Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

ICMI Jabar: Pembangunan Harus Maju Fisiknya juga Spiritualnya

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 23 Januari 2016 07:50 7:50 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 23 Januari 2016 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setidaknya dalam lima tahun kedepan pembangunan di wilayah Jawa Barat akan mengalami berkembang yang cukup pesat.

Indikasi itu minimal dapat dilihat dari tiga yang sedang dan akang berlangsung yakni proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, proyek kereta cepat Bandung Jakarta serta sentra ekonomi terpadu (Metropolitan City) meliputi Depok,Bekasi dan Kawarang.

“Dampak ekonominya jelas ada namun yang tidak kalah pentingnya adalah dampak sosial dan spiritualitasnya. Jangan sampai ekonominya maju namun gersang disisi spiritual keislamannya,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Isndonesia (ICMI) Jabar Prof.H.M.Najib dalam acara mudzakarah di gedung aula ICMI Jabar Jl.Cikutra Kota Bandung, Kamis (21/1/2016).

Ia menambahkan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi terpadat di Indonesia dengan mayoritas penduduknya bergama Islam (Muslim) harus mendapat keuntungan dan merasakan manfaat dari mega proyek tersebut. Najib juga mengingatkan tujuan utama sebuah pembangunan adalah masyarakat sekitar umumnya di wilayah Jabar maka jangan hanya investor saja yang meraup keuntungannya.

“Sungguh ironis jika ada daerah mengalami pembangunan yang maju dan berkembang namun masyarakat sekitar hanya sebagai pekerja atau paling banter punya kios atau warung,sementara orang asing yang punya mall dan tinggal di perumahan elit,”ujarnya.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Ia juga mengingatkan dampak sosial dari pembangunan yang secara tidak langsung juga mengalami pergeseran dari sisi budaya dan perilaku masyarakatnya. Najib mencontohkan masyarakat agraris yang religius dengan masih menjunjung norma agama mungkin akan berpengaruh jika berubah menjadi masyarakat industrial. Perubahan rutinitas masyarakat agraris dengan aktivitas keagamaan yang kental lambat laun akan berganti dengan aktivitas hedonitas sebagai tuntutan gaya hidup modern.

“Tentu saja dampak ini yang tidak kita inginkan,dengan adanya pembangunan harusnya kehidupan masyarakat Jabar yang religius harus maju dan berkembang bukan sebaliknya kehidupan keagamaan menjadi gersang,”imbuhnya.

Untuk itu ICMI sebagai wadah kaum intelektual harus mengambil peran dalam menghadapi dan menjawab tantang sekaligus peluang zaman dengan adanya pembangunan. Pihaknya,menurutnya Najib, akan melakukan dialog dan sumbang saran pemikiran kepada pihak-pihak terkait baik pemerintah maupun swasta dalam merencanakan maupun pelaksana lapangan. Dengan demikian pembangunan selain berdampak pada peningkatan taraf hidup (ekonomi) juga berkembangnya kehidupan spiritualnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Kadin Jabar,Agung Suryamal yang mengungkapkan bahwa umat Islam di Jawa Barat harus bisa mengambil peran dalam setiap momen pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah. Menurutnya, modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan adalah sebuah keniscayaan untuk sebuah kemajuan perabadan manusia. Demikian juga dampaknya baik positif maupun negatifnya setiap pada setiap perubahan.

Menurutnya saya ummat Islam jangan takut dengan perubahan sebagai dampak dari sebuah proses pembangunan. Ummat Islam juga harus maju dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman,yang dibutuhkan adalah kesiapan baik skill maupun mental,”ingatnya.

Dirinya mencontohkan, beberapa proyek yang tengah berlangsung di Jawa Barat sebagian besar menggunakan tenaga kerja asing karena secara kualitas dan kompetensi mereka memenuhi syarat yang ditetapkan perusahaan (investor). Namun disisi lain hal demikian jika tidak dipahami masyarakat maka bisa menimbulkan dampak sosial seolah investor lebih berpihak pada tenaga asing daripada pribumi atau lokal.

Untuk itu pihaknya mengajak kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya kaum muslim agar mempersiapkan diri untuk menghadapi kamajuan zaman tersebut. Ia mengingat umat Islam sebagai ummat terbaik harus mampu menunjukan predikat tersebut dalam semua bidang kehidupan.

“Sebagai muslim dan pernah tinggal di pesantren tentu saya juga tidak mau jika ummat Islam khususnya yang berada di Jawa Barat ini hanya sebagai “penonton” atas kemajuan pembangunan yang ada. Mari saling bersinergi dan menguatkan serta menjalin kerjasama antar elemen umat Islam dengan pelaku usaha untuk maju dan berkembang bersama,”ajaknya.

cara Mudzakaroh ICMI Jabar,yang mengambil tema “Islam dan Peta Pembangunan Jabar” diikuti seratusan peserta.Turut hadir dalam kesempatan tersebut Linda Al Amin selaku Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prov.Jabar.  Dalam kesempatan tersebut Linda lebih banyak menyampaikan rencana dan capaian pembangunan di wilayah Jabar serta mendengan dan menampung aspirasi dari peserta yang memberi masukan.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICMIKetua Ikatan Cendekiawan Muslim Isndonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terorisme dan New Khawarij [1]
Tulisan selanjutnya Terorisme dan New Khawarij [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?