Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Seuntai Harapan Agar Lolos di Padang Mahsyar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Januari 2016 09:27 9:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2016 09:27
Bagikan
Ketenangan yang bersemai di dalam diri, bisa menjadi penawar bagi jiwa-jiwa yang gelisah
Bagikan

ADALAH Uwais al Qarni, ia disanjung Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Namanya harum di langit.

Di zamannya ada Sa’id bin Musayyib, seorang ulama besar, banyak meriwayatkan hadist, selama kurang lebih 40 tahun ia selalu berjamaah di masjid dan datang sebelum adzan berkumandang, namun di masanya ketulusan Uwais justru mengalahkannya dan ulama lain semisal Hasan Al Bashri.

Tiada pula yang mampu menyaingi penderitaan para pelaku pencitraan, tengok pula Karun. Ia sukses dengan tumpukan materi, memiliki status sosial, pujaan khalayak, banyak orang begitu berharap nasibnya dan anak keturunannya seperti Karun. Namun hidupnya penuh kebanggaan yang akhirnya menenggelamkannya.

Tiada yang mampu menyamai kebahagiaan orang yang pandai bersabar, ia bukan dengan kata-kata, bukan pula mengelus dada, kemudian duduk manis sembari menghela nafas. Tengoklah  Uwais yang bersabar dengan penyakit (kusta)nya, hidupnya amat sangat sederhana, masyarakat mengolok-ngolok, meremehkan, sampai menganggapnya gila dan cemooh lainnya.

Namun sekelas Umar bin Khatab, seorang calon penghuni surga tak segan dan tak malu untuk meminta doa darinya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Bahagia itu memancar, ia bagaikan rembulan yang menerangi gelap malam, lebih terang dari gugusan bintang yang menghiasi indahnya langit dari tujuh lapisan. Bahagia juga menular.

Tengoklah Uwais al Qarni yang begitu bahagia dengan kesehariannya, hidup dan mati tanpa popularitas, ia lebih memilih menjadi rakyat jelata, menolak tawaran dari sang khalifah Umar untuk mendapat jaminan, wajahnya selalu menghadap ke langit, penuh harap, rindu dan cinta akan sang pencipta dan baginda Nabi Muhammad, kendati hidup semasa, takdir tak mempertemukannya, namun hatinya selalu terpaut dengan Rasulullah.

Penawar Jiwa yang gelisah

Bahagia bukanlah persepsi banyak orang, bukan pula dengan banyaknya materi, perspesi bisa salah, materi bisa habis, seiring dengan banyaknya kesalahan dan habisnya materi, maka bahagia itupun lambat laun akan sirna.

Bahagia adalah suasana hati, ia akan terus memancar dan menularkan kepada siapa saja yang melihatnya, orang yang berbahagia, ia akan sangat mudah membahagiakan orang lain, usah tanya kenapa anda suka dengan dia, apa yang membuat kita tertarik dengannya, apa kelebihannya, dia kan begini, begitu dan rasa penasaran lainnya!

Sekali-kali tidak, kita tidak akan menemukan alasan, kenapa orang-orang yang berbahagia bisa menularkan kebahagiaanya dengan sangat mudah, hanya dengan menatap, berteman ataupun sekedar bertegur sapa. Hal itu adalah anugerah terbesar dari Allah Ta’ala, ketenangan yang bersemai di dalam dirinya, bisa menjadi penawar bagi jiwa-jiwa yang gelisah, melapangkan setiap dada yang sempit dan menjadi cahaya bagi kehidupan yang penuh kegelapan.

Bersabarlah sebagai seorang pengabdi,
Bersabarlah atas segala ujian yang menimpa tanpa banyak berkeluh kesah,
Bersabarlah untuk tidak bermaksiat kepada Allah Ta’ala,
Bersabarlah untuk tetap berada dalam ketaatan.

Dahsyatnya kehidupan di hari pembalasan, cukup menjadi pelajaran bagi kita semua, tiada ikatan nasab antara kita dan keluarga, tiada pula saling bertanya, walau sekedar menanyakan kabar.

Kelak, semua akan menunggu raport masing-masing, matahari didekatkan, panasnya akan membuat manusia banjir keringat, hingga pada suatu waktu, penduduk yang ada di Padang Mahsyar merasa jenuh, bosan dengan ketidaknyamanan dan ketidakpastian.

Berharap cepat diadakan persidangan, untuk diputus apakah ia masuk ke dalam neraka atau menjadi penghuni surga, pada waktu manusia sudah benar-benar tak kuasa melawan kebosanan dan kekawatirannya. Hanya Nabi Muhammad yang kelak bisa memberi Syafaat.

Pada akhirnya sidangpun diputuskan setelah munajat dan sujud penghambaan beliau kepada Rabb semesta alam yang menguasai hari pembalasan, inilah bentuk syafaat Nabi kita.

Diantara kita, ada yang berjalan melewati sirat laksana purnama secepat kilatan cahaya, pancaran terangnya bintang, menunggangi kuda, berlari hingga ada yang berjalan merangkak, kemudian jatuh ke dalam neraka.

Pada hari itu semua manusia diperlihatkan tentang pedih dan panas membara neraka, kemudian Allah Ta’ala akan menyelematkan pribadi-pribadi yang bertakwa, bersabar, ikhlas, bersyukur dan tidak sombong atau berbangga diri. Ketahuilah kesombongan manusia hanya akan membuatnya terhalang dari mencium aroma wangi surga, sedikitpun ia takkan merasakan keindahan surga.

ذَلِكُم بِمَا كُنتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَمْرَحُونَ

ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).

“ (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong “. (QS. Mu’min/al-Ghafir [40]: 75-76)

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi jalan kita dengan menjadikan pribadi-pribadi yang cepat bertaubat, memberi hidayah serta taufiknya. Ya Robbana.*/Guntara Nugraha Adiana Poetra, dosen UNISBA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahagiadoajahannamnerakaPadang MahsyarUwaish al Qarni
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Larang Lebih 600 Panggilan Adzan dari Masjid Ibrahimi Selama 2015
Tulisan selanjutnya Dua Masjid Sunni di Iraq Mendapat Serangan Bom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?