Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Jatuhkan 23.144 Bom di Negeri Muslim Selama 2015

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2016 08:37 8:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2016 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah badan penasihat yang mengkhususkan diri pada masalah ekonomi dan politik, mengeluarkan sebuah grafik yang menunjukkan berapa banyak kerusakan yang telah dihasilkan akibat dampak kepongahan Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara lain.

Council of Foreign Relations (Dewan Hubungan Luar Negeri/CFR), sebuah lembaga riset yang bermarkas di New York, memperkirakan 23.144 bom telah dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) pada negara-negara Muslim selama tahun 2015.

Mikha Zenko, seorang rekan senior di CFR, menyatakan bahwa sejak 1 Januari 2015, Amerika Serikat telah menurun sekitar 23.144 bom di enam negara: 22.110 di Iraq dan Suriah; 947 di Afghanistan; 58 di Yaman; 18 di Somalia; dan 11 di Pakistan. Demikian dikutip laman sputniknews.com, Kamis (14/01/2016).

Grafik yang dikeluarkan lembaga riset yang dikenal pro pemerintah AS itu menunjukkan angka mencolok jumlah kerusakan yang dihasilkan Amerika pada negara lain.

Bom Amerika di Negara Muslim
22.110 bom diarahkan ke Iraq dan Suriah; 947 di Afghanistan; 58 di Yaman; 18 di Somalia; dan 11 di Pakistan

bom AS

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan atau tanpa alasan, ujar lembaga ini, pengeboman seperti itu tidak dapat dibenarkan. Grafik itu adalah ilustrasi tumpul dari banyaknya kerusakan yang ditimbulkan Amerika terhadap dunia Islam selama tahun 2015.

Sekitar 77 persen dari semua serangan udara AS ditujukan pada ISIL/ISIS di Iraq dan Suriah.  Pejabat Pentagon mengatakan setidaknya 25.000 tentara ISIL/ISIS dilaporkan telah dibunuh (sebuah sumber anonim mengatakan sekitar 23.000 pada bulan November 2015, sekitar 2.500 tentara lain dikabarkan telah dibunuh pada bulan Desember).

Sebenarnya, mereka juga mengklaim bahwa bersama 25.000 tentara ISIL/ISIS yang terbunuh, hanya 6 warga sipil yang “sepertinya” telah terbunuh dalam tujuh bulan operasi militer udara AS.

Pada saat yang sama, pejabat Pentagon mengakui bahwa jumlah anggota dari kelompok ISIL/ISIS yang tersisa sepenuhnya telah berubah.

Bom-bom Amerika Serikat tahun lalu ikut menyerang negara-negara mayoritas Muslim seperti Iraq, Suriah, Afghanistan, Pakistan, Yaman dan Somalia, demikian studi Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR).

Hari Rabu, Steve Warren, juru bicara koalisi pimpinan AS, memperkirakan anggota dari ISIL antara 20.000 hingga 31.000 tentara.

Pada saat yang sama, Pentagon mengklaim bahwa hanya enam warga sipil “kemungkinan” tewas dalam perjalanan kampanye pemboman.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatbomCFRCouncil of Foreign RelationsDewan Hubungan Luar NegeriISISNegara Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gus Sholah: Islam dan Indonesia Tak bisa Dipisahkan
Tulisan selanjutnya Kecam Teror Sarinah, DPP Hidayatullah: Berpegang Teguhlah pada Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?