Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Empat Pilar Amalan Mengisi Waktu lebih Berkah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2016 07:47 7:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2016 06:40
Bagikan
Hasan Al-Bashri berkata, “Waktu, paling berharga untuk kujaga. Dan, kulihat begit mudah untuk hilang.”
Bagikan

Oleh: Ilham Kadir

IBARAT gasing, waktu begitu kencang berputar. Detik ke menit, menit ke jam, jam berubah jadi hari, lalu menjadi pekan, bulan, tahun, windu, abad, dan seterusnya.

Manusia dan waktu adalah dua bagian yang tak terpisahkan, seperti jiwa dan raga. Karena itu, waktu  sangat esensi dalam perjalanan hidup kita. Esensi atawa mendasar, sebab dengan waktu manusia dapat menjadikan dirinya sukses atau gagal, bahagia atau sengsara.

Secara umum. Umat Nabi Muhammad memetakan perjalanan hidup manusia dengan lima fase yang semuanya terkait dengan waktu. Keempat masa tersebut adalah, masa penetapan, masa rahim, masa kehidupan di dunia, masa barzakh, dan masa akhirat.

Kelima fase tersebut, masa kelahiran manusia di dunia adalah menjadi bagian paling menentukan, akankah ia bahagia atau sengsara, selamat dunia-akhirat atau tidak, dan seterusnya. Bahkan, Allah sangat jelas memberikan peringatan, Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Kecuali mereka yang beriman dan berbuat kebajikan, saling menasihati dalam haq serta nasihat-menasihati dalam kesabaran, (QS. Al-‘Ashr [103]: 1-3).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Merujuk pada surah di atas, yang dalam Istilah Imam Syafi’i sebagai surah agung, keagungannya bahkan cukup mewakili segenap isi Al-Qur’an. Artinya, andai saja Allah menurunkan surah ini, maka itu sudah cukup menjadi pelajaran dan bimbingan bagi umat manusia untuk sukses dunia-akhirat.

Pilar-pilar kesuksesan yang berlandaskan pada optimalisasi waktu dapat dilihat dalam surat Al-‘Ashr di atas yang meliputi empat pilar utama yaitu:

Pertama. Beriman. Iman adalah dasar utama bagi hamba Allah setelah menyatakan diri beragama Islam. Jika rukun Islam adalah pondasi, maka iman adalah tiangnya, dan ihsan adalah buahnya. Iman, hanya dapat digapai dengan menegakkan pilar agama yang didahului dengan syahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, La ma’bud illallah. Dan, bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah yang terakhir, pembawa risalah dinul-Islam. Setelah itu, dipermantap dengan salat, zakat, puasa, dan ibadah haji bagi yang mampu. Amalan-amalan inilah yang disebut rukun Islam akan memantapkan, meneguhkan, bahkan meningkatkan iman seseorang.

Kedua. Beramal saleh. Di dunia ini, manusia dengan fitrahnya cenderum menicintai kebaikan, dan setiap orang yang melakukan kebaikan pasti disukai oleh siapa dan apa pun. Dengan beramal saleh maka segenap kemungkaran tidak akan terujud. Kekacauan yang merebak di mana-mana dengan ragam latar belakang dan motifnya dapat dipastikan karena nihilnya amal saleh. Maka, amal saleh ditinjau dari aspek sosial kemasyarakatan paling utama adalah mendorong manusia untuk berbuat baik dan mencegah mereka dalam melakukan kemungkaran, (al-amru bil-ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar’). Sedangkan dalam pespektif individual, amal saleh adalah pengabdian kepada Allah subhanahu wa ta’ala secara totalitas, menjadikan segenap aktivitasnya sebagai ibadah lillahi ta’ala. Itulah dimaksud oleh doa iftiah dalam salat, inna shalati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin. Sungguh, salatku, ibadahku, hidup dan matiku kupersembahkan hanya kepada Allah pemelihara alam semesta.

Dalam perpektif kenegaraan, amal saleh adalah mengabdi untuk bangsa dan negara. Pengabdian dapat dinilai berdasarkan kedudukan dan kapasitas masing-masing. Rakyat jelata, mengabdi pada negara dengan cara menjaga dan merawat lingkungan di mana ia berada, mulai dari kebersihan, hubungan antarsesama, rumah tangga, tetangga, kampung, dst. Seorang aparat pemerintah rendahan, dapat beramal saleh untuk negara dengan menjalankan fungsiinya sebagaimana mestinya, minimal adil dalam melayani masyarakat, hingga seorang kepala negara dapat beramal saleh untuk rakyat dan bangsa dengan begitu banyak jalan. Yang paling sederhana adalah memenuhi segala janji-janji kampanyenya, tidak bohong, apalagi khianat kepada bangsa dan negara dengan cara menjual asset-asset negara dengan harga yang murah demi memenuhi hasrat para penjilat dan perampok di sekelilingnya. Begitu banyak jalan untuk melakukan amal saleh dan dapat dilakukan dengan berbagai jenis, yang terkecil hingga yang besar. Terkecil adalah menyingkirkan duri di jalanan dan terbesar adalah rela mati di jalan Allah demi membela kebenaran menurut syariat. * (BERSAMBUNG)

Kandidat Doktor Pendidikan Islam Fakultas Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalwaktu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Investor Syariah Meningkat 53% pada 2015
Tulisan selanjutnya Banda Aceh Melawan Tatanan Dunia Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?