Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB Didesak Buka Pengepungan di Madaya Suriah, Penduduk Makan Serangga untuk Bertahan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2016 07:17 7:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Januari 2016 08:20
Bagikan
Foto – Gambar menunjukkan penduduk Madaya mengais tumpukan sampah untuk mencari makanan dan janin-janin berguguran
Bagikan

Hidayatullah.com—Aktivis Suriah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun langsung untuk membantu warga Desa Madaya yang terkepung, dimana mereka mengatakan lusinan orang telah meninggal karena kelaparan.

Kelompok oposisi di Suriah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan atas terbunuhnya 26 warga sipil dalam serangan udara dan penembakan di Douma, Damaskus.

Madaya, sebuah kota berpenduduk 40.000 orang di bagian barat laut Suriah, telah terkepung selama lebih dari enam bulan, dan penduduknya terpaksa memakan dedaunan dan serangga untuk bertahan hidup.

Aktivis setempat mengatakan bahwa kota tersebut dikelilingi oleh lahan ranjau, dan penembak jitu musuh yang akan menembak siapapun yang mencoba untuk mencari makanan.

Koalisi Nasional Suriah mengatakan Madaya sedang menghadapi sebuah “bencana kemanusiaan” demikian dikutip laman middleeasteye.net hari Kamis (07/12/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di dalam sebuah surat yang dikirimkan ke PBB dan Liga Arab, koalisi tersebut mendesak dilaksanakannya Resolusi Dewan Keamanan PBB 2139, yang diloloskan pada Februari 2014 yang isinya memastikan semua pihak di dalam konflik diperbolehkan meminta pengiriman bantuan kemanusiaan.

Prancis juga bersuara keras menolak pengepungan, menyebut itu “tidak dapat dipertahankan dan tidak dapat diterima”.

“Prancis mengutuk keras pengepungan terhadap kota Madaya yang dilakukan rezim Suriah,” jurubicara Kementerian Luar Negeri Roman Nadal mengatakan dalam briefing press di Paris pada Rabu petang.

Kementrian Luar Negeri Prancis meminta agar pengepungan segera diakhiri sesuai hukum internasional.

Para aktivis telah mengeluarkan sebuah petisi online mendesak Sekjen PBB Ban Ki-moon segera turun langsung untuk menengahi kesepakatan antara PBB, Iran, dan Turki akhir September lalu untuk membebaskan wilayah yang terkepung.

Sebagai respon meningkatnya tekanan internasional untuk mengirim bantuan kesehatan ke Madaya, dokter lokal menuduh PBB sama sekali tidak bertindak.

warga Madaya mengais sampah
Pemandangan warga Madaya sedang mengais sampah [foto: middleeasteye.net]
Amir Burhan, yang menjalankan sebuah rumah sakit lapangan di Zabadani wilayah utara Madaya, mengatakan pada kantor berita Radio Sawt Beirut bahwa seorang pejabat PBB merespon permintaan bantuan yang dilakukan dokter itu dengan mengatakan bahwa seluruh staf PBB sedang berlibur.

Burhan mengatakan bahwa kepala pejabat PBB yang bertanggungjawab untuk urusan lokal merespon email penting berisi permintaan bantuan dengan mengatakan bahwa seluruh staf PBB akan berlibur mulai dari 24 Desember 2015 hingga 5 Januari 2016 dan tidak dapat berbuat apa-apa.

26 Orang Terbunuh

Bombardir yang dilakukan rezim Bashar al Assad menewaskan lebih dari 26 warga sipil dan melukai lusinan lainnya di ibukota Suriah dan di dekat benteng pertahanan oposisi pada Rabu, demikian dilaporkan media nasional dan sebuah kelompok pengawas.

Sejumlah mortar ditembakkan dari Timur Ghouta, wilayah yang dikuasai kelompok oposisi menuju wilayah pemukiman di Damaskus menyebabkan delapan warga sipil tewas dan 23 terluka, kata pejabat kantor berita SANA melaporkan.

Penyerangan terjadi setelah pemerintah menembakkan roket yang menarget Kota Douma wilayah timur Ghouta pada pagi hari, menewaskan enam warga sipil, menurut Syrian Observatory for Human Rights, lembaga monitor bekedudukan di Inggris.

Lembaga monitor itu memberi jumlah yang sedikit berbeda dengan melaporkan bahwa sembilan orang tewas dan 30 luka-luka, beberapa terluka berat, dalam pemboman Damaskus.

Sepuluh warga sipil lain, termasuk seorang anak kecil, terbunuh dalam serangan udara pemerintah atas Kota Hazzeh dan satu orang tewas di Mesraba, sebelah timur ibukota, Observatory mengatakan.

Sebagaimana diketahui, Rezim Bashar al Assad telah mengepung Kota Madaya lebih enam bulan menyebabkan kesengsaraan warga. Mereka dikepung ranjau, sniper dan pesawat. Puluhan warga tewas kelaparan. Banyak warga kesulitan makanan. Anak-anak terpaksa memakan serangga dan daun. Tiap hari yang pingsan tak berbilang. Janin-janin gugur sebab ibunya tak makan berbulan-bulan.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadMadayaPBBpengepunganPerserikatan Bangsa-BangsaseranggaSnipersuriahSuriah Terkini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wagub Jatim Dorong Muslimat Hidayatullah Bentengi Anak dari Ancaman yang Merusak Keluarga
Tulisan selanjutnya Agresi Rusia ke Suriah Hanya Menambah Amunisi Assad Membunuh Sipil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?