Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

MEA, antara Ancaman dan Tantangan bagi Ormas Islam [2]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 Februari 2016 22:13 10:13 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Februari 2016 07:30
Bagikan
Bagikan

Sambungan dari artikel pertama

BUKAN hanya dampak positif. MEA juga menimbulkan dampak negatif, di antaranya bisa dilihat dari penjelasan oleh sebuah situs online berikut:

“Dampak arus bebas investasi menimbulkan eksploitasi sumber daya (alam maupun manusia/SDA-SDM) yang ada di Indonesia oleh negara-negara asing. Apabila Indonesia tidak dapat menanganinya dengan baik, maka eksploitasi besar-besaran akan membuat Indonesia mengalami kerugian.”

Ketidaksiapan rakyat Indonesia dalam menghadapi MEA akan berdampak pada kerugian kepada bangsa Indonesia. SDA yang berlimpah, serta SDM yang kurang profesional, akan menyebabkan pengeksploitasi besar-besaran oleh perusahaan dan LSM asing.

Melihat realita yang ada selama ini, penulis berpandangan, sedikit sekali ormas Islam yang berperan dalam membangun perekonomian Indonesia. Terutama dalam hal menyediakan jasa dan mengelola SDA yang di negeri ini. Kebanyakan ormas Islam hanya bergerak di bidang tarbiyah atau dakwah.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Maka sangat besarlah kemungkinan, perusahaan dan LSM asing yang datang dengan para pekerja profesional, akan mengeksploitasi SDA maupun SDM di Indonesia.

Apabila ormas-ormas Islam di Indonesia tidak siap menghadapi MEA dari sisi SDM-nya, besar kemungkinan pergerakan perkembangan ormas Islam akan sulit. Bukan di luar negeri saja, bahkan di Indonesia pun akan banyak tantangan dijumpai.

Oleh karena itu, para dai dari berbagai ormas dituntut lebih profesional dan kompetitif dalam menghadapi “pesaing-pesaing” asing. Terutama dalam hal pemberdayaan SDM maupun pengelolaan SDA.

Serangan Budaya Asing

Dampak negatif lainnya bisa ditengok dari pemaparan terkait MEA berikut ini;

“Pembatasan dalam tenaga kerja profesional akan dihapuskan. Hal tersebut memberikan kesempatan tenaga kerja asing untuk masuk dalam lapangan kerja di Indonesia”.

Dengan dibebaskannya tenaga asing untuk bekerja di Indonesia, akan terjadi globalisasi dalam hal kebudayaan. Akan banyak sekali orang-orang dari negeri asing yang datang ke Indonesia. Khususnya karyawan, pekerja bahkan aktivis dari lembaga kemanusiaan maupun ormas yang ada di ASEAN.

Bisa jadi, akan banyak budaya dari negara asing yang bercampur baur di Indonesia. Hal itu bisa berdampak pada kultur dan budaya Nusantara yang selama ini dikenal dengan kultur keislamannya.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ormas Islam, yang dituntut berperan penting, menjaga kultur keislaman dan ketimuran di Indonesia saat ini. Dengan tujuan, agar kultur itu tidak tercampur baur apalagi hilang akibat globalisasi dan dampak dari MEA.

Seiring itu, ormas Islam Indonesia dituntut untuk bisa tetap berdakwah dan bergerak dalam kultur mana pun di negara yang tergabung dalam MEA. Inilah tantangan sesungguhnya.

Dari serangkaian pemaparan tersebut, bisa dilihat bahwa MEA 2015 mempunyai dampak yang penting dalam pergerakan ormas Islam di Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, apakah ormas Islam bisa menjadikan MEA ini peluang untuk memperluas ekspansi dakwahnya? Atau malah menjadi penghambat pergerakan dakwah?

Kedua pertanyaan itu penting untuk dipikirkan oleh ormas-ormas Islam yang ada di Tanah Air, demi kemaslahatan umat dan bangsa ini ke depan. Wallahu a’lam.*

Bilal Tadzkir

Artikel ini sebagian isinya pernah menjadi tugas makalah penulis pada sebuah sekolah tinggi ilmu ekonomi di Depok

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANdakwahMasyarakat Ekonomi ASEANormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MEA, Ancaman atau Tantangan bagi Ormas Islam? [1]
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Dikirimi Surat Permintaan Pecat Uskup Chile Pelindung Pedofil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?