Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

400.000 Penduduk Suriah Terancam Kelaparan di Madaya yang Terkepung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Januari 2016 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2016 08:54
Bagikan
Di media sosial, beredar foto warga makan serangga dan mengais sampah untuk makan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di saat lembaga bantuan yang berusaha mengirim bantuan pangan pada 42.000 penduduk Madaya, masyarakat lain di 15 wilayah menemukan diri mereka terkepung.

Ketika lembaga bantuan bersiap untuk mengirim bantuan pangan ke Madaya, wilayah pinggiran Damaskus, dan dua kota lain yang terkepung di provinsi Idlib, diperkirakan 400.000 orang di 15 wilayah Suriah hidup dalam pengepungan, menurut laporan PBB.

Sebuah kesepakatan telah disetujui mengenai pengiriman bantuan pangan ke Madaya, yang sekarang dikepung oleh pasukan yang loyal pada Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan desa Fouad an Kefraya di Idlib, yang keduanya dikepung oleh pasukan pemberontak.

Akibat pengepungan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah dan milisi Syiah Hizbullah, diperkirakan terdapat 42.000 penduduk Madaya yang tidak dapat mendapatkan makanan, yang sejauh ini  menyebabkan kematian 23 orang karena kelaparan, menurut laporan badan amal Doctors Without Borders (MSF), dikutip Al Jazeera, Senin (11/01/2016).

Pemberitaan tentang kelaparan yang terjadi telah tersebar luas, beberapa dari berita itu menampilkan gambar penduduk Madaya bertahan hidup dengan memakan rumput dan serangga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Kefraya dan Foua, sekitar 12.500 orang kehilangan akses bantuan pangan karena diputus oleh kelompok perlawanan.

Pada 26 Desember, pasukan pemerintah Suriah membangun sebuah pos pemeriksaan dan menutup jalan utama menuju Moadamiyah, sebuah kota yang dikuasai kelompok perlawanan di wilayah pinggiran Damaskus, mendesak kelompok oposisi untuk meletakkan senjata mereka dan menyerah.

Kantor Media Moadamiyah, yang dijalankan oleh aktivis pro oposisi, diperkirakan 45.000 warga sipil terperangkap di wilayah tersebut lebih dari dua minggu.

Organisasi itu mengatakan pada Sabtu bahwa pengepungan dimulai pada April 2013 dan berlangsung selama satu tahun, menyebabkan kematian dari 16 penduduk setempat akibat kurangnya makanan dan obat-obatan.

Mereka juga mengatakan baru-baru ini satu  warga setempat meninggal pada tahun, dengan bayi berumur delapan bulan yang sekarat karena malnutrisi pada 10 Januari.

Dani Qabbani, seorang aktivis media Moadamiyah, mengatakan bahwa anak itu meninggal karena “pengepungan yang bertujuan untuk melemahkan oleh milisi Assad”.

“Mereka tidak dapat menolongnya karena hanya ada sebuah rumah sakit darurat di kota ini,” dia berkata pada Al Jazeera. “Pos pemeriksaan Assad melarang keluarganya merujuk dia ke Damaskus”.

‘’Jika situasi ini berlanjut hingga beberapa minggu ke depan, kita menduga ini akan menjadi bencana bagi 45.000 warga sipil [di Moadamiyah].’’

Sembari menjelaskan populasi setempat yang akan menurun dan dilanda ketakutan, Qabbani menambahkan bahwa ‘’mereka tidak ingin kejadian yang terjadi pada 2013 terulang kembali’’.

Sharif Nashashibi, seorang analis London dalam hubungan politik Arab, mengatakan bahwa pengepungan yang dilakukan pemerintah di tempat seperti Moadamiyah dan Madaya telah menempatkan pasukan pemberontak dibawah ‘’tekanan ganda’’.

‘’Pengepungan itu tidak hanya melemahkan para pemberontak, tetapi juga menyebabkan mereka melihat masyarakat di sekitar mereka menderita dan meningkatkan kekhawatiran bahwa masyarakat akan berbalik melawan mereka,’’ dia berkata kepada Al Jazeera.

‘’Pengepungan ini adalah kejahatan perang. Pemerintah secara kolektif menghukum masyarakat di wilayah tersebut karena kehadiran dari pejuang ‘musuh’.’’

PBB melaporkan pada Desember bahwa pemerintah Suriah dan milisi sekutu telah mengepung lebih dari 181.000 orang di wilayah pinggiran kota Damaskus, termasuk Darayya dan Ghouta, serta Zabadani, dekat perbatasan Lebanon.

Secara terpisah, kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) telah melakukan pengepungan terhadap lebih dari 200.000 orang warga Deiz Az Zor di wilayah timur Suriah.

“’Mengepung warga sipil Suriah adalah sesuatu yang salah, siapapun pelakunya,’’ Nashashibi mengatakan pada Al Jazeera.

Juliette Touma, seorang juru bicara UNICEF mengatakan bahwa kurangnya akses menyulitkan pengiriman bantuan pangan pada kelompok-kelompok yang bersangkutan.

‘’Itu ada wilayah-wilayah yang telah dikepung oleh pihak-pihak yang berkonflik,’’ dia berbicara pada Al Jazeera.

‘’Kita tidak bisa hanya menuduh satu pihak yang bertanggung jawab karena terdapat lebih dari satu pihak dalam konflik yang terlibat di berbagai pengepungan.’’

Selain itu dalam berjuang untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan, Touma mengatakan, wilayah yang terkena efek juga terdampak gangguan lain, seperti kurangnya, kebutuhan dasar, seperti listrik dan pendidikan.[Baca: PBB Didesak Buka Pengepungan di Madaya Suriah, Penduduk Makan Serangga untuk Bertahan]

Selanjutnya, kata dia, masyarakat yang dikelompokkan sebagai kelompok yang terkepung tidak hanya putus asa karena kurang kebutuhan kemanusiaan.

‘’Akibat dari perang yang berkecamuk dan meningkatnya kekerasan, terdapat lebih dari 4.5 juta hidup di wilayah yang dikategorikan oleh PBB sebagai ‘’wilayah yang sulit dicapai,’’ kata Touma, dia juga menambahkan bahwa setengah dari jumlah itu adalah anak-anak.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadMadayapengepungansuriahSuriah Terkini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Dakwah Aceh Jalin Kerjasama Dengan ABIM Malaysia
Tulisan selanjutnya Siapa Permudah Kesulitan Orang di Dunia, Dimudahkan Allah di Akhirat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?