Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Akan Akui Negara Palestina Jika Langkah Perdamaian Terus Buntu

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 31 Januari 2016 21:05 9:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 31 Januari 2016 21:04
Bagikan
Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius.
Bagikan

Hidayatullah.com–Prancis akan mengakui negara Palestina jika upaya akhir yang dilakukan Paris untuk membentuk solusi dua-negara antara Israel dan Palestina gagal, kata Menteri Luar Negeri Prancis.

Upaya menciptakan perdamaian dalam bentuk solusi dua-negara yang dilakukan Amerika Serikat, terhenti pada April 2014 dan sejak itu tidak ada upaya serius untuk melanjutkan pembicaraan.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius, seperti diberitakan FMT News dari Reuters, Sabtu (30/1/2016), telah berulang kali memperingatkan bahwa membiarkan terus kondisi status quo tersebut berisiko membunuh upaya solusi dua-negara dan memberi peluang masuknya militan ISIS.

Tahun lalu Fabius gagal mengajak wakil Amerika Serikat untuk mendorong resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengatur parameter pembicaraan antara kedua belah pihak dan menetapkan batas waktu akhir untuk kesepakatan.

Terus meluasnya permukiman oleh Zionis Israel setelah gagalnya pembicaraan damai itu, digambarkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sebagai “tindakan provokatif” yang menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya untuk solusi dua-negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita tidak bisa membiarkan solusi dua negara hancur. Ini tanggung jawab kita sebagai anggota Dewan Keamanan PBB dan kekuatan menciptakan perdamaian,” kata Fabius dalam pertemuan tahunan dengan diplomat asing.

Fabius sebelumnya telah menyerukan kelompok internasional yang terdiri dari negara-negara Arab, Uni Eropa, dan anggota Dewan Keamanan untuk mendorong kedua belah pihak berkompromi.

Dia mengatakan, Paris akan mulai mempersiapkan dalam “beberapa minggu mendatang” konferensi internasional para pihak dan mitra utama yang terdiri dari Amerika, negara-negara Eropa dan Arab.

Jika usaha terakhir ini dalam mencari solusi ‘menabrak dinding’, “Maka … dalam hal ini, kami harus menunjukkan tanggung jawab kita dengan mengakui negara Palestina,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik inisiatif Prancis ini sebagai “kontra-produktif”.

Pemerintah AS pun tidak suka dengan tindakan pemukiman Israel. Namun menjelang 10 bulan pemilihan presiden di AS, hanya akan ada sedikit prospek bagi Presiden AS Barack Obama untuk mendukung setiap inisiatif guna menghindari kekecewaan lobi Yahudi di AS.

Seorang pejabat AS menanggapi hati-hati pernyataan Fabius.

“Posisi AS dalam masalah ini sudah jelas. Kami tetap percaya bahwa jalan yang lebih baik dalam penyelesaikan konflik ini jika para pihak mencapai kesepakatan tentang isu-isu status akhir secara langsung,” kata pejabat itu.

Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan, menyambut baik langkah Prancis.

“Tidak ada keraguan bahwa pengakuan Prancis terhadap negara Palestina akan memberikan kontribusi untuk membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” katanya.

Seorang pejabat Israel, yang menolak untuk diidentifikasi, mengatakan, “Menteri Luar Negeri Prancis mengatakan jika inisiatifnya nanti mencapai jalan buntu, Prancis akan mengakui negara Palestina. Pernyataan ini merupakan insentif bagi Palestina untuk membawa ke jalan buntu. Negosiasi atau perdamaian tidak dapat dicapai dengan cara ini.”

Palestina memiliki status sebagai pengamat non-anggota di PBB dan benderanya telah berkibar bersama negara-negara anggota di markas PBB di New York. Swedia menjadi yang pertama di Uni Eropa yang mengakui negara Palestina pada tahun 2014, yang kemudian diikuti beberapa negara lain.

Palestina ingin membentuk negara dengan wilayah Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, yang sebagian diduduki oleh Zionis Israel sejak perang 1967.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bocorkan Rahasia Negara ke Pacar, Bekas Bos CIA Jenderal Patraeus Bebas Hukuman Tambahan
Tulisan selanjutnya Kemenag Beri Prioritas Calon Haji Usia 75 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?