Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pentingnya Konsep Adab Dalam Bernegara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2016 14:10 2:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2016 08:15
Bagikan
Dr Adian Husaini dan Gus Sholah dalam bedah buku 'Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab' di Hotel Sahid Surabaya, Rabu, (13/01/2016)
Bagikan

Hidayatullah.com – Mengutip konsep adab Prof. Syed Naquib Al-Attas yang bertumpu pada tiga hal, yakni hikmah, adab, dan adil. Bahwa hikmah itu melahirkan adab, dan jika adab ditegakkan maka akan terjuwud al-adalah (keadilan).

Menariknya, tiga kata kunci diatas terkandung dalam konstitusi Indonesia, yakni Pembukaan UUD 1945 dan lebih khusus lagi dalam kelima sila Pancasila.

Pemaparan itu disampaikan Dr. Adian Husaini. MA pada saat acara launching buku karyanya berjudul ‘Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab’ di Hotel Sahid Surabaya, Rabu, (13/01/2016).

Adian mengatakan, bahwa konsep adab dalam bernegara merupakan suatu hal yang sangat penting. Sebab jika tidak dipahami, akan muncul 2 kutub.

“Satu adalah kutub pemikiran ekstrim dalam bentuk sekulerisme dan liberalisme. Ini berbahaya, karena memandang bahwa akidah dan syariat Islam harus disesuaikan dengan realitas kebhinekaan yang ada di Indonesia, sehingga dikembangkanlah gagasan Indonesia tanpa diskriminasi, fikih kebhinekaan, Islam Nusantara dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Satu kutub lagi, lanjut Adian, juga dinilai cukup ekstrim. Yakni harus memandang NKRI seolah sebagai ‘negara kafir’.

“Sehingga kaum Muslimin diharamkan memasuki sistemnya. Bahkan, menjadi anggota DPR dianggap sudah kafir,” kata Adian.

Untuk itu, Ia berkesimpulan, adab dalam bernegara sebagai seorang Muslim adalah meletakkan kesetiaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang tertinggi.

“Itulah makna ketuhanan yang Maha Esa,” ungkap Ketua Progam Magister dan Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun ini.

“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Munas alim ulama NU tahun 1983 di Situbondo merumuskan makna Ketuhanan yang Maha Esa adalah tauhid. Makanya tidak betul kalau ada yang mengatakan Indonesia itu negara netral agama, tokoh-tokoh kita dulu sangat cerdik mengkonsep ini. Jadi statusnya Indonesia ini sebetulnya adalah Negara Tauhid cara pandangnya, kalau memang ada bagian-bagian yang belum sesuai dengan syariat, ya itu tugas perjuangan,” pungkasnya.

Acara launching ini hasil kerjasama Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) dan Bina Qolam Indonesia serta didukung oleh Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabberadabMunas alim ulama NU tahun 1983Negara tauhidNUpancasila
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [1]
Tulisan selanjutnya Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

Berita
8 September 2026 13:17
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?