Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Bibit Sekularisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Januari 2016 09:11 9:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Januari 2016 09:11
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Kehidupan manusia tak pernah sepi dari pertempuran dua ideologi yang berseberangan. Pertarungan itu berlangsung sejak masa Nabi Adam Alaihi as- salam (As) hingga hari ini dan tak pupus sampai hari Kiamat kelak.

Ibarat dua kutub yang saling berlawanan,  cahaya tauhid tak bisa memendar begitu saja tanpa diresahi dan diadang oleh pelaku syirik dan kemaksiatan. Sebagaimana virus keburukan dan kebatilan akan terus menandingi kebaikan dan kebenaran yang didakwahkan umat Islam.

Uniknya, di zaman yang kian menua ini masih saja memutar ulangan sejarah yang sama. Jika orang-orang musyrik terdahulu dikenal menolak keberadaan Allah dengan menabuh semangat anti Tuhan. Kini ajakan yang mirip digaungkan kembali dengan slogan semangat anti hukum Tuhan. Hal ini utamanya dipelopori oleh para pengusung paham sekularisme. Yaitu sekumpulan manusia yang tak ingin kehidupan mereka diatur oleh ajaran agama.

Tak heran di antara mereka ada berpikir picik, urusan Allah sudah selesai sejak bumi dan langit serta isinya telah diciptakan. Layaknya sebuah jam yang sudah keluar dari pabrik, selebihnya biarkan jarum jam itu berputar dengan sendirinya. Tanpa perlu ada campur tangan lagi dari si tukang jam (watch maker) sebelumnya.

Faktanya, orang-orang yang berpaham sekularisme acap tak mau diatur oleh agama dalam kehidupan sehari-harinya. Seolah mereka menyangka dunia saat ini tak lagi selaras dengan perkara agama yang terbilang usang bagi logika mereka.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Menurut mereka, kalaupun masih dibutuhkan, maka urusan agama itu hanya cocok di hari Jumat saja. Di sana ada shalat Jumat, mimbar buat khutbah di siang hari, atau baca yasinan di malam harinya. Lebih jauh agama bisa dipakai untuk urusan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) atau ketika pengurusan jenazah (fardhu kifayah).

Berangkat dari syubhat di atas, tanpa sadar umat Islam selanjutnya akan digiring kepada pusaran badai yang lebih berbahaya. Yaitu membenturkan ajaran Islam dengan konteks kekinian yang mereka sebut dengan kehidupan modern. Menganggap syariat yang mulia ini tak lagi relevan dengan kehidupan saat ini.  Sehingga ia butuh koreksi dengan doktrin desakralisasi wahyu al-Qur’an sebagaimana yang diusung oleh kaum liberal saat ini.

Hal ini segendang sepenarian dengan adanya anggapan bahwa al-Qur’an tersebut adalah produk budaya (muntaj tsaqafi) yang diciptakan oleh Nabi Muhammad untuk bangsa Arab ketika itu.

Alhasil, lahir pula gagasan mengkaji al-Qur’an dengan pendekatan tafsir hermeneutika. Suatu pendekatan tafsir yang selama ini dipakai untuk mempelajari kitab bibel milik umat Nashrani.

Ajaran agama itu sudah usang dan tak relevan, demikian sanggah dan celotehan mereka di berbagai media sosial.  Lebih “halus” sedikit mereka berdalih, jilbab adalah budaya bangsa Arab dan hanya cocok di masyarakat Arab. Akibatnya, kewajiban berhijab bagi muslimah hanya menjadi bahan canda dan cemoohan mereka. Kalaupun mereka berhijab maka itu untuk mempercantik diri dan mengikuti mode yang trendi.

Parahnya, ide dan pemikiran itu seolah sudah “janjian” dan “sejodoh” dengan budaya-budaya Barat yang tak kalah merusak. Mulai dari budaya hedonisme, materialisme, kapitalisme, konsumerisme, dan lain sebagainya. Akibatnya mudah ditebak, yang jadi korban hanyalah umat Islam sebagai mayoritas penduduk di negeri ini.

Untuk itu, tak ada jalan lain kecuali umat Islam berpegang teguh kepada ajaran agama. Mari mempelajari al-Qur’an sebagai guidance seorang Muslim dalam menjalani kehidupan.

Saling menasihati dan mengingatkan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan umat Islam. sambil terus berupaya maksimal mempelajari ilmu-ilmu agama sebagai bekal fardhu ‘ain bagi seluruh kaum muslimin.

Allah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

Katakanlah (Muhammad): “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang Mahaesa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. (Yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap (kehidupan) akhirat.” (Surah Fushshilat [41]: 6-7).*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fardhu 'Ainharamilmu agamaliberalsekularismesubhat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Indonesia di London Ingin Berinvestasi Syariah
Tulisan selanjutnya Video Musik Membuat Remaja Terpapar Kebiasaan Merokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?