Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty: Pasukan Kurdi Iraq Sengaja Hancurkan Desa-Desa Arab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Januari 2016 23:11 11:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Januari 2016 23:11
Bagikan
Tank pasukan Kurdi Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasukan suku Kurdi di Iraq sengaja menghancurkan desa-desa suku Arab yang berada di bawah kendali mereka, kata Amnesty International dalam laporannya yang dirilis hari Rabu (20/1/2016). Organisasi pemerhati hak asasi manusia itu mengatakan tindakan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Dalam laporannya Amnesty mengatakan, pasukan Kurdi membuldoser, meledakkan dan membakar ribuan rumah di desa-desa suku Arab yang mereka rebut dari tangan kelompok bersenjata ISIS/ISIL.

“Pengusiran paksa warga sipil dan penghancuran dengan sengaja rumah dan properti mereka tanpa justifikasi militer dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” kata Donatella Rovera dari Amnesty International dalam pernyataannya seperti dikutip Associated Press.

“Kita tidak bicara soal collateral damage (dampak ikutan) yang terjadi di tengah peperangan, melainkan hal ini adalah penghancuran yang disengaja,” kata Rovera kepada Associated Press.

Menurut Rovera, yang melakukan riset lapangan untuk menyusun laporan tersebut, pasukan Kurdi Iraq memberlakukan hukuman kolektif atas keluarga dan warga komunitas Arab yang tidak ikut perang dan tidak melakukan kejahatan. Selain itu, pasukan Kurdi Iraq melarang orang-orang sipil Arab tersebut pulang kembali ke rumah mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Iraq mengatakan orang-orang dari suku Arab itu dilarang kembali ke rumah demi keselamatan mereka sendiri. KRG, pemegang hak otonomi wilayah Kurdi di utara Iraq yang berbatasan dengan Turki dan di timur laut berbatasan dengan Iran, mengatakan bahwa banyak ranjau dan bom yang ditanam oleh pasukan ISIS ketika mereka mundur dari desa-desa Arab tersebut.

Untuk menyusun laporannya, Amnesty International melakukan penyelidikan di 13 desa yang terletak di Provinsi Nineveh, Kirkuk dan Diyala. Organisasi HAM berkantor pusat di London, Inggris, itu juga mengambil gambar-gambar dengan menggunakan satelit untuk mendukung klaimnya.

Dalam memerangi ISIS, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat melancarkan serangan udara guna mendukung pasukan tempur Kurdi yang dikenal dengan sebutan Peshmerga. Turki, yang belakangan bergabung dalam koalisi AS bahkan melatih pasukan tempur Kurdi di dalam wilayah Iraq.

Baca juga: Berkomitmen Bantu Iraq dan Kurdi, Turki Segera Melancarkan Serangan atas ISIS

Di PBB Turki Tuding Iraq Mengacaukan Upaya Global Memerangi ISIS

Erdogan: Turki Menolak Gabung Kwartet Anti ISIS Bersama Rusia, karena Ada Assad

Menanggapi laporan Amnesty itu, seorang juru bicara KRG mengatakan bahwa pasukannya “mengimplementasikan standar” serta prinsip-prinsip HAM dan hukum internasional.

Namun, juru bicara KRG Dinar Zebari juga mengakui adanya insiden yang disebutnya sebagai “pertempuran” antara pasukan Kurdi dengan penduduk desa-desa Arab.

“Ada segelintir kasus di mana seluruh penduduk desa berdiri melawan Peshmerga …” kata Zebari seraya menuding bahwa orang-orang Arab itu berperang bersama pasukan ISIS.

Sementara itu, anggota parlemen Iraq yang merupakan politisi Muslim (Sunni), Hamid Al-Mutlaq, mengatakan bahwa meskipun pasukan KRG membantu orang-orang yang terusir dari kampung halamannya, namun sebagian pihak dari Kurdi memang melakukan hal-hal yang disebutkan Amnesty International dalam laporannya. “Kami mengecam aksi melawan kemanusian dan HAM baik itu yang dilakukan oleh Sunni, Syiah atau Kurdi,” kata Mutlaq, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Serikat Hentikan Pencarian 12 Marinirnya yang Hilang di Laut
Tulisan selanjutnya Para Menteri Pertahanan Negara Barat Sepakat Tingkatkan Serangan Melawan ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?