Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Antara Presiden, Imam dan Mukmin Sejati!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Desember 2011 07:48 7:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Desember 2011 07:48
Bagikan
Bagikan

BAIK dan tidaknya jama’ah, makmum (ummat) tergantung kepada Imam. Bila Imamnya baik (tegas, disiplin, berwibawa) maka makmumnya (ummat, jama’ah)nya akan baik. Bila Imamnya buruk/jelek (tak tegas, tak disiplin, tak berwibawa) maka makmumnya akan buruk/jelek.

Baik tidaknya suatu organisasi tergantung kepada pemimpin. Bila pemimpinya baik, maka organisasinya akan baik. Bila Pemimpinnya buruk/jelek, maka organisasinya akan buruk/jelek.

Baik tidaknya suatu pasukan juga tergantung kepada Komandan. Bila Komandannya baik, maka pasukannya akan baik. Bila komandannya buruk/jelek, maka pasukannya akan buruk/jelek.

Begitu juga baik tidaknya suatu Negara/pemerintahan tergantung kepada Kepala Negara. Bila Kepala Negaranya baik, maka Negara/pemerintahannya akan baik. Bila Kepala Negaranya buruk/jelek, maka Negara/pemerintahannya akan buruk/jelek. Kepala Negara haruslah tegas, disiplin, adil, berwibawa, tak curang, tak culas, tak korup, tak aniaya.

Kalau begitu, sebenarnya apa sih yang dicari Pak Presiden?

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Sebagai Kepala Negara (Pemerintah) sesuai dengan amanat Pembukaan UUD-1945 tentu saja yang dicari adalah kesejahteraan, keadilan, Kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan sesuai amanat pasal 33-34 UUD-45, maka seluruh kekayaan negara akan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia. Kepala Negara (Pemerintah) bukan untuk mencari kekayaan, ketenaran, keprokan, sanjungan, kemewahan diri dan keluarga serta kolega. Kepala Negara (Pemerintah)
berorientasi pengabdian kepada rakyat, bukan berorientasi kekuasaan.

Dari sudut pandang Islam, yang dicari Kepala Negara (Pemerintah) tak bedanya dengan yang dicari oleh rakyat umumnya, yaitu ridha, kasih sayang Allah. Dan sesuai dengan tuntunan Islam, maka Kepala Negara (Pemerintah) itu haruslah bertakwa kepada Allah. Takut kepada Allah.

Muraqabah (waspada) kepada Allah. Menyingkirkan yang akan menyebabkan murka Allah. Memelihara rakyat. Memanfa’atkan fasilitas untuk mengingat (berdzikir) kepada Allah. Ingat nama dan perintah Allah.

Ingat bahwa kelak akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semuanya kepada Allah.

Kepala Negara (Pemerintah) haruslah berbuat ihsan (kebaikan) kepada rakyat. Peduli akan kebutuhan rakat. Menegakkan keadilan. Membela/memenuhi hak rakyat. menjaga batas/larangan dan suruhan Allah. Mempertahankan hak milik rakyat. Membela kepentingan dan kehormatan rakyat. Menjaga darah rakyat agar jangan tertumpah.

Menertibkan/menenteramkan kehidupan rakyat. Mengupayakan agar rakyat berasa senang.

Kepala Negara (Pemerintah) haruslah tak sampai berpaling dari Allah. Menghadapkan semuanya kepada Allah. Menjadikan Allah sebaga wali/pemimpin dalam segala hal. Menjadikan urusan rakyat menjadi masalah utama.

Kepala Negara haruslah mengerjakan shalat pada waktunya. Menghidupkan shalat berjama’ah. Mengerjakan sunnah Rasulullah saw. Mengikuti sunnah Salafus Saleh.

Kepala Negara Pemerintah) haruslah meluruskan tujuan. Mendirikan hak Allah. Tidak menyimpang dari keadilan.

Ia harus menghormati yang paham/mengerti agama. Memuliakan Quran, Kitabullah. Mengamalkan isi Quran. Ia juga harusnya haruslah mengerjakan segala pekerjaaan dengan ihtisabaa/perhitungan/kalkulatif. Tidak lalai mencari kebahagiaan akhirat. Banyak-banyak memohon kepada Allah. Banyak berbuat kebajikan dan pertolongan. Berteman dengan Wali Allah.

Kepala Negara haruslah tak segan mendatangi orang yang mulia. Meminta petunjuk dan nasehat kepada orang yang mulia. Lebih-lebih haruslah berbaik sangka kepada Allah. Ikhlas dalam segala pekerjaan dan menjalankan kepemimpinan di dalam garis agama. Mengambil Sunnah sebagai pedoman. Menjauhi bid’ah dan syubhat. Menepati/memenuhi janji.

Menghargai kebijakan orang. Menjaga lidah. Tidak curang. Tidak berbohong. Benci kepada pembawa/pembisik fitnah. Itulah ciri pemimpin.

Kepala Negara dan pemerintah haruslah mengharap wajah Allah semata di dalam segala pekerjaan. Menjunjung tinggi titah Allah. Mengharap pahala Allah di akhirat. Menjahui hawa nafsu. menegakkan kebenaran (Simak Prof Dr Hamka : “Lembaga Budi”, terbitan Pustaka Panjimas, Jakarta, 1983, hal 38-48, “Budi Orang Yang Memegang Pemerintahan”).

Kepala Negara bukan untuk memperalat/mengibuli rakyat atau memanipulasi dan memperbudak rakyat. Apalagi menjadikan rakyatnya kacung bangsa asing. (Simak B Soelarto: “Tjerita Pentas: Domba-Domba Revolusi”, SASTRA, No.8/9, Th.II, 1962, tentang “Sikap Mental Politikus”).

Jadilah Muslim Sejati

Dari sudut pandang Islam, yang dicari Muslim sejati tak bedanya dengan yang dicari oleh rakyat umumnya, yaitu ridha, kasih sayang Allah. Dan sesuai dengan tuntunan Islam, maka Muslim sejati itu haruslah bertakwa kepada Allah. Takut kepada Allah. Muraqabah (waspada) kepada Allah. Menyingkirkan yang akan menyebabkan murka Allah. Memelihara rakyat. Memanfa’atkan fasilitas untuk mengingat (berdzikir) kepada Allah. Ingat nama dan perintah Allah. Ingat/sadar bahwa kelak akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semuanya kepada Allah.

Muslim sejati haruslah berbuat ihsan (kebaikan) kepada rakyat. Berbuat adil, membela/memenuhi hak rakyat, serta menjaga batas/larangan dan suruhan Allah.

Dr Muhammad Ali al-Hasyimi: “Menjadi Muslim Ideal : Pribadi Islami Menurut al-Quran dan as-Sunnah” [The Ideal Muslim : The True Islamic Personality as difined in The Quran and Sunnah], terbitan MitraPustaka, Yogyakarta, 1999); Prof Dr Hamka : “Lembaga Budi”, terbitan Pustaka Panjimas, Jakarta, 1983, hal 38-48, “Budi Orang Yang Memegang Pemerintahan,” mengatakan, Muslim sejati haruslah tak sampai berpaling dari Allah. Ia harus menghadapkan semuanya kepada Allah. Menjadikan Allah sebagai wali/pemimpin dalam segala hal. Menjadikan urusan rakyat menjadi masalah utama.

Muslim sejati haruslah mengerjakan shalat pada waktunya. Menghidupkan shalat berjama’ah. Mengerjakan sunnah Rasulullah saw. Mengikuti sunnah Salafus Saleh.

Muslim sejati haruslah meluruskan tujuan. Mendirikan hak Allah. Tidak menyimpang dari keadilan.

Muslim sejati haruslah menghormati yang paham/mengerti agama. Memuliakan Quran, Kitabullah. Mengamalkan isi Quran.

Sebagai Muslim sejati sesuai dengan amanat Pembukaan UUD-1945 tentu saja yang dicari adalah kesejahteraan, keadilan, kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan sesuai amanat pasal 33-34 UUD-45, maka seluruh kekayaan negara akan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia. Muslim sejati bukan untuk mencari kekayaan, ketenaran, tepok tangan, sanjungan, kemewahan diri dan keluarga serta koleganya.Muslim sejati hanya berorientasi pengabdian kepada rakyat dan keridhoan Allah SWT, bukan berorientasi kekuasaan.*

Asrir Sutanmaradjo, Penulis tinggal di Bekasi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berbangga Menjadi Diri Sendiri
Tulisan selanjutnya TIM MER-C Kirim 2 Dokter Bantu Pengungsi Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?