BILA kelaparan itu terjadi di negeri-negeri sub Sahara, maka itu mudah dipahami. Di negeri dengan curah hujan yang hanya double digit – tanaman memang tidak mudah tumbuh. Sebaliknya bila kelaparan terjadi di negeri seperti kita, dimana curah hujan terendahnya masih empat digit – maka besar kemungkinannya ada yang salah dalam pencarian sumber-sumber pangan kita. Di tulisan sebelumnya sudah saya bahas alternatif pengelolaan sumber daya untuk pangan ini, kini saya lengkapi dengan pilihan usia panen yang bisa merevolusi pemenuhan kebutuhan pangan kita.

Setelah salah memilih fokus sumber pangan lebih pada biji-bijian dan sedikit daging – yang saya ulas di tulisan saya sebelumnya tersebut, kita juga terlalu fokus pada tanaman dewasa untuk dipanen daun dan bijinya. Padahal tanaman-tanaman itu juga ada yang bisa dipanen di usianya yang sangat dini sepekan atau kurang yaitu pada kecambah – yang sudah dikenal sejak nenek moyang kita dahulu.

Bahkan kini juga muncul trend sumber makanan baru – tidak semuda kecambah, tetapi juga masih sangat muda. Yaitu tanaman-tanaman yang dipanen pada usia dua atau tiga pekan yang disebut microgreens. Dibandingkan kecambah, microgreen sedikit lebih tua yaitu ketika tanaman mulai memiliki daunnya yang nyata.

Perbandingan antara kecambah, microgreens dan tanaman sayuran pada umumnya dapat dilihat pada ilustrasi dibawah.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, tetapi justru dari kelebihan dan kekurangan inilah kita bisa mengkombinasikan sumber-sumber bahan pangan kita yang tidak terbatas – yang sesuai dengan resources yang ada.

Misalnya bila Anda ingin memenuhi kebutuhan sayuran sendiri, maka di halaman Andapun Anda dapat menanam sayuran seperti selada, lobak, sawi dlsb. sampai usia panen normalnya antara 40-60 hari sejak persemaiannya.

Bila di halaman yang sama Anda ingin memenuhi kebutuhan sayuran untuk sekomplek perumahan dimana Anda tinggal, maka halaman Anda tidak cukup untuk tanaman-tanaman tersebut sampai usia panen normalnya.

Yang bisa Anda lakukan adalah tidak menanam tanaman secara normal, tetapi menanam hanya sampai usia microgreens – usia panen 2- 3 pekan. Karena usia yang pendek microgreens tidak butuh tanah banyak untuk sumber nutrisinya dan juga tidak butuh akses sinar matahari yang penuh. Tanaman bisa disusun dalam media tanam secara bertingkat tidak masalah.

Bila pola tanam mengikuti pola evergreen – setiap hari menanam sejumlah tanaman tertentu – maka setiap hari Anda juga akan panen. Artinya di halaman Anda-pun Anda bisa memenuhi kebutuhan sayur untuk warga sekomplek Anda.

Bagaimana bila Anda ingin memenuhi kebutuhan sayuran bergizi lebih dari se-komplek? bisa jadi pilihannya adalah kecambah. Kecambah tidak membutuhkan media tanam dan tidak membutuhkan sinar matahari, jadi bisa ditumbuhkan dalam rak-rak bahkan di dalam rumah Anda.

Kelebihan lain dari kecambah dan microgreens ini adalah kecil sekali peluang terkena penyakit, pertama karena usia hidupnya yang pendek dan yang kedua kita panen pada usia terbaik atau terkuatnya – dalam melawan serangan penyakit.

Pasti bukan kebetulan bila Allah-pun secara khusus mengangkat tanaman di awal usianya ini untuk menjadi pelajaran bagi kita. Di antaranya bahkan ada yang dibahas bersamaan dengan pembahasan seluruh siklus hidup manusia ( QS 22:5), dan juga proses hadirnya kehidupan  dari yang mati (QS 6:95).

Bila saja kita mau mengganti hijauan di sekitar kita dengan hijauann apapun yang bisa dimakan, maka insyaAllah tidak akan ada kelaparan di muka bumi ini – minimal mulai dari rumah kita sendiri. InsyaAllah.*

Penulis Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bumipangantanaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamic Center Muadz Bin Jabal Adakan Daurah Pengajaran Bahasa Arab
Tulisan selanjutnya Polrestro Jakbar Razia Terompet Kertas Al Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?