Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Farc Berhenti Merekrut Anak-Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Februari 2016 00:59 12:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Februari 2016 00:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok pemberontak terbesar di Kolombia, Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (Farc) atau Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, mengumumkan akan berhenti merekrut anak-anak sebagai anggota pasukannya.

Seorang negosiator Farc untuk perundingan damai di Havana, Victoria Sandino, membacakan keputusan itu dengan mengatakan bahwa kelompoknya tidak akan lagi merekrut orang berusia di bawah 18 tahun, lapor BBC Kamis (11/2/2016).

Tahun lalu Farc mengatakan akan berhenti merekrut anak di bawah usia 17 tahun dan mengeluarkan anggota mereka yang berusia di bawah 15 tahun.

Pemerintah mengatakan keputusan Farc itu tidak memberikan banyak perubahan.

Para pegiat HAM mendefinisikan siapa saja yang menjadi anggota kelompok bersenjata berusia di bawah 18 tahun adalah tentara anak-anak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sumber militer memperkirakan hampir setengah anggota Farc direkrut ketika masih kanak-kanak. Salah satunya adalah Martin (nama samaran).

Kepada wartawan BBC di Bogota, Natalia Cosoy, Martin menceritakan bagaimana dia dan saudara-saudaranya bergabung dengan Farc, kelompok pemberontak yang kerap muncul di kampungnya.

Menurut Martin, dia awalnya melakukan pekerjaan serabutan untuk para pemberontak itu. Ketika berusia 11 tahun dia menjadi anggota penuh.

“Kami bergabung karena tak punya pilihan,” kata Martin, yang kemudian keluar ketika berusia 16 tahun.

Di masa lalu Farc mengatakan anggota-anggota yang paling muda adalah anak-anak gerilyawan atau bergabung dengan Farc karena tidak memiliki orang tua.

Lebih dari 220.000 orang tewas selama hampir 52 tahun konflik bersenjata di Kolombia. Lebih dari enam juta terpaksa menjadi pengungsi di negerinya sendiri akibat maraknya aksi pemberontakan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Patung Arjuna yang Pernah Ditolak Santri Purwakarta itu Terbakar
Tulisan selanjutnya Pemkot Depok Imbau Hindari Perayaan Valentine’s Day

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?