Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Terorisme dan New Khawarij [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Januari 2016 07:44 7:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2016 07:45
Bagikan
Jihad memiliki rukun dan syarat, aturan dan ketentuan yang diberlakukan secara ketat
Bagikan

Oleh: Ilham Kadir 

 

Rangkaian ledakan mengguncang Jakarta, Tujuh orang, lima di antaranya pelaku, meninggal di kawasan belanja Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat. Sedikitnya puluhan orang lainnya terluka, enam di antaranya anggota Polisi, peristiwa memilukan itu berlangsung Kamis pagi, 14 Januari 2016 lalu.

Berbagai spekulasi muncul terkait pelakunya. Kapolri langsung terang-terangan menuduh ISIS  otak utama pelaku. Tapi BIN membantah, dan lainnya memepertanyakan, Jika ISIS pelakunya, dari mana informasi itu bisa cepat masuk pada kepolisian padahal penyelidikan belum dilakukan, serta para pelaku semuanya telah meragang nyawa, ada pula yang mempersoalkan kinerja BIN yang dengan mudahnya kecolongan.

Namun yang jelas, aksi yang lebih mirip “tontonan” banyak menimbulkan kecurigaan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Karena itu, diskursus tentang aksi terorisme kembali menggema, para mantan praktisi, akademisi, hingga semua orang “menjadi ahli di bidang terror” dan ikut berlomba-lomba mengutarakan difinisi, latar belakang, ideologi, hingga tujuan yang ingin dicapai para pelaku. Tulisan ini berusaha meneropong sisi lain tentang terorisme.

Perbuatan yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme, diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme), Pasal 6, 7, bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme, jika ‘Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional’, (Pasal 6).

Dari pasal tersebut dapat disarikan bahwa suatu aksi atau tindakan dapat digolongkan sebagai tindak pidana terorisme bila mengandung unsur: Dilakukan dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan; Menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara luas; Menimbulkan korban massal, baik dengan cara marampas kemerdekaan atau dengan menghilangkan nyawa atau harta benda orang lain;Mengakibatkan kerusakan pada obyek-obyek vital, lingkungan hidup atau fasilitas publik.

Namun yang menarik,  prilaku korupsi, kapitalisme, ketimpangan sosial, prostitusi, perjudian, dan semisalnya bukan bagian dari teorisme, walaupun dampaknya bisa melebihi kejahatan terorisme, dan pada tahap tertentu bisa masuk dalam extra ordinary crime.

Sesungguhnya aksi terorisme perlu diselesaikan dengan mengevaluasi akar masalah. Jika disederhanakan terdapat dua faktor penyebab:

Pertama, faktor eksternal umat, yaitu masalah kesenjangan sosial yang membuahkan ketidakadilan.

Data yang ada, satu persen penduduk menguasai limapuluh persen kekayaan Indonesia. Dari duabelas orang terkaya di Indonesia tahun 2015, hanya satu orang muslim. Ketidakadilan dan kemiskinan adalah tanah yang subur bagi terorisme. Yang paling merasakan kemiskinan adalah kaum muslim, tidak heran jika mereka banyak yang melakukan tuntutan keadilan.

Jika pemerintah ingin menyelesaikan terorisme, maka jalan keluarnya, tumbukanlah keadilan di tengah masyarakat. Jangan ada perasan bagai numpang di negeri sendiri. Cukuplah pengalaman dari peristiwa Ambon dan Poso yang faktor penyebabnya ketidakadilan sosial.

Kedua, faktor internal dari SDM umat sebagai akibat pendidikan yang pradigmanya harus diubah. Kita perlu pendidikan Islam komprehensif dengan memperkenalkan semua aspek yang berkembang dalam sejarah Islam.

Maka, langkah-langkah kongkrit harus ditempuh, setidaknya harus ada gerakan yang sungguh-sungguh untuk menghilangkan ketidak-adilan terhadap umat Islam, di mana kita merasakan antara lain, kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan Islam/pesantren, madrasah, perguruan tinggi Islam, dibandingkan dengan bantuan pemerintah kepada pendidikan umum, walaupun tahun-tahun terakhir ini sudah mulai mengalami perbaikan, dan diharapkan akan terus meningkat. Selain itu, pendidikan Islam yang konprehensif diharapkan melahirkan generasi yang tidak mengkafirkan sesama muslim yang berbeda dalam pengamalan masail furu’iyah, tapi dalam waktu yang sama, mereka mempunyai keyakinan yang kuat terhadap apa itu kekafiran, siapa itu orang kafir dan paham betul bagaimana bergaul dengan orang-orang kafir menurut ajaran Islam.* (BERSAMBUNG)

Peserta Kaderisasi Seribu Ulama Baznas-DDII

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamketidak adilanKhawarijterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sistem Peringatan Bawah-Tanah Selamatkan Banyak Nyawa di Suriah [1]
Tulisan selanjutnya ICMI Jabar: Pembangunan Harus Maju Fisiknya juga Spiritualnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?