Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Terorisme dan New Khawarij [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Januari 2016 07:55 7:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2016 08:15
Bagikan
Jihad memiliki rukun dan syarat, aturan dan ketentuan yang diberlakukan secara ketat
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Ilham Kadir

 

Dan, kita juga tidak berharap liberalisme agama Islam semakin menyebar sebagai keyakinan yang semakin mendominasi generasi muda, demikian pula, harus ada keseriusan dalam membendung dan memfilter aliran yang telah diwaspadai bahkan disesatkan oleh MUI Pusat, antaranya, penyimpangan akidah Syiah, dan amalan nikah mut’ah yang kian marak di kota-kota besar, termasuk Makassar. Bahkan yang sedang santer diberitakan adalag aliran Gafatar yang merupakan reingkarnasi dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah besutan nabi palsu Ahmad Mushaddeq.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

New-Khawarij

Dalam Islam ada kelompok Khawarij, secara harfiah berarti “Mereka yang Keluar”. Istilah umum yang mencakup sejumlah aliran dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib, lalu menolaknya. Disebut Khawarij disebabkan karena keluarnya mereka dari dinul Islam dan pemimpin kaum Muslimin.

Sekte Khawarij memiliki ciri-ciri, rajin beribadah kepada Allah, menegakkan kewajiban, dan anjuran berjihad di jalan Allah. Sayang, apa yang mereka perbuat dinilai tanpa ilmu, sehingga membuat mereka keluar dari Islam tanpa mereka sadari, bahkan merasa paling mulia kedudukannya.

Abu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab pernah berniat membunuh salah satu dari mereka, lalu Rasulullah bersabda, “Biarkan mereka, mereka punya sahabat yang mana kalian merasa rendah jika membandingkan shalat dan puasa kalian dengan shalat dan puasa mereka. Mereka membaca Al-Qur’an tetapi tidak melampaui tenggerokan. Mereka melesat keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat keluar dari busurnya.” (Al-Bukhari, Kitab Al-Manakib, Bab Alamaatin Nubuwah fil Islam, no. 3414; Muslim, Kitab Al-Zakat, Bab Dzikrul Khawarif wa Shifatihim. No. 1064).

Kesalahan terbesar kaum Khawarij adalah berjihad tanpa ilmu yang melemparkan mereka dalam kancah jihad di jalan batil. Salah seorang tokoh mereka, Abdullan bin Muljam, menyangka bahwa pembunuhan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib yang dilakukannya merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah, padahal Ali yang merupakan menantu Rasulullah merupakan salah satu sahabat yang mendapat kabar semasa hidupnya sebagai penghuni surga. Akidah yang salah, beramal tanpa ilmu, menjadikan mereka berbuat konyol, memandang pembunuhaan Ali sebagai perbuatan terpuji.

Para pelaku teor Sarinah bisa saja kelompok Khawarij Modern. Mereka melihat pemerintah dan segenap aparaturnya, termasuk polisi adalah bagian yang harus dihabisi.

New Khawarij, karena gaya mereka tidak lagi memperlihatkan simbol-simbol agama dalam mengenakan pakaian. Aksesoris seperti jubah, jenggut panjang, kumis dipotong rapi, celana cingkrang, dan semisalnya berubah mengenakan pakaian pop, staylish and trendy. Topi ala rapper dipadu dengan baju casual, celana jeans, dan sepatu Nike, menjadikan para new Khawarij ini seperti masyarakat metropolitan lainnya, tidak terlihat ada aura kebengisan. Ideologi yang terpatri dalam benak dan hati merekalah yang membedakan.

Maka, tugas utama para ulama dan cerdik pandai adalah menjelaskan bahwa syariat jihad adalah anak kandung dalam Islam. Namun, jihad memiliki rukun dan syarat, aturan dan ketentuan yang diberlakukan secara ketat. Tidak brutal seperti ‘anjing gila’ dengan membunuh warga sipil yang tidak bersalah secara membabi buta.

Tidak boleh mengumbar peluru dan menumpahkan darah di sembarang wilayah. Pun tidak boleh serampangan mencap orang atau kelompok tertentu sebagai kafir atau murtad, sehingga halal darahnya.

Kita sepakat bahwa jihad di jalan Allah adalah ibadah bernilai pahala tinggi dan bagi yang gugur dinyatakan sebagai syahid. Masalahnya, berjihad yang benar harusnya di Jalan Allah (sesuai tuntunan yang benar baik dalam al-Quran dan kaidah fikih), bukan di Jalan Muhammad Husni Thamrin yang hanya menambah dosa pelakunya karanya merugikan orang lain. Wallahu A’lam!*

Peserta Kaderisasi Seribu Ulama Baznas-DDII

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamketidakadilanKhawarijterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ICMI Jabar: Pembangunan Harus Maju Fisiknya juga Spiritualnya
Tulisan selanjutnya Sistem Peringatan Bawah-Tanah Selamatkan Banyak Nyawa di Suriah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?